Category Archives: Pembahasan

kategori yang mendiskusikan ulasan secara umum (general) dan artikel mengenai perkembangan blog Ardika Percha

Membahas Bekal Anak di Abad 21

Tahun ini anak saya memasuki usia untuk mulai bersekolah formal dan ini pun jadi pembahasan mahapenting bersama Istri mengenai apa yang kita harapkan ketika nanti anak bersekolah. Lalu tentunya membahas sekolah model mana yang akan dipilih beserta kriterianya, lalu tentunya membahas soal lokasi, kondisi sekolah, dan UUD yang ujung-ujungnya soal alokasi anggaran dana yang kita akan gunakan, semua pun dibahas termasuk bagaimana pola interaksi belajar mengajar di kelas sampai soal kondisi & kebersihan toilet/WC!

Selain mengenai sekolah formal, saya juga mulai browsing membaca sana-sini soal kemampuan dan kompetensi apa sih yang dibutuhkan sehingga menjadi bekal anak di abad 21 yang serba dinamis dan mulai mengarah ke technology dan digital minded tanpa melupan fondasi penting lain seperti soal agama, moral, dan kepribadian menurut saya dalam hal menyongsong kesiapan dan kemampuan anak di masa depan. Oia poin lainnya, ketika menelusuri soal bekal anak abad 21 ini pun saya selaku orang tua jadi ikut belajar & berproses soal parenting yang buat saya masih perlu banyak belajar dan baca lagi 🙂

Dari penelusuran tersebut, saya menemukan beberapa hal menarik yang saya coba susun dan tuliskan kembali, termasuk share mengenai skill apa saja yang dibutuhkan seorang anak di abad 21 beserta beberapa contohnya yang saya coba rangkum dalam artikel ini.

Skill Anak di Abad 21

Di abad 21 ini, kemampuan seperti membaca, menulis, dan berhitung (biasa disebut calistung) sudah menjadi hal paling mendasar bagi seorang anak, namun kedepannya anak perlu dibekali skill tambahan dan bisa diajarkan semenjak dini. Skill yang menjadi bekal anak di abad 21 tersebut yaitu skill yang berbasis konsep 4C yaitu :

  • critical thinking
  • creativity
  • communucation
  • collaboration

Dari hasil penelusuran tersebut keempat skill tersebut menurut saya memang bisa menjadi fondasi dasar seorang anak, bahkan untuk kita (khususnya saya sebagai pekerja/karyawan profesional) memang dibutuhkkan dan bermanfaat di dunia kerja profesional atau jika menjadi seorang entrepreneur bermanfaat dalam mengembangkan bisnisnya. Lalu perihal konsep 4C ini pun sudah diangkat menjadi pilar dalam program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang diterapkan Kemendikbud dalam proses belajar mengajar.

So poinnya, dari sisi dunia profesional dengan konsep 4C dari sudut pandang akademik CMIIW terdapat link & match serta valid menjadi fondasi untuk bekal anak di abad 21 untuk beradaptasi dan berkembang di new era nanti.

4C skills di abad 21 (curioustimes.in)

Kurikulum & Mas Nadiem Makarim

Ketika mas Nadiem Makarim diangkat menjadi Menteri Pendidikan & Kebudayaan saya berharap banyak kepada beliau untuk membawa angin perubahan dan pastinya secara langsung serta tidak langsung membawa pengaruh pemberdayaan teknologi ke dunia pendidikan. Harapan itu muncul ketika membaca salah satu artikel di media online ini, bahwa adanya penyesuaian dan penambahan pada kurikulum nasional, yaitu adanya kompetensi Computional Thinking dalam proses belajar mengajar. Dari artikel tersebut saya mencoba cari tahu terkait bekal anak abad 21 dan kaitannya dengan computional thinking tersebut. Dari konsep 4C yang dijelaskan diatas, maka Computional Thinking berelasi dengan critical thinking dan creativity terkait khususnya perihal problem solving, system thinking, hingga innovation, & design.

Definisi Computional Thinking

Sebelum melanjutkan pembahasan mengenai computional thinking, maka kita bisa kembali ke dasar mengenai definisinya. Untuk definisi banyak ditemukan di internet, namun salah satunya yang saya kutip dari website Dicoding yaitu sebagai berikut :

Computational thinking atau pemikiran komputasional adalah cara berpikir untuk menyelesaikan suatu masalah. Caranya adalah dengan menguraikan setiap masalah menjadi beberapa bagian atau tahapan yang efektif dan efisien. Ia juga dapat diartikan menjadi sebuah metode untuk menyelesaikan suatu masalah yang dirancang untuk bisa diselesaikan oleh manusia atau sistem atau keduanya.

Dari definisi tersebut menurut saya secara singkat yaitu suatu cara memecahkan masalah dengan efektif dan efisien secara bertahap dengan menggunakan pendekatan yang bisa diselesaikan dengan mesin/komputer atau dengan manusia atau keduanya.

Aspek dari computional thinking (tinythinkers.org)

Untuk mempelajari computional thinking ini, terdapat 4 aspek utama yang dapat menjadi pegangannya yang saya kutip dari Tinythingkers.org yaitu :

  • decomposition : merujuk kepada pemecahan masalah atau tugas/task menjadi bagian-bagian terkecil yang bisa ditangani solusinya
  • pattern recognition : mengenali pola dan kesamaan, sehingga memudahkan dalam pemecahan suatu masalah
  • Abstraction : mengidentifikasi suatu bagian terpenting dari suatu masalah
  • Algorithm : dikenal erat dengan pemrograman, kalau ditelaah lebih lanjut mengacu kepada langkah-langkah yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah tersebut

Computional Thinking & Mas Ainun Najib

Dalam rangkaian twit mas Ainun Najib yang saya temukan di Twitter, beliau share mengenai berbagai konsep dan contoh permainan/tool yang bisa digunakan yaitu sebagai berikut :

#1 Cubetto : Video sharing orang tua menggunakan mainan primotoys untuk menunjang pendidikan anak dan penerapan konsep debug sequence di mainan Cubetto (Montessori coding)

Continue reading Membahas Bekal Anak di Abad 21

4 tips memanfaatkan waktu di kala pandemi versi Percha

Selama pandemi ini banyak hal yang patut disyukuri, salah satunya yang paling paripurna tentunya soal kesehatan, masih diberikan cukup kewarasan, bisa berkumpul lengkap dengan keluarga dan masih mendapat cukup rejeki ditengah beragam hal yang telah terjadi. Selain hal tersebut, yaitu adanya waktu kosong (atau bisa dibilang waktu senggang juga bisa ya??) yang biasanya terpakai ketika berkomuter ria yaitu melakukan perjalanan dari rumah ke kantor dan sebaliknya. Jadi dengan adanya waktu cukup senggang tersebut, saya mau share beberapa tips memanfaatkan waktu di kala pandemi selama hampir 2 tahun ini.

Kalau dipikir waktu perjalanan bolak-balik sehari antar rumah dan kantor PP bisa total menghabiskan sekitar 3-4 jaman, lalu belum termasuk kalau ada sedikit kendala di perjalanan, misal hujan, bus penuh bahkan tak kunjung datang, atau ada antrian di stasiun kereta, jadwal kereta berubah karena satu dan lain hal, or transportasi dari dan ke ada sedikit delay, atau mobil/motor kita mungkin ada sedikit kendala ketika di perjalanan, maka waktu pun semakin panjang sampai ditujuan.

Dengan rejeki masih bisa bekerja remote atau WFH, waktu yang kosong tersebut kadang masih berkutat kerjaan sekali lagi, meski hal ini jarang dilakukan, karena dirasa perlu break dan cukup penat, kecuali ada urgensi tertentu. Tapi jujur saja kadang justru kerja WFH terkadang waktu untuk soal kerjaan jadi lebih panjang, but thats another issue yang nggak dibahas disini, saya fokus bagaimana memanfaatkan waktu di kala pandemi ini.

Adanya “tambahan waktu” tersebut diluar waktu kerja maka secara naluriah mau melakukan kegiatan positif lainnya, salah satunya belajar kemampuan & wawasan baru, atau menjalankan hobi, kadang waktunya dipakai untuk main dengan anak or bercengkrama sama keluarga or persiapan mau makan malam or bantu-bantu kerjaan rumah tangga, so intinya yang biasanya waktu dipakai perjalanan pergi-pulang antara kantor-rumah, jadi dialihkan ke aktivitas lainnya dengan memanfaatkan waktu di kala pandemi.

Utilisasi Waktu

Saya pribadi juga bukan orang yang ahli dan jago dalam mengatur waktu, namun berusaha terbaik dan kadang sampai pakai metode khusus seperti pomodoro yang membagi kerjaan menjadi bagian-bagian lebih kecil dan waktu dipecah menjadi beberapa slot waktu agar (semoga) lebih fokus. Soal isu multitasking bahkan sudah ada penelitian sahih soal ini yang memang menyatakan multitasking tidak selalu baik diterapkan.

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang” (HR. Bukhari no. 6412)

Kalau dipikir sesuai Hadis diatas ada benarnya juga, kalau nikmat sehat dan waktu senggang plus pikiran tenang dan nggak stress itu sebuah rejeki, sebuah anugrah terindah yang terkadang tidak kita sadari (baca: bikin tertipu) bro! So perlu tips memanfaatkan waktu di kala pandemi agar waktu bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan kita tetap sehat secara jasmani, jiwa, dan pikiran juga ya!

Nah dengan adanya “bonus” slot waktu sekitar 3-4 jaman, maka dari tahun 2020 jadi banyak melakukan hal lain positif, bahasa kerennya yaitu utilisasi waktu secara maksimal, mulai melakukan hal-hal yang “berat” dan produktif seperti ngerapihin aset digital macam blog, eksekusi sidejob menulis blog (meski ga rutin, ga fokus juga sih, kalau ada yang nawarin aja) dari publisher atau jalur pertemanan, bikin mini project yang unik, ikutan online training aka. belajar online, atau malah jadi narasumber di event sharing ke komunitas sambil networking dan diskusi bareng.

Kadang ngulik ke komunitas or forum tradisional, atau pernah di tengah pandemi rajin mengunjungi bentuk-bentuk baru komunitas, seperti kanal komunitas di discord dan telegram, bahkan hal receh kayak ngelanjutin nyobain beberapa aplikasi termasuk game baru atau nonton beragam video unik, iseng bikin video dan berencana buat channel youtube pula, atau bahkan menekuni hobi yang benar-benar baru! Untuk ulasan berikutnya saya coba berbagi aka. sharing 4 aktivitas yang bisa dilakukan dan bagaimana memanfaatkan waktu di kala pandemi ini.

ardika percha pc
ideal workstation

#1 : Belajar online

Belajar online menjadi salah satu hal yang kepikiran ketika awal pandemi dan WFH ketika itu untuk memanfaatkan waktu di kala pandemi, karena bisa belajar via online dengan beragam topik di rumah dan kadang kita bisa atur sendiri waktunya. Sebenarnya saya sudah beberapa tahun lalu juga sudah kenal dan ikut model belajar online ini, seperti yang saya bahas di artikel blog ini, contohnya melalui Coursera. So belajar online ini menurut saya ada 2 kelompok besar :

  • belajar online dengan model course layaknya e-learning seperti Linkedin Learning/Lynda, Edx, Udemy, Skill Academy, Coursera dsb. yang kita bebas memilih waktunya dan sesuai kapasitas kita dalam menjalani belajar ini, meski ada beberapa course yang ada batasan waktu dalam mengerjakan tugasnya. Selain itu, model seperti perkuliahan tidak melulu menonton video, kadang saya perlu membaca artikel, jurnal, dan belajar di sejumlah modul interaktif.
  • belajar online dengan model seperti meeting online, dimana ada narasumber dan dihadiri peserta secara realtime, mirip seperti kuliah pada umumnya. So model kuliah seperti ini, mau tidak mau ikut jadwal yang sudah fixed oleh pengelenggara/panitianya.
belajar & bersertifikasi
Continue reading 4 tips memanfaatkan waktu di kala pandemi versi Percha

Refleksi Blog Juli 2021

Tidak seperti artikel blog lainnya, blog post kali ini sedikit lebih personal dan lebih spontan, karena berbagai variabel alasan yang ada di pikiran kali ini. Salah satunya soal nasib Blog Ardika Percha satu ini yang saya akui dari sisi jumlah post-nya yang minim dengan produktivitas jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meski ada satu-dua artikel blog yang di-publish, itu pun artikel yang sifatnya mayoritas ada sisi komersialnya aka sponsored content, ya Alhamdulillah ada beberapa pihak brand or agency yang masih mempercayakan komunikasi digital mereka via blog-medsosnya & masih bisa bekerja sama.


Namun intinya semakin jarang blog post terkait share mengenai berbagai aktivitas maupun ulasan tertentu yang inisiatifnya dari saya.. anyway ini maksudnya artikel yang akhirnya saya publish ke publik, kalau artikel draft yaa ada saja, meskin jumlahnya juga tergolong minim. So, imbasnya ya traffic-nya jadi juga cenderung menurun, yaa meski diawal bikin blog ini pun tidak memikirkan soal traffic dan turunan lainnya, karena lebih kepada aktualisasi diri, belajar dan mengasah menulis di ranah blog, keinginan untuk sharing, dan memang mengisi waktu luang.. yaa ujungnya hobi juga, meski di perjalanan kadang kecipratan rejeki yang patut disyukuri.


Di sisi lain ketika ada kesempatan berdiskusi beberapa rekan blogger terdahulu sharing bahwa sekarang (mungkin) eranya media blog menjadi semakin segmented dan arahnya ke micro bahkan nano influencer layaknya media sosial, dan kelebihan blog/website juga lebih long lasting untuk support search engine khususnya untuk artikel blog, yaa bisa jadi teori dan pendapat ini valid!


Blog Ardika Percha - ardikapercha.com

Kalau dilihat aktivitas ngeblog di tahun ini memang menjadi aktivitas nomor sekian dari jatah waktu, meski ada beberapa draft blog post yang pernah ditulis, cuma belum selesai, atau hanya menuliskan beberapa kalimat ke bentuk draft blog post sebagai wadah ide yang pernah muncul di kepala ini, yang niatnya mau ditulis lengkap dan nanti di-publish. Yah intinya waktu yang ada sudah terpakai untuk kesibukan kerja, kadang beberes rumah, bantu istri, dan bermain sama keluarga pula, apalagi godaan nonton film+serial di streaming satu itu juga besar ditambah kadang sesekali push-rank di game 😀


Meski kenyataannya frekuensi menulis blog (dan artikel blog-nya selesai lalu sudah di-publish ke publik) cuma bisa dihitung dengan jari, kadang kalau ketemu teman lingkaran pekerjaan atau orang yang bukan inner circle yang tahu soal blog ini lucunya saya dibilang blogger, padahal ya saya juga sudah tidak berani menyandang julukan tersebut, wong kurang aktif dan tidak seproduktif tahun-tahun sebelumnya plus ditambah era wabah pandemi yang beberapa aktivitas biasanya menjadi sumber inspirasi tulisan blog juga berkurang, yaa maklum saya suka jalan-jalan, moto-moto ala streetphotography plus berusaha berinteraksi dengan sekitarnya, kulineran, dan datang ke acara or tempat yang seru! Namun ya nggak bisa melakukan hal tersebut karena harus menerapkan prokes dan jaga keselamatan diri pula.


So, hingga pertengahan tahun 2021, untuk blog tercinta ini sempat diisi content yang beragam, contohnya ada beberapa mini personal project yang coba dijalankan, salah satunya iseng ketika mainin bikin landing page ala Linktree yang sempat didokumentasikan di artikel blog ini. Selain itu, pernah mendapat kesempatan menjadi narasumber di salah satu event online untuk berbagi ke komunitas perihal dunia kerja yang artikelnya membahas mengenai digital product management bisa dicek dimari ya. Kemudian artikel blog terakhir soal apa saja yang harus dilakukan kalau punya komputer atau laptop baru, yang bagian berdasar pengalaman pribadi.


Blog ini kedepannya kemungkinan memang akan tetap membahas ke topik digital dan teknologi yang kadang membahas soal fotografi dan topik turunannya, di sisi lain ingin eksplorasi satu-dua ke arah bahasan yang sedikit berbeda atau malah mengangkat minat saya yang belum pernah dibahas di blog, bisa jadi kearah bahasan pendidikan (jadi ingat personal project threnggara dan durabita!) dan hal turunannya atau formatnya jadi review ke dunia hiburan/hobi kembali ke format blog terdahulu, so nanti kita lihat saja yah!


Dari cerita diatas maka eksistensi blog ini menurut saya sifatnya jangka panjang dengan tujuan menyalurkan hobi dengan sharing melalui tulisan artikel blog, lagipula kadang jadi dokumentasi ‘slice of life’ pula. Lagipula sepertinya sifatnya pun positif dan content yang saya tulis sepengetahuan saya juga ‘aman’, jadi semoga kedepannya paling tidak dari sisi kuantitas artikel blog dan kalau bisa kualitasnya dari sudut pandang saya pribadi ada peningkatan positif.. wish me luck yah 🙂

Update Info Landing Page ala Linktree Wanna Be (Project L3)

Dalam kurun seminggu terakhir di sela-sela kesibukan pekerjaan & keseharian, saya mencoba mengerjakan personal project untuk membuat landing page ala tool Linktree dengan berbagai motif dan latar belakang  yang bisa dibaca lebih detail di artikel blog saya sebelumnya disini.

Di awal project ini sebenarnya mencoba inventaris semua task pekerjaan di JIRA sebagai bagian dari planning activity, cuma dengan berjalannya waktu, maka ada beberapa task yang perlu disesuaikan sehingga project dapat terus berjalan  untuk berusaha mencapai goal-nya.

Next section akan saya update info secara garis besar untuk menjelaskan prosesnya sekaligus sebagai dokumentasi project ini.

Bikin Landing Page

Untuk pembuatan landing page karena ini sifatnya satu page dan sifatnya statis, maka akan menggunakan tipe content ‘page’ sesuai engine website WordPress dengan theme standar WP serta dengan menggunakan pengaturan text dan image standar. Sesuai nature landing page ala Linktree tersebut, maka page tersebut ditujukan untuk diakses via perangkat mobile (mobile first – mobile optimized), maka tampilannya scrollable dari atas ke bawah vertikal.

Percha Linktree One Landing Page

Ketika pengerjaan bikin landing page ini ternyata ada satu kendala bahwa image yang disisipkan (embedd) tidak bisa dimasukkan sebuah link, maksudnya yaitu membuat sebuah image yang clickable link, padahal di WP sendiri ada tool menyisipkan link didalam image, namun tidak berfungsi setelah beberapa kali dicoba. Solusi atas isu diatas, maka dibuat script code HTML sederhana agar bisa membuat clickable image agar visitor bisa klik link di image-nya.

Bikin creative asset & handle digital growth things

Pembuatan creative asset seperti image yang diposisikan sebagai image icon yang ketika diklik akan membuka link yang dimaksud, maka seluruh pembuatan menggunakan aset image yang telah dimiliki dan dibuat template desain box dengan rasio 1:1 dengan menggunakan template standar Canva kemudian diekspor dan dilakukan size optimzing dengan Tinyjpg agar ukurannya terkompress tanpa mengabaikan kualitas image-nya.

IG sayapercha

Selain soal imaga juga diatur strukturnya sesuai kebutuhan, yaitu untuk blog berada diatas sebagai rumah digital, kemudian disusul media sosial, lalu kumpulan artikel blog terpilih, dan diakhir berupa form kontak untuk membuka jalur komunikasi awal selain email resmi blog.

Setelah beragam hal terkait creative, maka saya pun mencoba riset untuk tool tersebut, tentunya mencoba Linktree dan menggali informasi tool sejenis seperti about.me, Yubi, Desty, Tapbio, dsb. untuk mendapat gambaran umum layanan sejenis. Dari riset tersebut tentunya semuanya memiliki keseragaman yaitu praktis dalam membuat landing page sederhana dengan beragam desain yang cukup menarik disertai report performance standar.

Kemudian task berikutnya collect dan setup semua content termasuk artikel link untuk dibuat short link-nya menggunakan Bitly, agar bisa nanti di-track performance trafficnya, dan mudah disebar ke berbagai channel/media sosial. Setelah itu, di-update content tersebut disertai image tadi untuk masuk ke pembuatan landing page ala Linktree tersebut. Setelah semua beres, maka masuk untuk penulisan artikel ini untuk update progress sekaligus dokumentasi atas project L3 ini.

Track & Monitor aka PMO-ing

Salah satu motif untuk menjalankan project L3 ini, yaitu mencoba & implementasi langsung menggunakan tool Atlassian Jira sebagai tool untuk track & monitor versi free-nya, yang 75% mirip dengan fitur corporate yang berbayar yang biasanya saya pakai untuk kerjaaan kantoran pas di startup, dan pakai Toggl untuk tracking waktu pekerjaan tersebut

Linktree JIRA Percha

Untuk project ini seharusnya sesuai planning dikerjakan estimasi selesai pada akhir April-awal Mei dan setelah melihat task-task sekaligus  riset dan review kelengkapan content, termasuk keberuntungan adanya waktu berlebih yang tersedia dan penyesuaian atas task yang perlu diubah/diparkir karena dianggap tidak perlu dilanjutkan atau sudah selesai. So dari sikon tersebut, maka landing page-nya ala Linktree ini telah selesai versi kali ini dan bahkan sudah dilakukan update link di profil Instagram, sehingga diperkirakan di akhir minggu depan sudah beres.

Melihat situasi tersebut, maka sudah bisa dikatakan 80-90% project ini sudah selesai dan sudah berjalan soft-launching or beta version, tersisa task terkait content artikel, update page, hingga review performance dan PMO task lainnya.


Percha One Landing Page bisa diakses melalui tautan ini


Membuat Landing Page Linktree Wannabe di Blog Pribadi (Project L3)

Dalam beberapa tahun terakhir, beragam tool dan layanan digital terkait pembuatan sebuah landing page yang berisi semacam list direktori yang menampung semua link terkait digital presence kita bermunculan, salah satu yang populer digunakan di media sosial Instagram yaitu Linktree.

 

ardika percha - Linktree adalah
Linktree adalah.. (Source: https://linktr.ee/)

 

Latar Belakang & Tujuan

Dengan semakin populer pembuatan Linktree, saya melihat Linktree tersebut sebenarnya sebuah layanan pembuatan landing page yang cepat, mudah, praktis, dan canggih jika saya tidak bisa memiliki sebuah website atau lebih simplenya, Linktree seperti layanan WordPress, Squarespace, Wix dan segala rupanya ketika jaman bahula dulu orang perlu membuat dan memiliki sebuah website atau blog.

Konsep dan solusi Linktree bukanlah hal yang baru, karena di ketika jaman Tumblr sebenarnya ada fitur seperti tersebut CMIIW, dan Tumblr pun (menurut saya) ketika itu menjadi sebuah rumah online yang bentuknya lebih sederhana, praktis, dan lebih less effort dibandingkan misalnya bikin blog di WordPress, yang menurut saya WordPress sudah sangat user friendly dan lebih mudah untuk membuat sebuah blog, yang akhirnya Wix dan Squarespace menawarkan yang lebih praktis.

Dari ide tersebut kenapa saya tidak coba buat landing page semacam itu di halaman Blog saya yang berisi direktori dan informasi terkait blog beserta turunannya. WHY mau melakukan hal ini? coba saya list yang mendorong mau melakukan hal ini :

  1. maintain blog.. ultimate goal & my current north star, eksekusinya bisa di buat page & turunannya, sama pembuatan artikel
  2. coba jadi pansos 😀 di medsos dan coba narikin traffic dari channel lain ke blog, karena landing page semacam Linktree ini diasumsikan akan diakses agar bisa disebar (bisa di WA,  email, dsb) dan terpampang di akun media sosial, khususnya di bagian profile bio, jadi ada traffic dari hal tersebut
  3. sesuai yang di mention #1 soal artikel blog, maka asah kembali untuk menulis artikel blog khususnya kaitan dengan digital, dan kalau bisa serempet produk sih. Plan-nya ya kayak artikel blog ini ada seri artikel terkait project ini
  4. mengasah kembali skill digital sekaligus skill proyekan, maka inisiatif ini dianggap menjadi sebuah personal project
  5. nyambung poin #2, untuk eksekusi project ini sekaligus nyobain tool Atlassian versi free personal (dibandingkan dipakai di kerjaan full time kantor yang versi paid) yaitu JIRA untuk project & task management dan Confluence untuk wiki dokumentasi jika dibutuhkan, nanti lihat juga pelru sejauh itu, atau hanya perlu update artikel blog dengan filter informasi sifatnya publik saja.
  6. relate sama poin #3 maka nyobain tool lama rasa baru untuk time tracker yaitu Toggl, untuk ukur waktu & produktivitas

Continue reading Membuat Landing Page Linktree Wannabe di Blog Pribadi (Project L3)

JX Indonesia, sebagai Teman Online Seller

Ketika masa pandemi seperti sekarang ini, salah satu aktivitas yang meningkat pesat yaitu aktivitas berbelanja online melalui berbagai ecommerce dan media sosial. Hal ini pun sesuai dengan data yang dilansir oleh Markeeters (marketeers.com, 2019) pertumbuhan bisnis ecommerce meningkat hingga 151% dan dengan pertumbuhan yang pesat tersebut membuat kebutuhan akan layanan logistik pun juga meningkat drastis.

Dengan melihat tren positif dan potensi yang ada selaku seller online harus terus berkembang dan mengelola bisnisnya secara tepat. Salah satu fungsi yang penting dalam pengelolaan bisnis online, tidak hanya faktor produk dan pemasarannya, namun juga pada lini distribusi produk, dalam hal ini pengiriman ke konsumen akhir yang menggunakan jasa logistik pengiriman barang.

 

JX Indonesia sebagai teman online seller

Dengan beragamnya layanan logistik yang telah hadir di Indonesia, salah satunya yaitu JX Indonesia yang mencuri perhatian khalayak Indonesia dengan hadirnya berbagai layanan inovatif disertai program promo yang menarik. JX Indonesia telah hadir dengan nama berbeda yang sebelumnya dikenal sebagai J-Express yang bernaung di bawah bendera perusahaan PT Jaya Ekspress Transindo sejak tahun 2015. Saya pribadi mengenal beberapa tahun lalu J-Express karena berbelanja di JD.ID dan sempat juga menggunakan jasa #JXIndonesia untuk mengirim maupun menerima barang kiriman dari berbagai tempat dan pihak terkait.

JX Indonesia pada awalnya eksklusif melayani pengiriman ecommerce JD.ID, namun pada tahun 2018 mulai membuka layanan pengiriman ke pebisnis online & UMKM, lalu pada tahun 2019 JX Indonesia bergabung menjadi bagian dari GOJEK. Dari beberapa aksi korporasi terakhir JX Indonesia telah melakukan beberapa pembaruan untuk bersaing serta menjadi pemain penting dalam bisnis logistik Indonesia, dan dengan sejumlah pengalaman sekian tahun JX Indonesia memposisikan dirinya sebagai #temanonlineseller yang membantu pelaku bisnis online dan UMKM dengan menyediakan berbagai layanan dan program promosi yang inovatif. Sebagai online seller seperti kita, bisa terbantu dengan adanya program promo dan bisa saling bekerja sama kedepannya antara pelaku bisnis online dan mitra logistik pengiriman barang JX Indonesia.

Service Utama JX Indonesia

#JXIndonesia memiliki beragam layanan logistik yaitu layanan B2B, last mile delivery, kargo,  dan cross border last mile. Selain itu, JX Indonesia memiliki tiga layanan metode pembayaran yaitu regular, COD (Cash On Delivery), CSOD (Cash Swipe On Delivery)  yang memberikan kemudahan dalam proses pembayaran. Layanan COD yang memudahkan bagi bagi sebagian orang dalam melakukan pembayaran secara cash di tempat, bisa dilakukan dengan melakukan pembayaran uang cash maupun dengan pembayaran melalui mesin EDC.Adanya service utama dan layanan COD yang populer, maka JX Indonesia dapat memberikan layanan pengiriman  dan COD terbaik, hal ini dapat dirasakan kita sebagai online seller.

Alasan Memilih JX Indonesia

System support JX Indonesia meliputi: Website dan aplikasi tracking untuk customer (aplikasi dapat diunduh di PlayStore dan Apple Store), Seller Dashboard untuk seller yang sudah menjadi klien JX Indonesia untuk keperluan operasional pengiriman seperti pick-up request, dan aplikasi khusus kurir. Distribution Center (DC) JX Indonesia berada di kota Jakarta (berlokasi di Kawasan Industri Marunda), Semarang, Surabaya, Makassar,, Pontianak, dan Medan. Dengan beragamnya fasilitas tersebut, JX Indonesia memiliki tingkat kesuksesan pengiriman intracity (Jabodetabek) JX Indonesia mencapai 96% dan intercity (luar kota) mencapai 87%.

Continue reading JX Indonesia, sebagai Teman Online Seller

Begini caranya bijak bermedia sosial : Menangkal Hoax

 

10 bahkan mungkin 5 tahun lalu, pengguna handphone dan social media enggak sebanyak sekarang. Pertumbuhan pengguna social media dan handphone pada masyarakat, selain dipengaruhi oleh perbaikan ekonomi juga dipengaruhi oleh fungsi dan kebutuhan masyarakat. Sayangnya, selain memberikan pengaruh yang baik, penggunaan social media dan handphone pada masyarakat juga memberikan pengaruh buruk. Salah satunya adalah dengan maraknya penyebaran hoax atau berita bohong.

“Eh tau enggak, si A dipukulin fansnya grup Korea kemaren?” Tau dong kejadian rapper yang kemaren ngaku dipukuli padahal bohong ini? Saya yakin enggak sedikit yang kemakan kebohongan dia. Makanya, kita harus pinter-pinter buat memfilter biar bisa menangkal hoax yang disebarkan oleh siapapun, ya.

Nah, biar enggak kemakan isu dan gampang percaya sama hoax, berikut saya bagikan tips buat kamu ya untuk menangkal hoax ya:

  1. Berita hoax biasanya dikasih judul yang click bait atau menipu agar sensasional dan provokatif. Kalo kamu nemu berita macam gini, sebaiknya cari referensi berita yang berkaitan dari situs online resmi, lalu bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Hal ini dilakuin supaya kamu bisa tau kebenarannya dan bisa menarik kesimpulan yang lebih terpercaya dan berimbang.
  2. Biasanya temen-temen mendapatkan informasi dari social media ataupun situs pemberitaan. Untuk informasi yang diperoleh dari situs pemberitaan yang mencantumkan link atau mengklaim berasal dari situs tertentu, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apakah ada di dalam situs tersebut ataukah tidak. Jika berupa URL,  kalau berasal dari situs yang belum diverifikasi institusi pers resmi, atau hanya domain blog, menurut saya informasinya bisa jadi meragukan. Dewan Pers mengatakan bahwa di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita, namun yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tidak lebih dari 300.
  3. Penulisan narasi untuk berita biasanya mengungkapkan berbagai fakta. Fakta tersebut perlu divalidasi ke sumbernya dulu lho. Saran saya gunakan metode 5W 1H untuk mengecek fakta tersebut dan carilah sumbernya dari mana, apakah ada narasumber atau saksi langsung. Atau apakah berasal dari institusi resmi. Sebaiknya jangan lekas percaya apabila informasi bersal dari individu seperti pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat.
  4. Di zaman now, biasanya berita dilengkapi dengan foto. Hal ini berdampak pada manipulasi yang dilakukan. Enggak cuma teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Kadang penyebar hoax mengedit foto untuk memprovokasi pembaca. Buat ngcek foto tersebut, selain meneliti gambar, kamu bisa manfaatin memanfaatkan mesin pencari Google.
  5. Biar hoax enggak semakin merajalela, saran saya kalau kamu menemukan informasi hoax, kamu langsung bisa melaporkan hoax tersebut. Jika di media social, misalnya Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika banyak yang melapor biasanya Facebook akan menghapus konten tersebut.

 

Unsplash

 

Media sosial bagai pisau bermata dua, dapat  menjadi peluang positif dan bermanfaat bagi diri sendiri serta orang sekitar, namun bisa berpotensi negatif dan merugikan banyak orang. Kita sendiri sebagai pribadi yang haru lebih bijaksana dalam memanfaatkan media tersebut. Selain adanya content positif dan memberikan manfaat sekaligus inspirasi bagi banyak orang, di sisi lain banyak kita temukan berita yang cenderung negatif bahkan bisa ditemukan berita palsu yang menyesatkan.

Continue reading Begini caranya bijak bermedia sosial : Menangkal Hoax

Hari Esok Blog ArdikaPercha.com

 

Berasa di galeri.

A post shared by Ardika Percha (@sayapercha) on

 

Alhamdulillah.. begitulah gumaman saya ketika kembali mengakses halaman admin blog tercinta ini, maklum “penyakit lama” kembali menjangkiti, yaitu semangat & kuota waktu ngeblog yang naik turun bak rollercoaster, meski di tahun 2017 ini, ada “prestasi” yang dicapai untuk soal ngeblog ini. Prestasinya seperti rejeki ngeblog meski masih dibilang receh tersebut, namun kalau dihitung-hitung paling tidak sudah menutup biaya hosting & domain setahun di Dewaweb yang kece ini, sekali lagi mengucap ALHAMDULILLAH!

Anyway tahun ini sepertinya tulisan berbau kaleidoskop kemungkinan besar akan terlewat deadline, padahal sudah menjadi tradisi bakal menerbitkan artikel blog macam itu [bisa disimak tulisan kaleidoskop blog jaman lampau], jadi bisa semacam rekapitulasi dan sekaligus semacam report tahunan apa saja yang sudah dilakukan di tahun tersebut.

Berbeda dengan artikel macam kaleidoskop yang (sebenarnya) bisa dibilang tidak bisa move on membahas yang sudah lewat, maka kaleidoskop ala-ala kali ini, saya memikirkan lebih fokus apa yang bisa dilakukan, dibuat, & dihasilkan secara positif plus lebih baik di tahun 2018 nanti, nah pas kebetulan minggu ini ada peringatan Maulid Nabi, selain bershalawat kepada baginda Rasul, juga berdoa semoga hidayah & berkah juga menghampiri saya & keluarga (dan tentunya blog ini :D).

Dengan segala kekurangan & ketidaksempurnaan yang ada, saya berencana di tahun 2018 untuk blog tercinta yaitu sbb :

  1.  akan memisahkan penulisan artikel blog yang “serius” di domain Utama ini [ardikapercha.com], lalu penulisan artikel blog yang lebih “santai” di sub-domain Jurnal [ardikapercha.com/jurnal]
  2. untuk domain Utama, akan lebih fokus terkait tulisan bertema sbb :
    • Teknologi, karena memang minat & pekerjaan saya dalam lingkup tersebut, yang disebut kategori Tekno. Tekno memiliki  4 sub-kategori, yaitu ;
      1. Aplikasiana : yang mengulas/review berbagai aplikasi/software atau berbagai layanan berbasis internet/digital
      2. Digital : membahas dan mengulas berbagai tren digital & teknologi
      3. Fintech : yang ini khusus membahas perkembangan teknologi finansial, digtal payment, emoney, dsb.
      4. Gadget : yang mengulas/review berbagai hardware, kemungkinan namanya akan coba saya ubah menjadi kata bahasa Indonesia, seperti perkakas atau gawai.
    • Fotografi, ya tentunya membahas hobi saya coba saya tekuni & pelajari dengan lebih serius,  yang disebut kategori Fotografi, yang dibagi menjadi 2 sub-kategori, yaitu Diskusi (yang membahas semua hal terkait fotografi) dan Esai (merupakan karya tulisan fotografi, layaknya cerita foto). Lalu khusus dibagian ini, paling tidak ada ulasan foto yang saya sukai, entah foto milik orang lain, maupun saya sendiri, sekaligus mencicil artikel khusus PerchaPhotogProfile yang fenomenal pernah saya buat dahulu.
    • selain fokus terkait tema tulisan, maka di domain Utama ini akan berisi seluruh tulisan berbau komersial aka paid post, advetorial, atau tulisan promosi lainnya, dan kedepannya akan saya usahakan diberi info terkait hal tersebut jika memungkinkan
    • untuk tulisan dengan tema-tema yang fokus tersebut, maka akan coba saya kopas (baca: copy-paste) ke medsos lainnya, terutama LinkedIn atau Medium, berupa artikel spesifik, apa lagi kalau ada bahan-bahan yang mendukung, seperti ulasan riset yang lebih ringan.
  3. Lalu setelah membaca beberapa artikel di Medium, saya jadi ingin menulis dengan model seperti jurnal harian, dengan bahasa lebih santai, kemudian dengan tone yang “dekat & privat”, meski saya dari dulu saya memang sering menemukan-membaca model blog seperti ini dan bahkan blog saya awalnya dibuat seperti model macam tersebut, seperti “blog curhat” haha :D, cuma dengan pendekatan ala-ala Medium yang bisa memberi sedikit nilai lebih, minimal ke saya sendiri & pembaca yang menyambangi, dan kalau bisa ya ada nyambungnya dengan tema-tema fokus di blog Utama saya.

Seperti foto dari IG saya yang ditempatkan di awal tulisan ini, semua yang saya kerjakan & tulis di blog ini bisa menjadi sebuah foto-foto yang dibingkai dan ditempatkan di dinding, lalu bisa saya nikmati, syukur-syukur bisa memberi manfaat ke orang lain.. semoga yah :).

Kalau Anda, apakah ada rencana khusus di tahun 2018 yang ingin dicapai? Yuk, jika berkenan monggo saling sharing ya, nuhun.

Makna Semboyan Kampanye Keselamatan Penerbangan

Sejak tahun 2016 silam, Kementerian Perhubungan menggulirkan kampanye keselamatan penerbangan dengan semboyan SELAMANYA. Semboyan ini ternyata memiliki makna yang sangat penting, yaitu Selamat, Aman, dan Nyaman.

Adanya semboyan ini adalah untuk mengajak masyarakat untuk lebih peduli tentang keselamatan, keamanan, dan kenyamanan ketika melakukan penerbangan. Hal itu hanya bisa dicapai ketika masyarakat mau ambil bagian dan turut serta dalam program kampanye tersebut.

Lalu bagaiamana cara keikutsertaannya? Yaitu dengan cara masyarakat melakukan hal-hal yang bisa membuat keamanan, keselamatan, serta kenyamanan dalam penerbangan, baik itu sebelum melakukan penerbangan, saat pesawat sedang mengudara, juga saat pesawat sudah mendarat atau landing.

Mungkin masyarakat berpikir bahwa keberadaan mereka hanyalah sebagai konsumen maskapai penerbangan saja, padahal keikutsertaan masyarakat dalam kampanye ini juga sangatlah penting. Keikutsertaan masyarakat yang besinergi dengan pemerintah tentunya akan bisa menjadikan penerbangan Indonesia aman, selamat, dan nyaman.

Dukungan dari pemerintah pun tentunya akan terus ditingkatkan seperti pembuatan regulasi keselamatan serta keamanan penerbangan yang dilakukan oleh operator, kemudian mengawasi proses secara rutin serta berkesinambungan, memperbaiki peralatan navigasi yang ada, peningkatan infrastruktur bandara agar standar keselamatan serta keamanan penerbangan bisa terpenuhi dengan baik.

Dalam masa kampanye tersebut, ternyata penerbangan Indonesia telah mencapai beberapa hal penting dalam bidang keselamatan serta keamanan penerbangan, yaitu:

  1. Federal Aviation Authority telah menetapkan bahwa keselamatan penerbangan Indonesia masuk dalam kategori 1 atau Comply with International Rule. Adanya penetapan tersebut tentunya menunjukkan bahwa keselamatan penerbangan yang ada di Indonesia sudah sesuai dengan standar yang dimiliki oleh FAA. Oleh sebab itu, maskapai penerbangan Indonesia sudah bisa melayani rute penerbangan dari atau ke Amerika Serikat.
  2. Beberapa maskapai Indonesia sudah diberikan izin oleh Operating Ban untuk bisa terbang ke Benua Eropa.

 

Capaian-capaian tersebut tentunya merupakan kabar gembira dan tentunya harus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan, meski hal itu tentunya tidak mudah dan tentunya butuh kerja yang lebih keras dari semua stakeholder. Baik itu dari pemerintah sebagai regulator, operator penerbangan, serta peran masyarakat sebagai pengguna jasa penerbangan.

 

Sebagai regulator, pemerintah harus mengupayakan secara maksimal tugas-tugasnya, yaitu:

  1. Menerbitkan Aturan yang berkaitan dengan penerbangan.
  2. Menerbitkan sertifikasi dan pengawasan.

Tanggung jawab pemerintah terhadap keselamatan transportasi udara juga harus lebih ditingkatkan, yaitu dengan pelaksaan hal-hal berikut ini:

  1. Menjamin sarana transportasi untuk memenuhi syarat keselamatan.
  2. Melakukan pengawasan terhadap pemenuhan peraturan keselamatan.
  3. Penegakan hukum

Sedangkan untuk peran operator sendiri harus memenuhi tugas dan tanggung jawabnya sebagai berikut:

  1. Wajib mematuhi dan menerapkan regulasi dalam setiap hal yang berkaitan dengan penerbangan.
  2. Menjalankan program serta prosedur keselamatan dan keamanan penerbangan sipil sesuai dengan UU no. 1 tahun 2009.

Selain  peran pemerintah dan operator, peran masyarakat untuk mendukung kampanye keselamatan penerbangan juga sangatlah penting, yaitu:

Sebelum Penerbangan:

  1. Tidak membawa barang-barang terlarang.
  2. Mengikuti prosedur keamanan dengan melewati pos pemeriksaan.

Selama Penerbangan:

  1. Mematuhi petunjuk awak kabin.
  2. Tidak mengaktifkan ponsel.
  3. Tidak bercanda soal bom.
  4. Tidak membuka pintu darurat tanpa perintah awak pesawat.
  5. Membaca Petunjuk Keselamatan yang tersedia.

Setelah Penerbangan:

  1. Menggunakan ponsel setelah tiba di gedung terminal.
  2. Tidak membuka sabuk keselamatan dan tidak berdiri sebelum diperbolehkan awak kabin.
  3. Tidak mengambil alat-alat keselamatan yang ada di bandara dan pesawat.

Tugas dan tanggung jawab stakeholder tersebut tentunya sesuai dengan makna semboyan kampanye keselamatan penerbangan yang mengedepankan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan dalam penerbangan.

5 Cara Berlibur A la Percha

Bagi sebagian orang, namanya berlibur pasti ke tempat-tempat eksotis dan dengan akomodasi yang keren plus menikmati layanan penginapan di hotel bintang! Tapi sebagian orang berlibur mengunjungi tempat-tempat unik, kulineran, lalu ketika menginap dan beristirahat inginnya tinggal seperti berasa di rumah.

Nah.. kalau saya model liburannya kadang berlibur bisanya ke tempat yang tidak begitu jauh serta waktunya cuma sebentar (karena enggak bisa ambil cuti panjang bro!) dan dilakukan hanya ketika akhir pekan saja, terus kadang-kadang ingin tinggal di suatu tempat yang berasa di rumah sendiri atau lebih privat, semacam rumah, atau villa, atau bahkan apartemen! So.. yuk, simak 5 cara berlibur A la Percha berikut ini.

1. Siapkan anggaran dengan tepat

https://pixabay.com/
https://pixabay.com/

Berlibur tentunya harus disiapkan anggarannya jauh hari dan kalau bisa mendetail, bahkan liburan model mendadak yang pernah saya lakukan pun perlu perencanaan anggaran even last minute, nah yang ini please jangan ditiru 😀

Ketika merencanakan liburan, kalau untuk saya maka diawali dengan bikin anggarannya, lalu kemudian menyiapkan segala hal sudah dibeli atau dikonfirmasi jauh hari, misalnya saya sudah lebih dulu membeli tiket transportasi, lalu merencanakan akomodasi dengan booking tempat penginapan, kemudian survey tempat yang akan kita kunjungi, termasuk kemungkinan range nominal Rupiah yang akan dibelanjakan kalau bisa, dan di beberapa tempat (meski ini masih jarang di Indonesia), bisa memesan tiket masuk ke tempat wisata jauh hari. Dengan perencanaan seperti ini, tidak hanya bikin pikiran saya jadi lebih tenang ketika berangkat liburan nanti, tapi juga bisa mendapat peluang harga yag lebih murah, terkadang ada promo harga murah untuk pemesanan jauh hari, yang ujung-ujungnya anggaran jadi lebih kecil dan bisa jadi kelebihannya untuk ditaruh di slot anggaran pengeluaran liburan yang tak terduga 🙂

2. Tentukan tempat tujuan yang sesuai

Biasanya kalau berlibur model seperti yang saya ceritakan diatas, maka tujuannya nggak jauh-jauh amat dari Jakarta dan bisa dilakukan ketika weekend tanpa perlu ambil cuti kerja lagi, tapi tetap bisa jalan-jalan plus kulineran, asal bisa happy,  bikin foto-foto selfie terus makan enak dan kenyangnya sampai elus-elus perut! 😀

So, tempat tujuan liburan seperti ini biasanya ke jalan-jalan ke kota lain yang unik, contohnya jalan ke sekitar Bogor, ke Bandung, ke Sukabumi, atau misalnya ke Cirebon, atau bahkan ke Singapura sekalian!

Be A Changi Millionaire

A photo posted by Ardika Percha (@sayapercha) on

3. Pilih akomodasi yang tepat

Nah.. setelah menentukan tujuan liburan, sekarang saatnya mencari akomodasi, berupa tempat penginapan model rumahan, villa atau apartemen. Kenapa rumahan? karena dengan menyewa rumah, maka kita bisa mendapat tempat yang lebih luas dibandingkan misalnya kamar hotel pada umunya dan bisa mengajak teman-teman atau keluarga.

So.. dengan akomodasi sepeti ini, tentunya lebih murah jika berlibur berjamaah dan dengan menyewa rumah atau villa bisa jadi pilihan yang tepat, karena kita bisa lebih bebas dan lebih memiliki privasi. Dengan menyewa model seperti ini, maka seisi rumah jadi milik kita sementara, dan bisa kumpul-kumpul di rumah sesuka kita, plus sambil ngobrol ngalor ngidul, sekalian ngemil dan bikin mie instan, dan bisa jadi ngopi-ngopi bikin sendiri di dapur plus sambil main kartu dan main game PS 😀

http://www.travelio.com/
http://www.travelio.com/

 

Untuk urusan ini, saya rekomendasikan Travelio.com untuk pencarian sewa rumah, sewa apartemen, atau sewa villa. Banyak pilihan yang tersedia bagi kita dan disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang kita miliki, lalu menariknya di Travelio kita bisa menawar dari harga yang ada, jadi peluang mendapat harga murah sesuai anggaran kita bisa kesampaian! Dengan menggunakan Travelio, maka kita punya more choice, more space, & more value yang bisa bikin liburan jadi lebih nyaman.

http://www.travelio.com/
http://www.travelio.com/

 

Nah.. agar mendapat tempat penginapan yang keren di Travelio dengan harga yang oke punya, spesial untuk pengunjung tercinta blog ardikapercha.com saya kasih promo diskon berupa kode voucher terlampir. Silahkan langsung ke Travelio.com dan lakukan pemesanan, lalu masukkan kode berikut, kemudian langsung dapatkan promo diskon 40% bro!

Kode Voucher : LIOMORESDORJG21

Untuk syarat & ketentuan penggunaan voucher promo harap dibaca dibagian paling bawah artikel blog ini ya 🙂

4.  Ajak teman berlibur yang asyik

Ardika Percha
Ardika Percha

 

Perjalanan sedekat atau bahkan sejauh apapun, yang penting bisa berbagi momen dengan orang terkasih, dari sahabat, sanak saudara, pasangan, atau liburan bersama keluarga, maka agar liburan makin seru dan memorable, tentunya ajak teman berlibur yang asyik dan kompak! Bahkan ada pepatah antah berantah berbunyi bahwa sebenar-benarnya orang akan terlihat ketika melakukan perjalanan bersama-sama. Nah, kesempatan kali ini ketika berlibur bisa jadi memperkuat hubungan dengan orang-orang terkasih sekaligus melepas penat dan refreshing dengan berlibur.

5. Be positive & just enjoy the show!

Anggaran sudah dibuat, tempat tujuan dan rencana perjalanan sudah ditentukan, lalu akomodasi dan teman liburan juga sudah siap, so sekarang saatnya berangkat menikmati liburan dengan setting mood liburan yang poooollll! So.. apapun yang terjadi selama berlibur, be positive & just enjoy the show!

Petak 9 #jakarta #chinatown #street #instapercha #culture

A photo posted by Ardika Percha (@sayapercha) on

 


https://www.facebook.com/travelioid/videos/1212530688841590/

 

Syarat & ketentuan penggunaan voucher Travelio :

  • Kode hanya bisa digunakan untuk pemesanan tipe properti seperti apartmen, rumah, dan villa yang tersedia di situs Travelio, baik di desktop, mobile web, maupun aplikasinya.
  • Kode voucher tersebut berlaku sampai dengan tanggal 15 Desember 2016 pukul 23.59 WIB.
  • Nilai maksimum diskon yang dapat didapat setiap pelanggan adalah sebesar Rp. 300.000.
  • Setiap pelanggan hanya bisa menggunakan kode voucher sebanyak 1 kali.
  • Kode voucher hanya bisa digunakan oleh pelanggan yang telah registrasi dan login saat melakukan pemesanan.
  • Kode voucher tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya atau dengan penggunaan Travelio reward poin.
  • Travelio berhak membatalkan pemesanan apabila terjadi penyimpangan atau pelanggaran pada Syarat dan Ketentuan ini maupun Syarat dan Ketentuan layanan Travelio.com.