Category Archives: Pembahasan

kategori yang mendiskusikan terkait ulasan suatu topik/tema/subjek yang spesifik

Hari Esok Blog ArdikaPercha.com

 

Berasa di galeri.

A post shared by Ardika Percha (@sayapercha) on

 

Alhamdulillah.. begitulah gumaman saya ketika kembali mengakses halaman admin blog tercinta ini, maklum “penyakit lama” kembali menjangkiti, yaitu semangat & kuota waktu ngeblog yang naik turun bak rollercoaster, meski di tahun 2017 ini, ada “prestasi” yang dicapai untuk soal ngeblog ini. Prestasinya seperti rejeki ngeblog meski masih dibilang receh tersebut, namun kalau dihitung-hitung paling tidak sudah menutup biaya hosting & domain setahun di Dewaweb yang kece ini, sekali lagi mengucap ALHAMDULILLAH!

Anyway tahun ini sepertinya tulisan berbau kaleidoskop kemungkinan besar akan terlewat deadline, padahal sudah menjadi tradisi bakal menerbitkan artikel blog macam itu [bisa disimak tulisan kaleidoskop blog jaman lampau], jadi bisa semacam rekapitulasi dan sekaligus semacam report tahunan apa saja yang sudah dilakukan di tahun tersebut.

Berbeda dengan artikel macam kaleidoskop yang (sebenarnya) bisa dibilang tidak bisa move on membahas yang sudah lewat, maka kaleidoskop ala-ala kali ini, saya memikirkan lebih fokus apa yang bisa dilakukan, dibuat, & dihasilkan secara positif plus lebih baik di tahun 2018 nanti, nah pas kebetulan minggu ini ada peringatan Maulid Nabi, selain bershalawat kepada baginda Rasul, juga berdoa semoga hidayah & berkah juga menghampiri saya & keluarga (dan tentunya blog ini :D).

Dengan segala kekurangan & ketidaksempurnaan yang ada, saya berencana di tahun 2018 untuk blog tercinta yaitu sbb :

  1.  akan memisahkan penulisan artikel blog yang “serius” di domain Utama ini [ardikapercha.com], lalu penulisan artikel blog yang lebih “santai” di sub-domain Jurnal [ardikapercha.com/jurnal]
  2. untuk domain Utama, akan lebih fokus terkait tulisan bertema sbb :
    • Teknologi, karena memang minat & pekerjaan saya dalam lingkup tersebut, yang disebut kategori Tekno. Tekno memiliki  4 sub-kategori, yaitu ;
      1. Aplikasiana : yang mengulas/review berbagai aplikasi/software atau berbagai layanan berbasis internet/digital
      2. Digital : membahas dan mengulas berbagai tren digital & teknologi
      3. Fintech : yang ini khusus membahas perkembangan teknologi finansial, digtal payment, emoney, dsb.
      4. Gadget : yang mengulas/review berbagai hardware, kemungkinan namanya akan coba saya ubah menjadi kata bahasa Indonesia, seperti perkakas atau gawai.
    • Fotografi, ya tentunya membahas hobi saya coba saya tekuni & pelajari dengan lebih serius,  yang disebut kategori Fotografi, yang dibagi menjadi 2 sub-kategori, yaitu Diskusi (yang membahas semua hal terkait fotografi) dan Esai (merupakan karya tulisan fotografi, layaknya cerita foto). Lalu khusus dibagian ini, paling tidak ada ulasan foto yang saya sukai, entah foto milik orang lain, maupun saya sendiri, sekaligus mencicil artikel khusus PerchaPhotogProfile yang fenomenal pernah saya buat dahulu.
    • selain fokus terkait tema tulisan, maka di domain Utama ini akan berisi seluruh tulisan berbau komersial aka paid post, advetorial, atau tulisan promosi lainnya, dan kedepannya akan saya usahakan diberi info terkait hal tersebut jika memungkinkan
    • untuk tulisan dengan tema-tema yang fokus tersebut, maka akan coba saya kopas (baca: copy-paste) ke medsos lainnya, terutama LinkedIn atau Medium, berupa artikel spesifik, apa lagi kalau ada bahan-bahan yang mendukung, seperti ulasan riset yang lebih ringan.
  3. Lalu setelah membaca beberapa artikel di Medium, saya jadi ingin menulis dengan model seperti jurnal harian, dengan bahasa lebih santai, kemudian dengan tone yang “dekat & privat”, meski saya dari dulu saya memang sering menemukan-membaca model blog seperti ini dan bahkan blog saya awalnya dibuat seperti model macam tersebut, seperti “blog curhat” haha :D, cuma dengan pendekatan ala-ala Medium yang bisa memberi sedikit nilai lebih, minimal ke saya sendiri & pembaca yang menyambangi, dan kalau bisa ya ada nyambungnya dengan tema-tema fokus di blog Utama saya.

Seperti foto dari IG saya yang ditempatkan di awal tulisan ini, semua yang saya kerjakan & tulis di blog ini bisa menjadi sebuah foto-foto yang dibingkai dan ditempatkan di dinding, lalu bisa saya nikmati, syukur-syukur bisa memberi manfaat ke orang lain.. semoga yah :).

Kalau Anda, apakah ada rencana khusus di tahun 2018 yang ingin dicapai? Yuk, jika berkenan monggo saling sharing ya, nuhun.

Makna Semboyan Kampanye Keselamatan Penerbangan

Sejak tahun 2016 silam, Kementerian Perhubungan menggulirkan kampanye keselamatan penerbangan dengan semboyan SELAMANYA. Semboyan ini ternyata memiliki makna yang sangat penting, yaitu Selamat, Aman, dan Nyaman.

Adanya semboyan ini adalah untuk mengajak masyarakat untuk lebih peduli tentang keselamatan, keamanan, dan kenyamanan ketika melakukan penerbangan. Hal itu hanya bisa dicapai ketika masyarakat mau ambil bagian dan turut serta dalam program kampanye tersebut.

Lalu bagaiamana cara keikutsertaannya? Yaitu dengan cara masyarakat melakukan hal-hal yang bisa membuat keamanan, keselamatan, serta kenyamanan dalam penerbangan, baik itu sebelum melakukan penerbangan, saat pesawat sedang mengudara, juga saat pesawat sudah mendarat atau landing.

Mungkin masyarakat berpikir bahwa keberadaan mereka hanyalah sebagai konsumen maskapai penerbangan saja, padahal keikutsertaan masyarakat dalam kampanye ini juga sangatlah penting. Keikutsertaan masyarakat yang besinergi dengan pemerintah tentunya akan bisa menjadikan penerbangan Indonesia aman, selamat, dan nyaman.

Dukungan dari pemerintah pun tentunya akan terus ditingkatkan seperti pembuatan regulasi keselamatan serta keamanan penerbangan yang dilakukan oleh operator, kemudian mengawasi proses secara rutin serta berkesinambungan, memperbaiki peralatan navigasi yang ada, peningkatan infrastruktur bandara agar standar keselamatan serta keamanan penerbangan bisa terpenuhi dengan baik.

Dalam masa kampanye tersebut, ternyata penerbangan Indonesia telah mencapai beberapa hal penting dalam bidang keselamatan serta keamanan penerbangan, yaitu:

  1. Federal Aviation Authority telah menetapkan bahwa keselamatan penerbangan Indonesia masuk dalam kategori 1 atau Comply with International Rule. Adanya penetapan tersebut tentunya menunjukkan bahwa keselamatan penerbangan yang ada di Indonesia sudah sesuai dengan standar yang dimiliki oleh FAA. Oleh sebab itu, maskapai penerbangan Indonesia sudah bisa melayani rute penerbangan dari atau ke Amerika Serikat.
  2. Beberapa maskapai Indonesia sudah diberikan izin oleh Operating Ban untuk bisa terbang ke Benua Eropa.

 

Capaian-capaian tersebut tentunya merupakan kabar gembira dan tentunya harus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan, meski hal itu tentunya tidak mudah dan tentunya butuh kerja yang lebih keras dari semua stakeholder. Baik itu dari pemerintah sebagai regulator, operator penerbangan, serta peran masyarakat sebagai pengguna jasa penerbangan.

 

Sebagai regulator, pemerintah harus mengupayakan secara maksimal tugas-tugasnya, yaitu:

  1. Menerbitkan Aturan yang berkaitan dengan penerbangan.
  2. Menerbitkan sertifikasi dan pengawasan.

Tanggung jawab pemerintah terhadap keselamatan transportasi udara juga harus lebih ditingkatkan, yaitu dengan pelaksaan hal-hal berikut ini:

  1. Menjamin sarana transportasi untuk memenuhi syarat keselamatan.
  2. Melakukan pengawasan terhadap pemenuhan peraturan keselamatan.
  3. Penegakan hukum

Sedangkan untuk peran operator sendiri harus memenuhi tugas dan tanggung jawabnya sebagai berikut:

  1. Wajib mematuhi dan menerapkan regulasi dalam setiap hal yang berkaitan dengan penerbangan.
  2. Menjalankan program serta prosedur keselamatan dan keamanan penerbangan sipil sesuai dengan UU no. 1 tahun 2009.

Selain  peran pemerintah dan operator, peran masyarakat untuk mendukung kampanye keselamatan penerbangan juga sangatlah penting, yaitu:

Sebelum Penerbangan:

  1. Tidak membawa barang-barang terlarang.
  2. Mengikuti prosedur keamanan dengan melewati pos pemeriksaan.

Selama Penerbangan:

  1. Mematuhi petunjuk awak kabin.
  2. Tidak mengaktifkan ponsel.
  3. Tidak bercanda soal bom.
  4. Tidak membuka pintu darurat tanpa perintah awak pesawat.
  5. Membaca Petunjuk Keselamatan yang tersedia.

Setelah Penerbangan:

  1. Menggunakan ponsel setelah tiba di gedung terminal.
  2. Tidak membuka sabuk keselamatan dan tidak berdiri sebelum diperbolehkan awak kabin.
  3. Tidak mengambil alat-alat keselamatan yang ada di bandara dan pesawat.

Tugas dan tanggung jawab stakeholder tersebut tentunya sesuai dengan makna semboyan kampanye keselamatan penerbangan yang mengedepankan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan dalam penerbangan.

5 Cara Berlibur A la Percha

Bagi sebagian orang, namanya berlibur pasti ke tempat-tempat eksotis dan dengan akomodasi yang keren plus menikmati layanan penginapan di hotel bintang! Tapi sebagian orang berlibur mengunjungi tempat-tempat unik, kulineran, lalu ketika menginap dan beristirahat inginnya tinggal seperti berasa di rumah.

Nah.. kalau saya model liburannya kadang berlibur bisanya ke tempat yang tidak begitu jauh serta waktunya cuma sebentar (karena enggak bisa ambil cuti panjang bro!) dan dilakukan hanya ketika akhir pekan saja, terus kadang-kadang ingin tinggal di suatu tempat yang berasa di rumah sendiri atau lebih privat, semacam rumah, atau villa, atau bahkan apartemen! So.. yuk, simak 5 cara berlibur A la Percha berikut ini.

1. Siapkan anggaran dengan tepat

https://pixabay.com/
https://pixabay.com/

Berlibur tentunya harus disiapkan anggarannya jauh hari dan kalau bisa mendetail, bahkan liburan model mendadak yang pernah saya lakukan pun perlu perencanaan anggaran even last minute, nah yang ini please jangan ditiru 😀

Ketika merencanakan liburan, kalau untuk saya maka diawali dengan bikin anggarannya, lalu kemudian menyiapkan segala hal sudah dibeli atau dikonfirmasi jauh hari, misalnya saya sudah lebih dulu membeli tiket transportasi, lalu merencanakan akomodasi dengan booking tempat penginapan, kemudian survey tempat yang akan kita kunjungi, termasuk kemungkinan range nominal Rupiah yang akan dibelanjakan kalau bisa, dan di beberapa tempat (meski ini masih jarang di Indonesia), bisa memesan tiket masuk ke tempat wisata jauh hari. Dengan perencanaan seperti ini, tidak hanya bikin pikiran saya jadi lebih tenang ketika berangkat liburan nanti, tapi juga bisa mendapat peluang harga yag lebih murah, terkadang ada promo harga murah untuk pemesanan jauh hari, yang ujung-ujungnya anggaran jadi lebih kecil dan bisa jadi kelebihannya untuk ditaruh di slot anggaran pengeluaran liburan yang tak terduga :)

2. Tentukan tempat tujuan yang sesuai

Biasanya kalau berlibur model seperti yang saya ceritakan diatas, maka tujuannya nggak jauh-jauh amat dari Jakarta dan bisa dilakukan ketika weekend tanpa perlu ambil cuti kerja lagi, tapi tetap bisa jalan-jalan plus kulineran, asal bisa happy,  bikin foto-foto selfie terus makan enak dan kenyangnya sampai elus-elus perut! 😀

So, tempat tujuan liburan seperti ini biasanya ke jalan-jalan ke kota lain yang unik, contohnya jalan ke sekitar Bogor, ke Bandung, ke Sukabumi, atau misalnya ke Cirebon, atau bahkan ke Singapura sekalian!

Be A Changi Millionaire

A photo posted by Ardika Percha (@sayapercha) on

3. Pilih akomodasi yang tepat

Nah.. setelah menentukan tujuan liburan, sekarang saatnya mencari akomodasi, berupa tempat penginapan model rumahan, villa atau apartemen. Kenapa rumahan? karena dengan menyewa rumah, maka kita bisa mendapat tempat yang lebih luas dibandingkan misalnya kamar hotel pada umunya dan bisa mengajak teman-teman atau keluarga.

So.. dengan akomodasi sepeti ini, tentunya lebih murah jika berlibur berjamaah dan dengan menyewa rumah atau villa bisa jadi pilihan yang tepat, karena kita bisa lebih bebas dan lebih memiliki privasi. Dengan menyewa model seperti ini, maka seisi rumah jadi milik kita sementara, dan bisa kumpul-kumpul di rumah sesuka kita, plus sambil ngobrol ngalor ngidul, sekalian ngemil dan bikin mie instan, dan bisa jadi ngopi-ngopi bikin sendiri di dapur plus sambil main kartu dan main game PS 😀

http://www.travelio.com/
http://www.travelio.com/

 

Untuk urusan ini, saya rekomendasikan Travelio.com untuk pencarian sewa rumah, sewa apartemen, atau sewa villa. Banyak pilihan yang tersedia bagi kita dan disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang kita miliki, lalu menariknya di Travelio kita bisa menawar dari harga yang ada, jadi peluang mendapat harga murah sesuai anggaran kita bisa kesampaian! Dengan menggunakan Travelio, maka kita punya more choice, more space, & more value yang bisa bikin liburan jadi lebih nyaman.

http://www.travelio.com/
http://www.travelio.com/

 

Nah.. agar mendapat tempat penginapan yang keren di Travelio dengan harga yang oke punya, spesial untuk pengunjung tercinta blog ardikapercha.com saya kasih promo diskon berupa kode voucher terlampir. Silahkan langsung ke Travelio.com dan lakukan pemesanan, lalu masukkan kode berikut, kemudian langsung dapatkan promo diskon 40% bro!

Kode Voucher : LIOMORESDORJG21

Untuk syarat & ketentuan penggunaan voucher promo harap dibaca dibagian paling bawah artikel blog ini ya :)

4.  Ajak teman berlibur yang asyik

Ardika Percha
Ardika Percha

 

Perjalanan sedekat atau bahkan sejauh apapun, yang penting bisa berbagi momen dengan orang terkasih, dari sahabat, sanak saudara, pasangan, atau liburan bersama keluarga, maka agar liburan makin seru dan memorable, tentunya ajak teman berlibur yang asyik dan kompak! Bahkan ada pepatah antah berantah berbunyi bahwa sebenar-benarnya orang akan terlihat ketika melakukan perjalanan bersama-sama. Nah, kesempatan kali ini ketika berlibur bisa jadi memperkuat hubungan dengan orang-orang terkasih sekaligus melepas penat dan refreshing dengan berlibur.

5. Be positive & just enjoy the show!

Anggaran sudah dibuat, tempat tujuan dan rencana perjalanan sudah ditentukan, lalu akomodasi dan teman liburan juga sudah siap, so sekarang saatnya berangkat menikmati liburan dengan setting mood liburan yang poooollll! So.. apapun yang terjadi selama berlibur, be positive & just enjoy the show!

Petak 9 #jakarta #chinatown #street #instapercha #culture

A photo posted by Ardika Percha (@sayapercha) on

 


 

Syarat & ketentuan penggunaan voucher Travelio :

  • Kode hanya bisa digunakan untuk pemesanan tipe properti seperti apartmen, rumah, dan villa yang tersedia di situs Travelio, baik di desktop, mobile web, maupun aplikasinya.
  • Kode voucher tersebut berlaku sampai dengan tanggal 15 Desember 2016 pukul 23.59 WIB.
  • Nilai maksimum diskon yang dapat didapat setiap pelanggan adalah sebesar Rp. 300.000.
  • Setiap pelanggan hanya bisa menggunakan kode voucher sebanyak 1 kali.
  • Kode voucher hanya bisa digunakan oleh pelanggan yang telah registrasi dan login saat melakukan pemesanan.
  • Kode voucher tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya atau dengan penggunaan Travelio reward poin.
  • Travelio berhak membatalkan pemesanan apabila terjadi penyimpangan atau pelanggaran pada Syarat dan Ketentuan ini maupun Syarat dan Ketentuan layanan Travelio.com.

 

Saya Dan Transportasi Publik

Tinggal dan bekerja di sekitar ibukota Jakarta, kita perlu taktik khusus agar bisa berkomuter dari satu tempat ke tempat yang lain dengan efektif dan efisien.  Dengan sarana transportasi yang terbatas, lalu pengelolaan dan pelayanan yang belum optimal, maka saya sehari-hari biasa menggunakan kombinasi berbagai moda transportasi publik, mulai dari mikrolet, angkot, bis, kereta, taksi, sampai ojek.

Saya Dan Transportasi Publik

Setiap harinya saya menggunakan jasa Commuter Line, untuk berkomuter dari rumah ke kantor PP, dan seperti yang saya tulis di artikel saya sebelumnya disini [Baca artikel : Keretaku Commuterlineku], ketergantungan saya terhadap moda transportasi satu itu pun memang tinggi, dan  dengan menggunakan kereta rel listrik, menurut saya merupakan moda transportasi yang paling efektif digunakan dari kota-kota satelit (baca: daerah pinggiran) macam Depok, Bogor, Citayam, Bojong Gede, Bekasi, Tangerang, dkk., menuju Jakarta dengan cepat dan murah plus ramah lingkungan!

Yang menjadi “sedikit perjuangan”, yaitu ketika perjalananan dari stasiun tujuan ke kantor,  dan saya tetap tak bisa lepas dari kemacetan ibukota yang sudah akut macam kanker stadium tiga! Dahulu, saya menggunakan jasa mikrolet (baca: angkot), lalu terkadang menggunakan bis macam Kopaja atau Metro Mini, dan jika sudah buru-buru dan terlambat, maka pilihan ojek menjadi pilihan terbaik untuk mencapai tujuan, meski saya terpaksa mengeluarkan dana lebih untuk memanfaatkan jasa ojek tersebut.

 

 

Juru Selamat & Sang Messiah (Transportasi Publik) : Layanan Transporatasi Online

Ketika transportasi publik mengalami stagnasi dan kebuntuan, meski ada kabar gembira dan cukup positif dengan adanya  perkembangan Commuter Line, ternyata hadir layanan yang selama ini yang saya jadikan alternatif terakhir untuk melengkapi moda transportasi yang ada, yaitu hadirnya layanan ojek online yang diakses melalui aplikasi.

Seperti ulasan saya di artikel blog ini [Baca artikel : 7 Layanan Ojek Fenomenal], maka ojek online ini pun menjadi primadona bagi pengguna transportasi publik dengan konsep ride sharing tersebut.

Selain layanan ojek online tersebut, sekarang saya jarang menggunakan taksi konvensional, dan beralih menggunakan layanan ride sharing seperti Grab Car dengan pelayanan yang baik, memuaskan, cepat, dan murah! Dengan berbagai keunggulan dan pelayanan yang diberikan tersebut, maka kehadiran layanan transportasi online (dengan menggunakan aplikasi) melengkapi berbagai moda transportasi di Jakarta dan sekitarnya.

Kisruh Transportasi Konvensional Versus Online

Tempo hari, saya kaget ada aksi massal yang terstruktur dan sistematis dilakukan oleh operator transportasi dari taksi, angkot, bis, dkk., yang menyatakan menolak dan menuntut penutupan layanan transportasi publik dengan media aplikasi tersebut.

Mereka menyatakan bahwa semenjak muncul dan menjamurnya layanan tersebut, seperti yang dilansir di Kompas.com, pendapatan mereka jauh berkurang dan mereka merasa adanya ketidakadilan dalam operasional harian mereka, seperti tidak jelasnya perihal badan hukum, perizinan, pajak, administrasi dan sebagainya.

Dan menurut saya, dampak perkembangan teknologi yang melesat jauh meninggalkan cara konvensional, maka memiliki dampak pada pola lama, bahkan regulasi yang ada belum diatur mengikuti perkembangan tersebut. Di sisi lain, saya melihat adanya ketidakadilan dalam hal perizinan dan perpajakan, karena moda transportasi konvensional tersebut, memiliki perhitungan biaya yang jauh lebih besar dan memerlukan persyaratan serta pengelolaan  berbeda untuk mengikuti regulasi yang ada.

Gojek (Gojek Website)

 

Sebagai konsumen dan pengguna transportasi publik, maka saya membutuhkan layanan transportasi yang lebih baik, lebih cepat, tanggap, responsif, dan tentunya lebih murah, plus memanfaatkan teknologi terkini, maka layanan transportasi dengan menggunakan media online tersebut membantu saya, sehingga bisa menjadi solusi bagi saya.

Sebagai konsumen, meski layanan yang diberikan transportasi online tersebut lebih baik, namun saya merasa tidak ada perlindungan konsumen yang diberikan, misal jika ada perlakuan operator (baca: supir) yang tidak tepat atau merugikan, meski ada pola rating penilaian, sebagai konsumen saya belum cukup terlindungi , disertai tidak adanya standar layanan atau keselamatan sesuai regulasi transportasi, misalkan adanya izin KIR yang dmiliki, serta belakangan adanya isu privasi bagi pengguna aplikasi tersebut.

Harapan Saya Terhadap Transportasi Publik

Harapan besar saya terhadap transportasi publik di Jakarta dan sekitarnya yaitu lebih kepada peningkatan layanan yang lebih baik, aman, mudah dijangkau, dan dengan tarif yang kompetitif, sekaligus berusaha mengikis perlahan kemacetan di Jakarta.

Di sisi lain, dengan kehadiran transportasi publik berbasis online dengan konsep ride sharing tersebut, semoga kedepannya bisa diatur serta diawasi oleh regulator dan diberikan kesempatan untuk berkembang, karena terbukti di lapangan menjadi alternatif, bahkan pilihan utama bagi sebagian warga ibukota, sehingga melengkapi transportasi publik yang sudah ada.

 


Referensi:

  1. Liputan Kompas.com “Demo tolak Taksi online” : http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/4041/1/demo.tolak.taksi.online?utm_source=RD&utm_medium=inart&utm_campaign=ktopird

 

Kaleidoskop Blog Ardika Percha 2015 (Bagian Kedua)

Setelah merekap artikel blog di kaleidoskop blog Ardika Percha di bagian pertama hingga pertengahan tahun, berikut kaleidoskop bagian kedua blog saya :

September

Pembajakan foto saya
Pembajakan foto saya

Di bulan September ini, kedua kalinya foto saya dibajak oleh orang lain. Foto yang dibajak merupakan hasil kreatif yang saya publikasikan melalui artikel blog beberapa bulan sebelumnya, dan sampai sekarang  saya tidak dihubungi oleh sang pembajak, namun dengan bantuan teman-teman & komunitas, foto saya tersebut akhirnya dihapus oleh pembajak bersangkutan.

Artikel blog :

 

Oktober

Webmaker Party (Ardika Percha)
Webmaker Party (Ardika Percha)

Bulan Oktober saya menulis artikel blog mengenai kunjungan ke salah satu pabrik minuman dalam kemasan bersama kawan-kawan blogger lain. Kemudian berkesempatan hadir pada acara puncak peluncuran aplikasi Webmaker oleh komunitas Mozilla Indonesia. Di bulan ini, saya mengulas 7 aplikasi ojek online yang sedang naik daun & memberikan solusi bagi kemacetan warga Ibukota.

Artikel blog :

 

November

Blogger camp (Ardika Percha)
Blogger camp (Ardika Percha)

Di bulan Novembr, pertama kalinya saya mengikuti blogger camp, yaitu acara kumpul-kumpul bersama kawan blogger. Alhamdulillah berkesempatan menginap di salah satu villa penyelenggara acara tersebut, Melalui acara ini saya mendapat masukan mengenai dunia blogging sekaligus menambah teman sesama blogger.

Artikel blog :

Desember

2 become 1 (Ardika Percha)
2 become 1 (Ardika Percha)

Di akhir tahun 2015, ternyata di bulan Desember (menurut takaran saya pribadi) saya bisa dikatakan cukup produktif, dengan menghasilkan 3 artikel blog, yaitu diawali dengan seri artikel Percha Photog Profile saya membahas Vivian Maier yang fenomenal, lalu diakhiri dengan artikel kaleidoskop 2015 bagian pertama. Di bulan ini pula yang spesial, saya mempersembahkan 1 artikel untuk istri tercinta.

Artikel Blog :

 

Seperti yang saya ceritakan di kaleidoskop 2014, ternyata memang berusaha tetap rutin menulis & produktif menjadi PR saya juga hingga di awal 2016 ini. Disisi lain, tahun 2015 memberikan kejutan yang tidak disangka-sangka, dan saya pun belajar banyak hal di tahun tersebut, baik mengenai blogging, fotografi, hingga kehidupan :) dan Alhamdulillah mayoritas positif dan membantu saya untuk “naik kelas” ke kelas berikutnya, semoga di tahun 2016 ini, saya masih bisa diberikan nikmat sehat sentosa, dibukakan plus dilancarkan rejeki dan semakin sukses ya.. Amin!

 

Kaleidoskop Blog Ardika Percha 2015 (Bagian Pertama)

Setiap tahunnya saya berusaha mengumpulkan semua artikel yang pernah saya tulis menjadi artikel blog khusus berupa sebuah kaleidoskop. Seperti kaleidoskop tahun 2014 yang lalu di bagian pertama dan yang saya lanjutkan kaleidoskop bagian kedua, artikel kaleidoskop ini untuk saya pribadi menjadi bahan renungan dan evaluasi. Berikut kaleidoskop blog Ardika Percha bagian pertama…

Januari

Kaleidoskop (Ardika Percha)
Kaleidoskop (Ardika Percha)

Di awal tahun 2015 dibuka dengan 2 artikel kaleidoskop selama tahun 2014. Kaleidoskop berisi segala hal terkait kegiatan blogging yang saya tekuni di sela-sela kesibukan di sepanjang tahun tersebut.

Artikel :

Februari

Petunjuk ada dimana saja (Ardika Percha)
Petunjuk ada dimana saja (Ardika Percha)

Di bulan Februari saya menuliskan sekutip kisah saya dalam berwisata ke Cirebon. Yang saya ulas yaitu salah satu bagian yang menjadi atraksi utama ketika berwisata ke kota tersebut, yaitu Masjid Agung Sang Cipta Rasa, yang merupakan masjid utama kesultanan Cirebon di era kejayaannya.

Kemudian saya mengulas mengenai awal perkenalan saya dengan fotografi dengan genre street photography yang seksi serta unik ini, dan surprisingly artikel tersebut mendapat respon yang cukup positif dari pengunjung & pembaca blog :)

Artikel:

Maret

Blog Eric Kim (Eric Kim)
Blog Eric Kim (Eric Kim)

Di bulan Maret tersebut merupakan rilis perdana artikel khusus membahas fotografer yaitu “Percha Photog Profile“, yang menjadi sumber inspirasi dalam menekuni “karier fotografi” saya. Artikel tersebut rencananya akan saya tulis & susun secara rutin setahun paling tidak 2 kali, karena untuk mengenal dan mempelajari seorang fotografer beserta karyanya butuh waktu dan pemahaman mendalam.

Dan dari artikel tersebut, saya bisa berdiskusi dan menjalin pertemanan dengan sejumlah orang yang ternyata “fans Eric Kim”  di Indonesia :) .

April

To Chinatown MRT (Ardika Percha)
To Chinatown MRT (Ardika Percha)

Di bulan April. Alhamdulillah saya bisa melunasi salah satu hutang artikel yang harus saya tulis mengenai sudut pandang saya terhadap Singapura. Artikel tersebut merupakan salah satu rangkaian backpacking ASEAN Tour di 2014 yang lalu, dan akhirnya menjadi salah satu inspirasi serta mengilhami proyek foto #KomuterKota yang masih saya tekuni hingga sekarang.

Mei

Di bulan Mei, menyambung dengan tulisan saya terkait street photography yang saya tulis di bulan Februari yang lalu, serta mulai rajin membuat foto dengan handphone, maka saya pun merilis tulisan mengenai kaitan mobile photography dengan Instagram, dan Alhamdulillah mendapat respon cukup positif dari pengunjung blog.

Juni

Proyek foto yang saya lakukan beberapa minggu sebelumnya, saya tuliskan di artikel #KomuterKota. Fotografi menjadi salah satu “bahan bakar” ketika beraktivitas yang saya lakukan hampir setiap harinya. Foto-foto yang saya buat dalam perjalanan dari rumah ke kantor dan sebaliknya, seperti menjadi kebiasaan dan bakal menjadi proyek foto jangka panjang terkait aktivitas berkomuter ria dan mengenai isu transportasi publik tersebut.

 

 

Dirgahayu Mahadewi

 

Usia menjadi harta tak ternilai harganya. Manfaatkan sebaik mungkin untuk mengisi waktu, agar nikmat usia yang diberikan menjadi berkah.

Aku memang manusia yang jauh dari sempurna, penuh khilaf, dan kekurangan disana-sini. Tapi KAMU adalah yang SEMPURNA untukku, terima kasih sudah diberikan kesempatan melalui waktu tersebut bersama dirimu. Mohon maaf masih belum bisa memberikan kebahagian yang paripurna untuk kamu, semoga kedepannya masih diberi nikmat usia untuk melakukan hal yang lebih baik.

Selamat Ulang Tahun Sayangku Mahadewi :)


Kaleidoskop 2014 (Bagian 2)

Dia muncul (Foto: Ardika Percha – Dieng, 2014)

 

Setelah sebelumnya menyusun Kaleidoskop 2014 bagian pertama [Baca:  Kaleidoskop 2014 Bagian 1] maka dilanjutkan  bagian kedua dari bulan September hingga akhir tahun. Di bagian kedua ini ada beberapa momen menarik, seperti perpindahan hosting serta perubahan struktur dan desain blog ardikapercha.com di bulan Oktober, lalu pada bagian kedua ini pula, Alhamdulillah saya berkesempatan mengunjungi beberapa acara menarik dan intensitas blogging yang mulai meningkat, serta berkesempatan melakukan kontak lebih intens dengan pengunjung blog saya, blogger, dan komunitas lainnya.

 

September

Indonesia Dalam Infografik (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Di bulan September ceria ini, saya mengangkat tulisan terkait perkembangan crowdsource di Indonesia dengan kemunculan salah satu start up yang memiliki perkembangan baik dan memiliki dampak sosial yang cukup luas. Selanjutnya saya menghadirkan liputan ke acara peluncuran buku dan diskusi Indonesia Dalam Infografik yang merupakan buku kumpulan infografik pilihan yang telah ditampilkan di Harian Kompas. Selain itu saya membagi pengalaman saya mengikuti arisan street photography dengan diskusi membahas terkait visual literacy.

Artikel:

 

Oktober

Untaian Pesan & Harapan (2) (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

DI bulan Oktober ini, fokus saya pada perubahan desain dan struktur blog seperti tampilan saat ini, serta melakukan migrasi ke hosting provider yang baru, harapannya perpindahan ke “rumah baru” tersebut, Insha Allah di sisi performance dan layanan lebih baik, sehingga karena hal tersebut, hanya bisa menelurkan sebuah liputan ke Festival Seperlima, yang mengkampanyekan perbedaan di tengah masyaraat kita seharusnya ditanggapi dengan kreatif, serta dianggap sebagai hal biasa.

Artikel:

November

Diatas awan (Foto: Ardika Percha – Dieng, 2014)

 

Di bulan November cukup banyak tulisan  yang saya tampilkan di blog, antara lain saya membuat esai foto mengenai bagaimana saya mengenal fotografi ketika pertama kali memiliki smartphone berkamera, lalu pengalaman saya berkuliah (lagi) dengan mengikuti short course di Selangor Malaysia, kemudian momen pendeklarasian komunitas Locana Indonesia berbasis budaya dan fotografi bersama kawan-kawan, dan artikel blog ditutup di akhir bulan dengan kisah perjalanan saya menjadi (sok) anak gunung ke daerah Dieng, Jawa Tengah.

Artikel:

Desember

Mr. Solihin and crew (Foto: Ardika Percha – Depok, 2014)

 

Akhir tahun ini, saya mengangkat ulasan mengenai aplikasi pembaca berita yang mulai tren di dunia digital, dan jenis tulisan layaknya ulasan aplikssi (review) tersebut sudah lama tidak saya kerjakan, sehingga secara pribadi saya cukup senang, dan untuk mulai kembali menulis ulasan aplikasi lainnya. Kemudian melanjutkan perjalanan saya di Dieng, saya susun artikel berupa seri foto terkait trip buddies selama perjalanan menggapai puncak Prau. Dan finally di akhir bulan, saya kembali bisa menghadirkan sebuah esai foto dengan mengangkat esai mengenai potret peternak Indonesia.

Artikel:

 

Penutup

Tahun 2014 merupakan tahun perjuangan sekaligus kegembiraan, dan tahun ini cukup banyak momen menarik dan momen perdana, dari sisi pemahaman fotografi, menulis, digital, dan blogging yang saya pelajari dari berbagai sumber, melalui model trial-error sekaligus trial-success 😀

Selain itu, masih ada beberapa utang tulisan saya yang masih dalam bentuk draft, maupun masih dalam awang-awang ide tulisan 😀 semoga kedepannya jika ada ide atau setelah mengunjungi acara dan tempat tertentu bisa segera direalisasikan menjadi artikel blog, Amin.

Menariknya, beberapa acara yang saya kunjungi suprisingly memberikan insight dan wawasan baru yang memperkaya pemahaman saya, seperti acara-acara terkait industri kreatif, diskusi dengan berbagai pihak, mengikuti lokakarta (workshop), bertukar pesan dan berkomunikasi lebih lanjut dengan berbagai pelaku kreatif, hingga mencoba mendirikan komunitas berbasis fotografi dan pecinta budaya Indonesia bersama kawan-kawan, melakukan perjalanan ke tempat lain, sekaligus tetap berkarya dalam menyusun seri foto dan esai foto.

Semoga kedepannya, dari sisi blogging saya pribadi berharap tetap konsisten menulis at least 1 artikel perminggu, yang selama akhir tahun 2014 coba saya terapkan, lalu mengasah kemampuan fotografi tidak hanya secara teknikal, namun mulai belajar membuat sebuah karya foto yang bercerita, seperti seri foto atau bahkan esai foto, mengeksplorasi fotografi bersama kawan-kawan baik dari komunitas lain atau mengembangkan Locana Indonesia untuk menjelajahi berbagai tempat menarik dengan ciri khasnya masing-masing, dan tidak lupa tetap mengikuti perkembangan dunia digital di Indonesia yang semakin marak dan riuh ramai.

Selamat Tahun Baru 2015!

Tahun Baru 2015 (Ardika Percha, 2015)

 

Kaleidoskop 2014 (Bagian 1)

 

Selamat Datang Di Bumi Ruwa Jurai (Foto: Ardika Percha – Bandar Lampung, 2014)

 

Tahun 2014 Masehi sudah berakhir, Alhamdulillah beberapa kunjungan acara dan sekaligus menyalurkan hobi fotografi sudah saya mulai lakukan  di tahun tersebut, dan dalam postingan kali ini, saya susun kaleidoskop secara kronologis untuk artikel yang saya tulis dan merekam momen penting terkait blog saya tercinta.

Kaleidoskop ini dibuat bertujuan agar kita dan saya sendiri, bisa melakukan intropeksi diri, mengenang momen suka maupun duka, sekaligus menjadi bahan bakar melakukan yang lebih baik lagi di tahun selanjutnya, serta semakin konsisten untuk menulis blog, serta mengunjungi beberapa acara unik dan inspiratif, maupun fokus dengan hobi fotografi serta membahas dunia digital lebih intens, sehingga ada peningkatan positif dalam aktivitas blogging kedepannya. Selamat menikmati bagian 1 dari Kaleidoskop ardikapercha.com :)

 Januari

Kumpul bocah TBB (Foto: Ardika Percha – Tulang Bawang Barat, 2014)

 

Awal tahun 2014 dibuka dengan artikel perjalanan saya menuju Bumi Ruwai Jurai, mengunjungi rumah bagi Pengajar Muda dari Gerakan Indonesia Mengajar serta sekaligus bertemu adik-adik dari SDN Mercubuana di Tulang Bawang Barat. Pengalaman bertemu orang-orang baru yang disambut dengan kehangatan bak sahabat dan bahkan bagai keluarga yang sudah mengenal bertahun-tahun. Pengalaman ini benar-benar menjadi pendorong saya melalui bulan-bulan selanjutnya dan sekaligus meningkatkan rasa bersyukur saya secara personal.

Artikel :

Juni

JSPI (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Di bulan Juni, saya berkesempatan menghadiri Jambore Street Photography pertama di Indonesia, dengan bertemu  penggiat street photography dari berbagai penjuru, berdiskusi, dan mengikuti lokakarya dalam pembuatan cerita foto, kemudian menginspirasi saya salah satunya  untuk terus membuat  sebuah cerita foto, seperti esai foto maupun seri foto. Selain itu, kehadiran saya di event tersebut merupakan puncak dari “gunung es” atas minat saya mempelajari dan mempraktekan fotografi jalanan di ruang publik.

Artikel :

 Juli

Angkat jari (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Bulan Juli merupakan awal ketertarikan saya menghadiri event terkait industri kreatif yang didorong oleh Indonesia Kreatif, salah satunya kunjungan saya ke Galeri Indonesia Kaya untuk menyaksikan wayang listrik. Lalu di bulan tersebut, saya terlibat menjadi relawan Kelas Inspirasi, sehingga bisa mengenal orang-orang hebat dalam kegiatan luar biasa itu, dan menghasilkan salah satu karya esai foto favorit saya pribadi.

Artikel :

Agustus

1 juta unduhan untuk Tebak Gambar (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Di bulan Agustus, saya berkesempatan hadir dalam acara  diskusi Games In Asia, yang mendukung perkembangan industri game Indonesia, dengan menghadirkan sesi diskusi bersama  narasumber dari developer game Tebak Gambar yang menyentuh angka unduhan  fenomenal yaitu mencapai 1 juta unduhan di Google Play Store.

Artikel:

===

Update : Kaleidoskop 2014 Bagian 2

Sekilas sejarah sepeda

 

Sepeda merupakan salah satu alat transportasi tertua, sesuai Ensiklopedia Columbia, ditemukan dan dikembangkan di daratan Eropa sekitar abad 19, dan tidak diketahui pasti siapa yang menemukannya pertama kali (seperti yang diulas di Wikipedia dan masih menjadi perdebatan soal desain konsep awal yang dikembangkan  Gian Giacomo Caprotti terkait Leonardo da Vinci menjadi titik awal penemuan sepeda), namun desain sepeda pertama yang didokumentasikan secara resmi serta sudah diverifikasi pada tahun 1817. Salah satu pengembang sepeda yang dikenal yaitu Karl von Drais, seorang pegawai pemerintahan yang berasal dari Jerman, sepeda tersebut dikenal sebagai ” velocipede” yang dikembangkan dari tahun 1817 hingga 1819 sebagai nenek moyang sepeda.

Setelah pengembangan velocipede, sepeda dikembangkan oleh pengembang lain dari tanah Britania, tepatnya di Skotlandia oleh Kirkpatrick MacMillan seorang pandai besi, lalu dikembangakan oleh Ernest Michaux dan Pierre Lallement asal Perancis sampai ke Amerika, akibat revolusi industri juga mulai bergejolak, selain penemuan kereta api yang fenomenal sebagai alat transportasi massal.

 

Saat ini berbagai jenis sepeda tersedia di pasaran sesuai model & fungsinya masing-masing, dari sepeda gunung, BMX, sepeda balap, hingga sepeda motor  yang merupakan buah hasil dari era modern setelah era revolusi industri tersebut 😀

Saat ini sepeda bukan menjadi alat transportasi utama yang massal digunakanseperti di daratan Eropa pada abad 18 hingga 19, namun lebih umum kearah penggunaan untuk kebutuhan rekreasi dan olahraga.

Dan khusus di Indonesia, ada di beberapa tempat bahkan tersedia jalur khusus sepeda, salah satunya di Kampus UI Depok, yang tersedia tidak hanya pedestrian untuk pejalan kaki, namun tersedia jalur khusus sepeda juga. So tersedia alternatif olahraga pilihan yaitu bersepeda, sambil berolahraga sambil gowes, kita juga bisa menikmati suasana alam seperti di Kampus UI Depok ini.

Sumber = http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_the_bicycle