Category Archives: Tekno – Aplikasiana

ulasan/review aplikasi

Browser Vivaldi Versi Terbaru!

 

 

Salah satu peramban (baca: browser) favorit saya Vivaldi  telah merilis update terbaru di versi 1.14 dengan beberapa  fitur tambahan maupun penyempurnaan yang sudah ada. Review browser Vivaldi sudah dilakukan ketika pertama kali rilis di versi 1.0, yaitu sekitar tahun 2016 yang lalu. Ketika Vivaldi dirilis, saya sering mencoba beberapa peramban lain selain 2 peramban sejuta umat, yaitu Google Chrome dan Mozilla Firefox, dan melihat fitur-fitur plus antarmuka yang clean dan sederhana, namun terkesan modern, maka saya pun jatuh hati dengan Vivaldi, dan ulasannya dapat dibaca di artikel review Vivaldi disini.

 

Fitur Baru

Web panel yang berada di sisi kiri (di pengaturan standar biasanya di sebelah kiri peramban), sekarang bisa dilakukan pengaturan yang lebih fleksibel, yaitu bisa diubah urutannya, lalu saya merasa lebih smooth ketika membuka dan membaca di web panel tersebut. Sebenarnya web panel ini bukan fitur baru, namun fitur yang sudah ada, dan lebih disempurnakan dalam penggunannya.

 

Oia yang dimaksud web panel yaitu menu khusus berisi tab-tab yang kita bisa atur agar bisa membuka situs atau halaman tertentu sebuah situs secara cepat, dan ditampilkan secara default, so sebenarnya mirip dengan fitur bookmarking maupun fitu pinned tab di peramban tetangga, cuma ini untuk saya kelebihannya dibedakan dengan posisi tab-tab standar yang biasanya terletak diatas (top/heading), dan ketika web panel diklik/dibuka, maka otomatis di akan terbuka 1 window khusus di sebelah kiri disamping widnow utama, so fungsinya jadi seperti punya 2 window untuk membuka situs yang berbeda.

Selain fitur web panel tersebut, ada fitur lain yang katanya sih pertama kali dirilis di dunia peramban, yaitu tampilan dalam posisi vertikal, jadi ini sih cocoknya untuk pengguna berbahasa Jepang, China, dsb., yang cara membaca sebuah artikel dalam versi vertikal, menurut saya fitur ini cukup revolusioner, meski secara pribadi tidak ada gunanya untuk saya ūüėÄ

 

 

Kemudian salah satu fitur lain yang cukup unik, yaitu penggunaan bahasa Markdown di fitur Notes, yang bisa diakses via web panel, yaa untuk saya fitur Notes ini bisa jadi killer feature bahkan killer apps, cuma saya sudah terlanjur jadian dengan Evernote untuk soal catat mencatat yang bisa diakses multi platform, mungkin kalau Notes bisa sinkronisasi dengan Evernote atau bahkan apps favorit lain yang sejenis, misal Trello or Google Note bisa jadi fitur ini bakal sering saya gunakan.

 

Nah, pas dirilisnya versi terbaru ini, juga bersamaan dengan ulang tahun Vivaldi yang ketiga, jadi dengan umurnya yang masih bayi ini, menurut saya Vivaldi punya segudang fitur yang untuk saya pribadi masih banyak yang perlu dieksplorasi lagi, meski sudah hampir 2 tahun menggunakan (yaa kadang masih pakai kombinasi dengan Chrome dan Mozilla hehe..). So, mau cari peramban alternatif lain yang keren? coba aja Vivaldi ya, lalu share pengalamannya disini


 

Referensi:

  1. https://vivaldi.com/press/releases/vivaldi-introduces-vertical-reader-mode/

 

3 Tips Belanja Kebutuhan Ramadhan Cermat & Hemat

Belanja Kebutuhan Ramadhan

Bulan Ramadhan telah tiba dan suasana yang khas sudah saya rasakan semenjak bahkan beberapa hari sebelum puasa dimulai.  Keistimewaan bulan Ramadhan yaitu ibadah spesial puasa itu sendiri, juga termasuk berbuat beribadah rutin sekaligus berbuat kebajikan dengan maksimal, lalu berwisata kuliner khas Ramadhan, sekaligus merasakan momen kumpul-kumpul dengan orang terdekat pun kerap dinanti oleh kita.

Nah.. selain kegiatan di bulan puasa diatas, Alhamdulillah bagi sebagian kita menjelang Lebaran nanti ada momen ketika mendapat tambahan rejeki yang pasti dinanti, dan tidak lain tidak bukan yaitu ketika masuk transferan halal ke rekening kita berupa, rejeki THR ūüėÄ

 

pixabay.com
pixabay.com

 

Dengan adanya rejeki tersebut, sebagian dari kita pasti sudah mengalokasikan pos-pos belanja terkait kebutuhan Lebaran nanti, Namun dengan euforia rejeki THR tersebut, sebaiknya kita lebih bijak dan pintar dalam mengelola keuangan yaitu salah satunya mengatur aliran dana THR tersebut, dan saya pun secara pribadi tetap berhitung untuk lebih cermat dibantu Menteri Keuangan tercinta Istri saya, sehingga kebutuhan yang prioritasnya tinggi sudah masuk dalam anggaran dan (Insha Alloh) tercukupi.

Meski nilai THR yang didapat Alhamdulillah dirasa cukup, namun setelah hitung sana-sini dan ketika dibelanjakan terkadang masih perlu dilakukan penghematan. Salah satu penghematan yang saya lakukan yaitu berusaha mencari promo Ramadhan maupun mencari informasi belanja Lebaran murah via internet dengan mengunjungi situs belanja, toko online, ecommerce, maupun marketplace favorit, tentunya saya pun menemukan berbagai promo yang menarik, dari program diskon langsung, lalu ada pula potongan harga dengan berbelanja sekian Rupiah dan sekian volume barang dengan berbagai macam variasi promo, hingga ada pula situs yang menyediakan semacam cashback, dan ada pula yang memberikan langsung bingkisan hadiah menarik jika berbelanja produk dengan sejumlah total belanja tertentu!

Nah.. dengan begitu banyak promo yang ada, maka kita harus lebih bijak dalam menyikapinya. So, yuk simak 3 tips belanja kebutuhan Ramadhan cermat dan hemat, berikut ini :

1. Tentukan target belanja

Seperti yang disampaikan diawal tulisan diatas, maka tips yang saya bisa bagikan yaitu sebaiknya kita berbelanja dengan target tertentu, waduh belanja pakai target segala?! tenang sob, maksudnya agar ketika berbelanja nanti, dilakukan secara terencana dan sesuai kebutuhan kita.

Dengan memiliki target yang dimaksud yaitu kita tahu pasti barang apa dan seperti apa yang kita benar-benar dibutuhkan, dan tentunya kita melakukan riset kecil-kecilan, membaca review sana-sini, dengan tetap memperhatikan anggaran yang sudah kita tentukan. Kemudian tentukan batas waktu dalam berbelanja, bisa saja kalau terlalu memakan waktu lama menimbang-nimbang, periode promo diskonnya bisa-bisa sudah lewat atau barangnya sudah habis terjual, dan kalau bisa jangan kelayapan membeli barang-barang lain yang tidak dibutuhkan, gara-gara kelamaan window shopping :)

2. Cari & bandingkan beragam produk dengan tawaran promo diskon yang menarik

Nah.. setelah membahas soal target belanja, maka selanjutnya menentukan tempat belanja yang memberikan promo diskon atau pun cashback yang oke punya yaitu ShopBack.  Wah tapi jangan khawatir, ShopBack bukan sebuah toko online yang menjual langsung produk yang kita inginkan, tetapi merupakan semacam wadahnya semua toko online, ecommerce, maupun marketplace favorit kamu, yang menyediakan beragam produk.

 

Shopback.co.id

Shopback.co.id
Shopback.co.id

 

Menariknya, jika kita mendaftar Shopback dan berbelanja di toko online melalui Shopback , maka akan mendapat uang tabungan berupa cashback ketika kita berbelanja nanti, dan cashback tersebut dapat dicairkan langsung ke rekening kita.

ShopBack memberikan kemudahan untuk saya, karena dengan beragam produk yang ditawarkan plus mendapat cashback di semua toko online, ecommerce, maupun marketplace favorit saya.  Selain berbelanja kebutuhan Ramadhan, kita juga bisa melakukan pembelian pulsa, pembelian tiket pesawat atau kereta, pemesanan hotel, sampai membeli tiket acara maupun melakukan transaksi terkait Uber atau Grab misalnya.

 

shopback.co.id

 

Untuk sesi belanja kali ini, saya merasa membutuhkan tambahan storage, karena dengan semakin banyaknya file, foto, video, dan aplikasi di handphone, maka dirasa perlu untuk membeli external storage handphone, agar ketika acara kumpul-kumpul, misal acara buka puasa bersama atau ketika mudik dan Lebaran nanti biar puas foto-foto dan menyimpan berbagai file, sekaligus mencoba beragam aplikasi handphone lainnya. selain itu, saya pun berniat membeli tiket kereta untuk mudik nanti, jadi dengan kebutuhan tersebut, saya mulai pencarian untuk belanja kebutuhan Ramadhan tersebut.

Melalui ShopBack, saya berbelanja kartu MicroSD untuk tambahan bagi external storage handphone. Setelah tahu spesifikasi produknya dengan membandingkan sana-sini di beberapa toko online, kemudian cek promo cashback di ShopBack juga, maka saya putuskan membeli di Lazada berupa MicroSD SanDisk Ultra Micro SDHC class 10 yang 32 GB.

Oia.. saran saya jangan lupa login dulu dari situs ShopBack, kemudian masuk ke halaman ShopBack di bagian toko online favorit, yaitu Lazada dan Tokopedia, setelah itu nanti kita akan dibawa secara otomatis ke Lazada dan Tokopedia untuk berbelanja disana, dan jangan tutup window atau tab di browser agar ShopBack dapat mencatat dan merekam transaksi kita, dan tentunya jika langkah-langkahnya benar, nanti kita akan mendapat cashback dan dapat dicairkan langsung ke rekening kita.

 

 

3. Perhatikan pilihan metode pembayaran

Nah.. untuk tips terakhir ini saya tahu baru akhir-akhir ini, karena dengan kemudahan beragamnya metode pembayaran yang bisa dilakukan, baik melalui Tokopedia atau Lazada, saya menemukan program diskon bahwa jika berbelanja dengan menggunakan pembayaran dengan beberapa bank terpilih, misalnya mendapat potongan diskon tambahan jika melakukan pembayaran dengan kartu kredit dengan menggunakan Visa atau Master Card. Jadi selain melihat promo produknya, jangan lupa perhatikan promo dari bank-bank terpilih untuk metode pembayaran yang nanti dilakukan, jadi kita dapat berbelanja cermat dan hemat.

 

#ShopBackinAja

Jadi setelah mencari dan mendapat barang yang oke punya, dengan harga yang tergolong murah, lalu berbelanja dengan adanya cashback plus melakukan metode pembayaran yang tepat, jadi selanjutnya yuk belanja kebutuhan Ramadhan melalui ShopBack dan jangan lupa lakukan transaksi belanja seperti tips yang saya sampaikan diatas sob, niscaya semoga dapat bermanfaat dan barokah!

Jadi mulai dari sekarang saya kalau belanja yaa #ShopBackin aja, karena kemudahan dan potongan cashback yang lumayan didapat dan jangan lupa sering-sering cek promo di ShopBack dan toko online, ecommerce, maupun marketplace favorit kamu ya.

Nah.. untuk memudahkan, saya biasanya menyambangi dan ikut aktivitas komunitas ShopBack (Shopbackers) berikut agar tidak terlewat promo dan info kegiatanya :

 

 

 

 


Referensi :

Informasi program promo Lazada & Tokopedia di ShopBack :

  • https://www.shopback.co.id/lazada
  • https://www.shopback.co.id/tokopedia

 

5 Aplikasi Kebugaran Terbaik untuk Wujudkan Resolusi Tubuh Ideal dan Sehat di 2017

 

Sumber: pcmag – Jill Duffy

 

Tahun 2017 bagi sebagian orang, tahun baru merupakan salah satu momen dan bahkan sebuah titik balik dari kehidupan seseorang. Bagi sebagian orang, tahun baru berarti membuat deretan resolusi dan berusaha untuk mewujudkan semua resolusi yang dibuat tahun ini.

Nah.. salah satunya resolusi mengenai kesehatan dan kebugaran diri, dan saya pun berusaha mau konsisten menjaga kesehatan dan kebugaran, dengan makan makanan yang sehat plus bergizi, istirahat yang cukup, dan (berusaha) berolahraga. Bagi yang menargetkan untuk memiliki tubuh yang sehat dan lebih bugar, yuk, simak cara-cara yang direkap dari berbagai sumber berikut untuk membantu teman-teman kedepannya

Ada salah satu cara yang mudah diterapkan dengan hanya bermodalkan internet di ponsel pintar, dan teman-teman tidak harus bergabung ke gym atau menyewa trainer yang biayanya cukup menguras kantong. Unduh saja beberapa aplikasi kebugaran di toko aplikasi sesuai kebutuhan. Jika teman-teman bingung memilih yang terbaik dari ribuan aplikasi di play store atau app store, coba cari dan pertimbangkan lima aplikasi ini. Aplikasi yang menawarkan cara menyenangkan untuk tetap menjaga tubuh ideal dan sehat. Aplikasi kebugaran tersebut bisa diunduh gratis di Android atau iOS.

Pertama-tama pastikan kuota internet mencukupi untuk mengunduh aplikasi. Bila kehabisan kuota, segera isi ulang pulsa atau paket internet yang cepat, mudah, dan murah, lalu miliki 5 aplikasi kebugaran terbaik berikut ini:

1.   Couch to 5K

Ini adalah aplikasi yang bisa menjadi pelatih virtual untuk mendapatkan tubuh ideal dan sehat. Aplikasi yang cocok untuk pemula ini mengharuskan penggunanya berlari. Selain ini, di dalam aplikasi mencakup pelatihan khusus untuk mencapai jarak 5 kilometer dalam waktu 8 minggu.

Pelatih virtual ini juga bisa melatih fisik untuk mampu mengikuti kejuaraan lari maraton 5K. Aturan yang harus dipatuhi ialah rutin berlari sekitar 3 kali dalam seminggu, selama 30 menit. Selain itu, juga akan mendapatkan panduan dan materi latihan dalam bentuk audio.

Aplikasi ini bisa diunduh gratis, tapi perlu ingat untuk selalu memastikan ponsel masih terkoneksi internet. Jangan sampai latihanmu terganggu karena kehabisan kuota internet. Untuk mendapatkan paket internet murah dan mudah pembeliannya, bisa memanfaatkan aplikasi Traveloka.com di gadget dan tersedia untuk operator seperti XL, Tri, Telkomsel, dsb.

2.   MyFitnessPal

Selain olahraga, perlu mengatur pola hidup dan asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Aplikasi terbaik yang bisa membantunialah MyFitnessPal. Aplikasi ini bisa menghitung kalori secara cepat dan mudah lewat ponsel dalam genggaman.

Kelebihan MyFitnessPall ialah penyimpanan database makanan terbesar dibanding aplikasi lain. Ada sekitar 5 juta data makanan yang bisa membuat memliki tubuh ideal dan sehat. Aplikasi ini juga bisa mengunduh resep dari internet dan mengkalkulasi kadar gula, serta proteinnya.

3.   Zombies, Run!

Sumber: lifehack – Michael Cheng

 

Aplikasi ini menawarkan sensasi yang menegangkan tapi menyenangkan. Sebauh game yang mengharuskan berlari menghindari kejaran zombie. Untuk merasakan sensasi layaknya di film “The Walking Dead”, teman-teman perlu menggunakan headphone dan mendengarkan suara parau, jeritan, dan erangan yang memacu adrenalin.

Zombies, Run! membuat aktivitas jogging biasa menjadi lebih menantang. Untuk bertahan hidup kamu perlu menjaga kecepatan lari dan mengumpulkan persediaan dasar. Cara yang bisa membantu mengecilkan perut dan membakar lemak jahat dalam tubuh. Ada lebih dari 200 misi untuk diselesaikan dan kamu bisa memainkannya hingga datang tahun baru 2018.

Untuk kuota internet yang menunjang kenyamanan menggunakan aplikasi ini serahkan pada Traveloka. Tempat terbaik memilih paket internet sesuai kebutuhan yang menjamin kemudahan, keamanan, hingga harga ramah di kantong.

4.   Pokemon Go

Satu lagi game yang masuk dalam aplikasi kebugaran ialah Pokemon Go. Game ini sukses mencuri perhatian masyarakat dunia sejak diluncurkan pertengahan 2016 lalu. Kemunculan Pokemon Go awalnya lebih untuk hiburan yang unik dan menarik, karena mengharuskan pemainnya bergerak memburu monster.

Namun, banyak pendapat dan bukti menunjukkan game ini sangat membantu pemain menjadi lebih sehat. Semakin jauh berjalan, maka semakin banyak monster yang bisa ditangkap, sekaligus membuatmu berolahraga. Umumnya monster akan semakin banyak ditemukan di area publik yang sehat dan hijau, seperti taman. Cocok untuk olahraga ringan di pagi atau sore hari.

5.   30 Day Fitness Challenge

Sumber: 30dayfitnesschallenges

 

Ini merupakan aplikasi terbaik sepanjang 2016 dan meraih penghargaan dari Play Store. Aplikasi kebugaran yang memudahkanmu berolahraga di rumah sesuai keinginan. 30 Day Fitness Challenge dirancang oleh pelatih fitness profesional dan berisi daftar latihan rutin selama 30 menit.

Ada sejumlah fitur menarik di aplikasi ini seperti kemampuan merekam otomatis proses latihan dan notifikasi setiap hari. Aplikasi ini bisa diikuti oleh pemula atau  yang sudah ahli. Selain itu, dengan aplikasi ini juga bisa berbagi kemajuan latihan di jejaring sosial.

Banyak review positif dan kepuasan pengguna menggunakan aplikasi ini. Jika kamu penasaran segera unduh aplikasinya di gadget kesayangan. Sebelum itu, jangan lupa untuk mengisi paket internet yang tepat dan cepat di Traveloka.

Segera buka Play Store atau Apps Store untuk mengunduh salah satu atau beberapa aplikasi di atas. Selain itu, juga bisa mengunduh aplikasi lain yang mencuri perhatian dan bisa menjawab kebutuhan, untuk mewujudkan hidup sehat dan memiliki tubuh ideal tahun ini.

Untuk meyakinkan pilihan teman-teman pada aplikasi kebugaran terbaik,  bisa mengecek review dan detail informasinya terlebih dahulu. Cara yang mudah dan murah dengan mengoptimalkan fungsi ponsel pintar di genggamanmu. Selamat mencoba!

 


[advetorial]

 

Kuliah Online Coursera : Marketing In a Digital World

Coursera.com
Coursera.com

 

Mulai bulan September saya mengikuti program kuliah online atau biasa disebut elearning melalui Coursera untuk menambah wawasan keilmuan, mengasah otak dan tentunya mengisi waktu yang positif.

Pengalaman saya belajar di Coursera pernah diulas di artikel blog saya dahulu [Baca artikel blog : Kuliah lagi di Coursera], dan ketika itu pertama kalinya saya belajar mandiri melalui media internet tersebut.

Dengan mengikuti kuliah ini, harapan saya sebagai berikut :

  1. mengetahui model pembelajaran online teranyar yang disajikan oleh Coursera
  2. melakukan refresh atas konsep pemasaran yang telah saya ketahui selama ini
  3.  mengetahui konsep dan contoh kasus implementasi pemasaran dengan pemanfaatan media digital
  4. mengasah kemampuan bahasa Inggris saya secara praktek nyata di lapangan

 

Dalam mengikuti perkuliahan di Coursera, mayoritas saya akses melalui aplikasi mobile-nya yang  terinstal di smartphone saya, sehingga saya bisa kuliah dengan membaca materi perkuliahan,  menonton video perkuliahan, mengikuti kuis, berinteraksi di forum diskusi, sampai mengerjakan beberapa tugas kuliah yang diberikan dimana pun dan kapan pun.

 

Aplikasi Coursera (versi Apple iOS)
Aplikasi Coursera (versi Apple iOS)

 

Menariknya  materi kuliah sebagian besar bisa diunduh, agar bisa diakses secara offline. Sebagai informasi tambahan, saya menggunakan iPhone 5 dengan iOS versi 9.3 serta saran saya menyediakan ruang minimal sekitar 200 MB, dan untuk pengaksesan aplikasi secara mobile saya mengandalkan layanan data Telkomsel.

 

Kuliahnya membahas apa?

Untuk course ini saya ambil sesuai minat saya dalam bidang pemasaran khususnya di media digital dan setelah mencari dengan bantuan fitur pencarian di Coursera, akhirnya saya menemukan satu topik kuliah yang sesuai minat saya.

Kuliah ini merupakan salah satu dalam rangkaian silabus khusus terkait Digital Marketing, yang terdiri enam course yang memiliki topik yang berbeda-beda, namun memiliki benang merah dalam bidang keilmuan Digital Marketing tersebut.

 

Deskripsi Kuliah (Coursera)
Deskripsi Kuliah (Coursera)

 

Definisi Marketing (Coursera)
Definisi Marketing (Coursera)

 

4P Legendaris (Coursera)
4P Legendaris (Coursera)

 

Course ini membagi menjadi empat topik utama berdasarkan konsep pemasaran 4 P legendaris, yaitu merujuk ke Product, Price, Promotion, dan Place, serta penerapan dengan menggunakan media digital.

Dalam deskripsi yang diuraikan, maka kuliah ini menitikberatkan pada penggunaan media intenet dan perangkat mobile, serta pemanfaatan teknologi terkini yaitu penggunaan 3D printer.

 

Siapa yang memberi kuliah?

 

Prof Aric (Coursera)
Prof Aric (Coursera)

 

Mata kuliah ini dikembangkan dan dikelola oleh University of Illinois di Urbana-Champaign melalui Coursera, dan untuk course ini difasilitasi oleh  Aric Rindfleisch, John M. Jones Professor of Marketing. 

Setelah mempelajari informasi umum dari course ini dan membaca silabusnya, ternyata course ini menyandang salah satu dari “The 10 Hottest Online Classes for Professionals in 2015” menurut publikasi majalah Inc. dan Class Central, sehingga menjadi salah satu mata kuliah yang direkomendasikan ke pembelajar online di seluruh dunia.

 

Bagaimana perkuliahannya?

 

Kuliah Awal (Coursera)
Kuliah Awal (Coursera)

 

Test (Coursera)
Test (Coursera)

 

Setelah memulai dan mengikuti awal perkuliahan, saya merasa bahwa model perkuliahan seperti ini memang memberikan fleksibilitas, yaitu bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, meski ada beberapa penugasan dibatasi oleh waktu.  Di sisi lain, maka model perkuliahan seperti ini justru memberikan saya tanggung jawab lebih kepada diri sendiri dan mengatur waktu lebih baik, sehingga saya sendiri yang mengatur kecepatan dan kemauan untuk belajar dalam perkuliahan tersebut, dibandingkan perkuliahan jaman dulu yang konvensional yang saya ikuti,

Sesuai silabus, maka perkuliahan akan berjalan dalam empat minggu dengan durasi perkuliahan sekitar 4-8 jam perminggu, dengan beragam materi yang disampaikan melalui bahan bacaan (reading material), video, diskusi, dan penugasan, serta diakhiri dengan semacam tugas akhir dan kuis.

So,  apa kamu pernah belajar dengan metode online seperti ini? kalau pernah, yuk coba sharing di kolom komentar yah. Lalu untuk kamu yang belum pernah, bagaimana menurut kamu model perkuliahan seperti ini? Ditunggu komentarnya.

 


 

Referensi :

  1. Coursera : https://www.coursera.org/
  2. Course Digital Marketing di Coursera : https://www.coursera.org/courses?languages=en&query=marketing+in+a+digital+world

 

 

Review Game : Clash Royale

Clash Royale

Kali ini, saya akan mengulas salah satu game yang sedang getol dimainkan, yaitu Clash Royale. Game ini dikembangkan oleh pengembang kenamaan Supercell, yang sukses dengan megahit game Clash of Clans, Hay Day, dan Boom Beach-nya, dan akhirnya merilis Clash Royale yang memiliki keunikan dan menelurkan game dengan konsep yang cukup fresh di industri mobile game, yaitu dengan menggabungkan beberapa elemen game, seperti konsep game tower defense, lalu menggunakan elemen berbasis card game, sehingga membuat kecanduan bagi para penggemarnya.

 

Spesifikasi & Instalasi Game

Clash Royale telah tersedia di platform Android dan Apple iOS. Untuk Android dibutuhkan versi 4 keatas dengan kebutuhan space minimal 89 MB dan iOS dibutuhkan versi 7 keatas dengan minimal space 97 MB, lalu untuk proses instalasinya mudah dilakukan dan berjalan dengan lancar.

Pola Permainan

Clash Royale
Clash Royale

 

Seperti yang dijelaskan diawal, bahwa pola permainan Clash Royale menggabungkan beberapa konsep game, namun menghasilkan sebuah game dengan perpaduan yang oke punya!

Tower Defense

Dalam Clash Royale, ada 3 tower yang harus dijaga dan dipertahankan, yaitu 2 tower  disisi kiri dan kanan dan 1 tower utama dan bernilai lebih tinggi dibandingkan 2 tower lainnya, terletak di tenggah.

Sisi kiri dan kanan (terkadang ada yang menyebutnya lane, river, side, etc.), akan menjadi jalur utama dalam setiap pasukan yang kita kerahkan sesuai card yang kita miliki. Semua usaha yang kita lakukan dengan beragam variasi taktik yang bisa dijalankan, bertujuan untuk merobohkan, menghancurkan, dan melenyapkan tower-tower tersebut, bahkan dari hasil pengalaman saya bermain, ada  pemain yang menggunakan taktik mengorbankan salah satu tower untuk menghancurkan tower utama!

 

Card Game

Card Clash Royale

Elemen penting bermain Clash Royale yaitu mengkombinasikan kartu-kartu yang kita miliki dan membuat menjadi perpaduan yang ciamik dalam suatu card deck. Deck yang kita miliki menjadi senjata utama dalam menerapkan taktik apa yang akan kita gunakan sesuai gaya permainan kita, dan selain itu, deck tersebut bisa beradaptasi dengan pola permainan musuh.

Hal kecil pun menjadi sesuatu yang khas, yaitu fitur chatting yang disertai dengan emoticon dan tentunya fitur friendly battle sesama teman dalam satu clan!

Grafis & Musik Latar

 

 

Nah, Clash Royale ini “dikisahkan” dalam Clash Universe, sehingga beragam karakter Clash Of Clans hadir di game ini. Dengan desain karakter,¬†voice actor yang khas nan menawan, serta grafis yang ditampilkan enak dipandang, apalagi kalau kamu penggemar Clash of Clans, maka seperti kata kawan saya, visualisasinya akan terbawa-bawa ke Clash Royale.

 

Penilaian

Clash Royale merupakan salah satu game yang masih saya mainkan hingga sekarang, dan tingkat adiksinya yang tinggi, membuat saya terus memainkannya. Dengan perpaduan konsep permainan yang unik, berupa penggunaan taktik card yang digunakan disertai taktik permainan tower defense, plus karakter dan desain visual yang khas, maka game ini menjadi jawara beberapa waktu lalu di ranah dunia mobile game. So, yang belum instal game unik satu ini, coba langsung ke App Store atau ke Play Store, dan rasakan keseruannya. Kalau yang sudah bermain, yuk sharing pengalamannya ya.

 


 

Referensi: https://clashroyale.com/blog/news/these-are-the-rules-of-the-duel

 

Review Aplikasi : Browser Vivaldi

Peramban atau dikenal sebagai browser¬†merupakan salah satu bagian terpenting bagi saya pribadi. Dengan “mahluk” satu itu, saya bisa mengenal dan belajar banyak hal, bahkan dari browser telah menjadi solusi kehidupan sehari-hari untuk saya.

Dengan perannya yang begitu besar, maka peramban menjadi pintu gerbang menuju akses internet, meski sudah adanya berbagai aplikasi yang ada, posisi peramban sampai saat ini masih belum tergantikan, paling tidak hal itu yang menjadi keseharian saya, dari kebutuhan bekerja atau untuk tujuan bersantai dan mencari hiburan.

Pendatang Baru Vivaldi

Peramban Vivaldi (Vivaldi.com browser)
Peramban Vivaldi (Vivaldi.com browser)

 

Vivadi dikembangkan oleh Vivaldi Technologies yang dipimpin oleh mantan CEO Opera Browser Jón S. von Tetzchner yang mengambil segala hal baik dari browser Opera dengan engine Presto & Blink-nya yang fenomenal, salah satunya yang dikenal dengan akses yang cepat dan kompresi datanya, baik di perangkat desktop dan mobile, serta dikombinasikan dengan engine Chromium yang menjadi basis peramban Google Chrome.

Untuk saya pribadi, yang bertahun-tahun menggunakan berbagai macam peramban dari Mozilla Firefox, Safari, Opera, dan Google Chrome, serta sesekali “terpaksa” menggunakan Internet Explorer-nya Microsoft yang usang, maka kehadiran Vivaldi menjadi sebuah penyegaran.

Dari semua peramban tersebut, maka saya sering menggunakan Chrome karena faktor konektivitas dengan perangkat Google lainnya, serta adanya beragam extension & add-on yang tersedia, sehingga mau tidak mau saya membandingkan head-to-head dengan Vivaldi.

Untuk ulasan kali ini, saya menggunakan perangkat laptop ASUS A43S prosesor Intel Core i5, disertai OS Microsoft Windows 7 dengan diska sebesar 500GB, dan memori sejumlah RAM 8 GB serta VRAM 2 GB. Untuk Vivaldi, saya menggunakan versi 1.0  dan hingga saya cek terakhir di situs resmi Vivaldi, saat ini masih fokus pada pengembangan versi desktop.

Desain Antar Muka

Mulai (Vivaldi.com)
Mulai (Vivaldi.com)

 

Desain yang ditampilkan Vivaldi berkonsep simple dan lebih kearah fungsional. Dengan tampilan alamat situs (address bar) di bagian atas, dengan model tab mirip Opera & Chrome pada umumnya disertai model preview visual,  jika tetikus diarahkan diatas salah satu menu tab alamat situs di bagian atas. Berbagai menu yang ada di Vivaldi baik di pojok kiri bawah maupun kanan bawah tergolong kecil, dan perlu dibiasakan dalam penggunannya, namun ditampilkan sesuai fungsinya.

Desain yang menurut mata saya, lebih kearah Opera dengan fungsionalitas sekelas Chrome, serta ada efek transisi, dan warna merah yang khas. Lalu Font yang digunakan menurut saya mirip Roboto khas milik Android. Pengalaman yang saya rasakan berjalan cukup lancar untuk mengakses berbagai fitur dan menu yang tersedia.

 

Fitur

Tata letak Tab (Vivaldi)
Tata letak Tab (Vivaldi)

 

Ikon Vivaldi yang khas di pojok kiri atas, merupakan sebuah menu utama untuk melakukan pengaturan lebih lanjut, dan saya sering bermain-main dengan pengaturan di menu “Tools > Setting”,¬†terutama untuk pengaturan menu¬†tab,¬†seperti bagaimana jika kita membuka sebuah tab baru, membuka tab sejenis, atau bahkan melakukan pengaturan terkait¬†shortcut.

Salah satu fitur yang jadi perhatian saya, yaitu adanya beragam pengaturan menu, panel, dan tab management yang membantu saya membuka banyak situs dalam satu waktu, menempatkan beberapa tab dalam satu kelompok tab khusus, serta sekaligus mengaksesnya dengan cepat.

Untuk tab di sebelah kiri peramban  yang disebut panel tersebut, maka berisi secara standar default berupa menu untuk bookmark, informasi unduhan, catatan, dan berupa tab speed dial yang ditempatkan di sebelah kiri, sehingga semacam bookmark, namun bisa diakses cepat yang bisa kita kita ubah dan tambahkan dari situs-situs favorit kita.

Selain itu, Vivaldi mendukung beberapa extension dan add ons dari peramban Chrome yang sangat berguna, dan menurut pendapat saya, integrasi ke beberapa fitur yang tersedia di Chrome akan diikutsertakan, seperti rumor yang saya baca di beberapa forum dan situs internet.

 Kesimpulan

Akses Vivaldi
Akses Vivaldi

 

Semenjak mengenal dan menggunakan Vivaldi dalam beberapa hari ini, maka saya sudah lupa tuh dengan Chrome ūüėÄ padahal sudah tahunan saya menggunakan¬†peramban¬†tersebut.

Pengalaman  saya menggunakan Vivaldi sampai sejauh ini cukup baik, dan yang perlu menjadi perhatian, yaitu mengenai pengaturan tab yang fleksibel dan  perihal pengaturan daya memorinya, yaitu pernah saya membuka hingga 10-11 tab yang berbeda, dan Vivaldi masih  berjalan cukup stabil.

Nah.. yang perlu menjadi perhatian soal faktor kekurangannya, yaitu ada beberapa situs yang mendukung Flash, makaVivaldi sedikit kesulitan dalam pengaksesannya, serta ada beberapa situs yang perlu di-reload dan di-refersh ketika memutar video. Di sisi lain perangkat Flash juga sebenarnya sudah tidak didukung oleh beberapa situs dan peramban lain, dan mulai beralih teknologi ke HTML 5 yang responsif. Namun saya yakin, untuk poin ini di versi selanjutnya (mungkin) sudah diperbaiki dan disempurnakan, kita tunggu saja update peramban pendatang baru yang ciamik ini.

Apa kamu sudah mencoba Vivaldi? Yuk, share ceritanya di kolom komentar dibawah ya..


Referensi :

  1. https://vivaldi.com/
  2. http://techcrunch.com/2015/03/08/vivaldi-chrome-alternative-tech-preview-2/

Review Game : Star Wars Commander

Opening Screen Star Wars Commander
Opening Screen Star Wars Commander

 

Game kali ini yang saya bahas yaitu Star Wars Commander yang dirilis oleh Disney.  Star Wars Commander sebenarnya sudah cukup lama dirilis  yaitu di penghujung tahun 2014, namun ketika penayangan perdana Star Wars episode ketujuh Force Awakens yang lalu,  sepertinya dipromosikan secara gencar di internet, sehingga sebagai fans Star Wars, akhirnya pun saya tergoda mencoba menginstalasi mobile game ini.

Spesifikasi & Instalasi Game

Surpringsly, mobile game ini dikembangkan oleh Disney di berbagai mobile platform, baik di iOS Apple, Android, Windows Phone, hingga OS Amazon! Untuk Android minimal versi 4 dengan 38 MB space yang dibutuhkan dan versi iOS-nya dibutuhkan yaitu minimal 7.1 dengan space sekitar 88 MB perlu disediakan.  Ulasan game kali ini, saya menggunakan perangkat iPhone 5 yang berjalan dengan iOS versi 9.2 dan hingga saat ini berjalan lancar dalam bermain game ini.

Dengan koneksi internet standar, maka proses instalasi dapat dilakukan dengan lancar. Login Facebook merupakan salah satu pilihan ketika proses di awal permainan, baik untuk menyimpan data game sekaligus mengetahui teman-teman Facebook mana yang bermain dan berinteraksi di game ini, dan bisa relogin di gawai lain jika dibutuhkan.

App Store (Apple)
App Store (Apple)

 

Play Store (Android)
Play Store (Android)

 

Pola Permainan

Empire or Rebels?
Empire or Rebels?

 

Whats next?
Whats next?

 

Di awal game, kita akan diberikan semacam tutorial yang dibalut kisah kita menjelajahi galaksi, dan berawal ketika kita tinggal di planet Tatooine. Alur di tutorial tersebut pun akhirnya menjadi alur cerita, mirip jika kita memainkan sebuah campaign di game strategi.

Di tutorial tersebut, kita akan dihubungi oleh 2 faksi yang terlibat dalam Star Wars yaitu Empire dan Rebels, untuk menjalankan misi awal, Setelah itu kita akan diminta komitmennya berada di pihak  faksi mana. Dalam game ini, saya akhirnya memilih faksi Empire yang memiliki persenjataan canggih dan tentara mekanikal untuk berperang melawan Rebels.

Pola permainan mirip dengan game Clash of Clan (CoC) yang hits tersebut, yaitu game strategi dengan model multiplayer, dengan tujuan utama membangun markas kita dengan berbagai macam bangunan, pengelolaan sumber daya yang ditambang, pengembangan bangunan, sekaligus melatih berbagai macam jenis tentara dan persenjataan, serta menjalankan berbagai misi yang ada.

Barak tentara
Barak tentara

 

Headquarter
Headquarter

 

Seperti CoC, maka faktor kerja sama sesama anggota tim (dalam game ini disebut squad), pengelolaan sumber daya, analisis pengembangan bangunan dan fasilitas di markas, serta pelatihan persenjataan dan tentara mana yang dibawa untuk bertempur, menjadi faktor yang menentukan dalam game ini.

Victory
Victory

 

Grafis & Musik Latar

Transmission
Transmission

 

Dengan desain visual yang khas Star Wars plus berbagai karakter yang sudah saya kenal, dari Stormtroppers, mesin tempur AT yang khas, Sith Lord, hingga Darth Vader, maka menambah keasyikan dan membayangkan kita sebagai seorang pejabat militer dalam Empire dan terlibat pertempuran di galaksi yang nun jauh disana.

Dengan grafis yang enak dipandang dan khas tersebut, maka tak lupa juga efek suara dan musik latar yang kuat, menjadi betah berlama-lama bermain Commander ini, lalu yang menjadi favorit saya yaitu efek suara ketika pertempuran yang terdengar heboh dan Star Wars banget!

Penilaian

Sampai hari ini saya masih bermain Star Wars Commander, dan berfantasi dalam kondisi perang di galaksi nun jauh disana ūüėÄ

Melihat kondisi tersebut, secara keseluruhan game ini bagus dan adiktif dengan berulangkali dimainkan, dari keasyikan perencananan taktik upgrade berbagai persenjataan, pilihan tentara yang akan dibawa ke transporter, dan terutama ketika sensasi bertempur menyerang markas musuh, plus ditambah balutan karakter Star Wars menjadi faktor pembeda game ini.

So, bagaimana menurut kamu game kece satu ini? Yuk, share pendapat kamu mengenai game ini di kolom komentar dibawah yaa..

The Force
The Force

 


Referensi :

  1. SW Commander – Amazon : http://www.amazon.com/Disney-Star-Wars-Commander/dp/B013J7KLJU
  2. SW Commander – iOS : https://itunes.apple.com/us/app/star-wars-commander-worlds/id847985808?mt=8
  3. SW Commander – Android : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.lucasarts.starts_goo
  4. SW Commander Official page : http://www.starwars.com/games-apps/star-wars-commander

 

Ulasan Aplikasi Berita Kurio (Review)

Dalam keseharian kita, terutama ketika mengisi waktu luang disela kesibukan seperti ketika berkomuter ria dari perjalanan rumah ke kampus, kantor, atau tempat tujuan lainnya, atau ketika menunggu disuatu tempat disela-sela waktu senggang, ataupun ketika asyik ngopi-ngopi, akhir-akhir ini selain untuk bermain game, saya lebih suka membaca beragam artikel dan berita melalui ponsel saya, dan terkadang jika menurut saya informasinya menarik, maka informasi tersebut saya bagikan ke teman-teman.

Kebutuhan untuk mengkonsumsi beragam content baik berupa berita, artikel, tips-trik, bahkan bacaan “nyastra”¬†berupa cerpen, buku dan novel menjadi keseharian saya pribadi. Di sisi lain, kebutuhan akan informasi ¬†yang valid, cepat, dan membantu produktivitas hidup kita telah menjadi suatu tuntutan zaman, bahkan menurut saya, dengan pengetahuan serta¬†wawasan yang luas dan¬†tepat guna, menjadikan informasi sebuah kekuatan kasat mata dengan potensi luar biasa.. Knowledge is POWER!!

Get Started Kurio (Sumber: Kurio)
Get Started Kurio (Sumber: Kurio)

 

Sign In (Sumer: Kurio App)
Sign In (Sumer: Kurio App)

 

Setting (Sumber: Kurio App)
Setting (Sumber: Kurio App)

 

Salah satu aplikasi yang biasa saya gunakan untuk membaca berita dan artikel, yaitu aplikasi Kurio dikembangkan oleh pengembang aplikasi mobile lokal, yang dikelola oleh Kurio Inc. Kurio merupakan sebuah aplikasi pembaca berita dan content agregator, yaitu aplikasi yang menghimpun berita, artikel, dan informasi lainnya dari berbagai sumber baik media lokal maupun internasional, yaitu dari tabloid Kontan, majalah Cosmopolitan, National Geographic, hingga media alternatif seperti The Verge dan The NextWeb.

Aplikasi Kurio sudah tersedia di App Store dan Google Play Store, sehingga bisa langsung diunduh dan untuk mulai menggunakan Kurio, kita bisa menggunakan login akun media sosial kita atau mendaftar melalui email. Dan proses instalasinya tergolong lancar dan mudah (dengan asumsi koneksi internet stabil), dan kali ini saya login dengan akun media sosial, dan otomatis saya terkoneksi dengan media sosial, yang nanti digunakan untuk fitur berbaginya (share). Sebagai informasi, saya menggunakan aplikasi Kurio versi 1.8.4 yang dirilis 19 November 2014, dan dijalankan di atas platform Android 4.4.2 dengan layanan mobile 3G dan layanan Wifi broadband.

Kurio & Content (Sumber: Kurio App)
Kurio & Content (Sumber: Kurio App)

Fungsi & Fitur

Sebagai aplikasi content agregator, maka fungsi untuk mencari dan menemukan informasi (content discovery) dari jutaan artikel yang tersedia, terbagi menjadi puluhan topik, dari topik teknologi, olahraga, bisnis, desain, hingga topik hiburan lainnya, menjadi fitur terpenting bagi aplikasi sejenis.  Dengan banyak dan variatifnya content yang tersedia di Kurio, maka memudahkan saya dalam mencari dan membaca beragam berita dan informasi di satu aplikasi saja, serta setelah digunakan Kurio dapat berjalan dengan lancar dan ringan (dengan asumsi koneksi internet stabil) di ponsel Android saya.

Salah satu fitur yang baru diluncurkan yaitu fitur “favorite“, yaitu yang saya gunakan untuk menandai artikel¬†favorit saya, lalu bisa saya gunakan sebagai penanda untuk aplikasi yang akan saya baca di kesempatan lain, atau bisa juga menggunakan layanan “read later”, dan untuk hal tersebut, saya biasa menggunakan layanan dari Pocket untuk mengumpulkan bacaan yang pernah dan akan saya baca kembali.

Setelah membaca beragam berita dan artikel, maka saya pun terkadang membagikan (share) informasi tersebut ke media sosial Twitter, Facebook, atau grup chatting seperti WhatsApp, BBM, atau pun jika memang penting saya pun membagikannya ke Evernote atau Pocket untuk catatan pribadi, dan bisa juga saya bagikan informasi tersebut ke BufferApp untuk posting ke media sosial di periode waktu tertentu. So, intinya Kurio menyediakan berbagai kanal media sosial dan terkoneksi dengan aplikasi yang umum digunakan sesuai kebutuhan masing-masing.

My Kurio (Sumber: Kurio App)
My Kurio (Sumber: Kurio App)

 

Explore Kurio (Sumber: Kurio App)
Explore Kurio (Sumber: Kurio App)

 

Fitur Share (Sumber: Kurio App)
Fitur Share (Sumber: Kurio App)

 

Share via (sumber: Kurio App)
Share via (sumber: Kurio App)

Desain

Yang menjadi perhatian dan salah satu poin menarik dari aplikasi Kurio menurut saya, yaitu dari sisi desain yang sleek dan antarmukanya (user interface), terutama ketika memilih sumber berita/informasi di pojok kanan bawah yang unik, yaitu dengan sapuan gesture kekiri dan ke kanan dengan acuan logo Kurio. Selain itu, saya bisa juga memindahkan sumber berita tersebut dengan menekan agak lama lalu dipindahkan kekiri atau kekanan sesuai keinginan. Dan ketika menelusuri informasi di suatu sumber berita, misalkan The Verge, maka polanya dengan melakukan sapuan kebawah dan keatas, layaknya antarmuka aplikasi media sosial berbasis linimasa (timeline) yang berdasarkan urutan kronologis berita tersebut dipublikasikan.

Topik di Kurio (Sumber: Kurio App)
Topik di Kurio (Sumber: Kurio App)

 

The Verge (Sumber: Kurio App)
The Verge (Sumber: Kurio App)

 

Linimasa (Sumber: Kurio App)
Linimasa (Sumber: Kurio App)

 


Setelah mengulik aplikasi Kurio dan melihat perkembangan dunia digital saat ini, serta dengan beragam dan kemudahan informasi yang bisa kita dapatkan dan konsumsi, maka sepakat dengan pernyataan #KnowledgeIsPower yang didengungkan oleh Kurio, karena menurut saya kemampuan mencari, menemukan, memverifikasi, menganalisis, lalu mengaplikasikan informasi tersebut dalam menunjang hidup kita, menjadikan poin penting dan salah satu kunci kekuatan sukses di abad informasi ini.

Tautan Luar:

  1. Website resmi Kurio : https://www.kurio.co.id

 

 

Kuliah (lagi) dengan fasilitas e-learning melalui Coursera

 

Internet merupakan perpustakaan & bahkan saya anggap sebagai kampus virtual, segala hal ada disana & tersedia, dari yang penting sampai yang remeh temeh tersedia semua disana. Sehingga hal apapun bisa kita manfaatkan dari internet, bahkan membantu dalam aktivitas sehari-hari, dari hal kecil seperti mencari resensi film sebelum menonton film di bioskop agar bisa memilih film yang tepat, mencari barang tertentu termasuk info ulasan produk tersebut sebelum membeli, beli-jualan berbagai macam barang, lalu internet juga menjadi sumber mencari materi tambahan untuk mendukung paper kuliah, hingga sampai saat ini, saya terbantu dalam hal pekerjaan, seperti mengetahui tren & informasi dari situasi pasar serta perkembangan teknologi, hingga bahan obrolan ketika makan siang untuk mempererat pertemanan kantor & sampai soal networking luar kantor :D.

So.. esensi utamanya internet menjadi tool yang bermanfaat dan juga menjadi sumber pembelajaran. Ngomong-ngomong soal pembelajaran dengan menggunakan media elektronik maupun pembelajaran jarak jauh, pernah saya tulis sebagian di artikel blog saya yang berjudul Fasilitator OBM : menguak fungsi pembelajaran seutuhnya dibandingkan teknis penggunaan media pembelajaran

Pengalaman ikut dalam pelatihan dan ketika praktek di lapangan sewaktu itu, menjadi seorang fasilitator pembelajaran e-learning yang diselenggarakan kampus saya dahulu, telah menambah wawasan & perspektif saya mengenai konsep pembelajaran serta pemanfaatan tools atau media yang digunakan, yang berupa media internet, elektronik, atau dengan konsep model pembelajaran jarak jauh yang tidak mengharuskan untuk bertatap muka langsung.

Kira-kira setahun yang lalu saya menemukan, sebuah model pembelajaran (atau mengajar) yang sebenarnya pernah ada sebelumnya, namun menjadi tiba-tiba booming & dianggap suatu terobosan, yaitu Khan Academy Di Khan Academy tersebut, pengguna dapat turut serta dalam proses pembelajaran & mempelajari beberapa materi yang tersedia dengan mendaftar gratis di layanan tersebut, seperti materi softcopy mayoritas dalam bentuk video, ada pembagian kelas, hingga ada penugasan serta tentunya ada ujiannya, namun sayangnya layanan tersebut ditargetkan pada pengguna sekolah dari jenjang SD-SMA, so saya tidak terlibat jauh dengan proses pembelajarannya, namun hanya melihat fitur & garis besar apa saja yang ditawarkan.

Kemudian saya akhirnya menemukan situs yang menawarkan metode pembelajaran yang menurut saya mengakomodir fitur standar e-learning yang saya butuhkan & fokusnya pada jenjang mayoritas mahasiswa undergraduate keatas (setingkat Diploma & Sarjana) dengan mendaftar dulu tentunya. Situs tersebut yaitu Coursera yang menyediakan materi pembelajaran (sejauh ini mayoritas) disediakan gratis dengan berbagi macam kategori keilmuan yang dapat dipelajari yaitu bisa belajar dari bidang Humanities, Medicine, Biology, Social Sciences, Mathematics, Business, hingga Computer Science dsb., yang disediakan oleh lembaga pendidikan menurut saya top university yang mayoritas dari Barat seperti Stanford University, University of Maryland, Georgia Institue of Technology, hingga University of London. Di Coursera, model pembelajaran yang diajarkan berupa matakuliah dengan topik-topik spesifik yang bisa di-filter berdasarkan klasifikasi kategori yang dijelaskan contoh diatas, serta dibatasi oleh waktu pendaftaran tertentu. Topik tersebut di Coursera disebut dengan course yang dapat kita daftar & ikuti dengan meng-enroll course tersebut, dan selanjutnya kita akan mendapat notifikasi via email untuk ikut dalam course tersebut.

coursera

Fitur-fiturnya yang ada yaitu informasi mengenai kurikulum & silabus terkait matakuliah yang akan diambil termasuk info mengenai kebutuhan minimal yang dibutuhkan agar bisa mengikuti course tersebut, even anda bisa saja mengikuti course tersebut dengan meng-enroll saja, namun ada beberapa course yang membutuhkan kemampuan dasar, misal course pemrograman visual, maka membutuhkan pengetahuan konsep mengenai alur data & basic coding, lalu fitur proses pendaftaran matakuliah hingga informasi untuk matakuliah yang diambil termasuk tracking-nya, materi kuliah berupa mayoritas video terkadang disertai slide presentasi, forum diskusi, hingga penugasan dan ujian diakhir course. SO mirip-mirip dengan proses perkuliahan “kopi darat” umumnya, namun semua berbasis elektronik & menggunakan media internet.

Nah karena (sok) sibuk banget ketika itu, akhirnya ya cuma numpang lewat saja itu penemuan situs Coursera, dan sebulanan ini saya tertarik untuk komit belajar (lagi). Saat ini saya sudah mendaftar beberapa course yang sesuai minat saya pada dunia teknologi digital, bisnis, dan sosial. Dan di Coursera saya bertemu beberapa orang asal Indonesia, namun memang banyak yang juga mahasiswa or pekerja ¬†yang kuliah di luar negeri. Oia.. alasan utama saya ikut Coursera tersebut dan mau belajar serta kuliah lagi karena dilatar belakangi saya ingin belajar hal-hal baru, keinginan mau lanjut S2 yang sampai saat ini belum rejeki & (masih) gagal dapat beasiswanya :) hehehe… lalu memaksimalkan kegiatan browsing saya agar lebih positif & produktif, serta mengasah kemampuan bahasa inggris saya juga, karena semua materi baik materi tertulis & video perkuliahan disediakan dalam bahasa Inggris.

Jikalau ada kawan-kawan sekalian yang sudah join & mau join, please contact saya ya, ya saling tukar ilmu &diskusi, saya juga sudah coba kontak beberapa peserta Coursera yang ada di sekitar Jakarta untuk meet up juga nih.. so.. belajarlah sampai ke tua, kapan pun & dimana pun, selagi bisa & mampu bro :)


UPDATE: Simak ulasan saya terbaru mengenai Coursera disini


Sumber =

  1. http://www.ui.ac.id/id/admission/page/pengantar
  2. https://www.khanacademy.org/about
  3. https://www.coursera.org/about

Ulasan aplikasi mobile Evernote : Sang pencatat multiplatform

catatan yang akan dibawa besok.. catatan judul buku/film/lagu yang dicari.. jurnal kejadian.. list barang mau dibeli.. daftar kerjaan.. catatan hasil rapat..

Semua yang saya sebut diatas yang saya sebut merupakan dokumentasi berupa catatan dalam keseharian kita.. membuat catatan apapun yang telah, akan, atau yang sedang dikerjakan.. or hanya sebagai catatan yang bisa saya lihat/buka ketika dibutuhkan..

Saya ketika jaman mahasiswa dulu suka membawa semacam notes berupa buku yang saya bawa kemanapun, jika adahal yang menurut saya penting atau saya butuhkan nanti, maka saya catat di notes mungil saya itu. Kemudian saya juga pernah mengalami ketika eranya memiliki buku binder terbuat dari plastik transparan serta didalamnya berisi kertas file¬† yang bisa ‚Äúdiisi ulang‚ÄĚ, sehingga buku notes dulu yang saya miliki tergantikan dengan buku binder file yang bisa ‚Äúdiisi ulang‚ÄĚ tersebut, lalu ukurannya sudah standar, serta lebih hemat, karena hanya butuh 1 buku binder saja, daripada beli buku notes baru lagi serta bisa memuat banyak kertas.

Ketika kertas-kertas file tersebut semakin banyak dan materi kuliah tidak semua tertampung dalam buku binder tersebut serta materi kuliah berupa diktat tersebut terkadang sudah berupa file digital seperti pdf, slide ppt, terkadang dalam bentuk doc.

Selain itu kadang file-file tersebut tidak semuanya saya bawa, tapi saya simpan di rumah/kos karena sudah menumpuk dari beberapa matakuliah dan semester lalu.

Nah.. jaman sekarang yang semua berbasis digital dan internet serta didukung aplikasi mobile (Android) yang canggih, maka kebutuhan saya seperti jaman kuliah dulu untuk mencatat segala hal, bisa diakses dimana saja baik dari situs versi desktop hingga versi mobile di Android maupun Blackberry

Jadi catatan yang saya buat atau temukan ketika browsing di laptop dapat saya posting ke Evernote (dengan add ons dan plugin tambahan yang diinstal browser seperti Chrome maupun Mozilla), atau saya buat catatan ketika ber-BB ria dapat saya simpan melalui aplikasi Evernote for Blackberry, kemudian mau update cataatn tadi yang saya buat sebelumnya, dapat saya revisi di Android saya.

Catatan yang saya buat, revisi, ubah, dan saya simpan dapat diakses disemua perangkat saya, jadi tersimpan rapi dalam 1 atap serta bisa diakses kapan saja dan dimana saja asal terkoneksi dengan intenet, semuanya jadi serba praktis dan mudah.