Fotografi, Ponsel, & Instagram

Dalam mendalami street photography, seperti yang saya bagi dan diskusikan di artikel Berkenalan Dengan Street Photography tempo hari, maka (seharusnya) kita setiap saat membawa kamera, serta dimana saja membuat foto dan menangkap fragmen-fragmen kehidupan, baik di jalan, stasiun, terminal, kantor, sekolah, taman, pasar, dan ruang publik lainnya.

Street photography merupakan genre fotografi yang unik, karena tidak hanya melulu foto dengan subjek manusia, namun juga elemen dan disekitarnya, serta foto yang dihasilkan merupakan bagian dari keseharian.

Dengan intepretasi street photography berbeda dari pelaku ke pelaku lainnya, lalu terkait dengan keseharian tersebut, maka saya pun membaca “fenomena” tersebut berkaitan erat dengan jenis fotografi lainnya, berdasarkan alat yang digunakan, yaitu mobile photography.

Mobile photography didorong oleh perkembangan ponsel, mobile phone, handphone, dan gawai (gadget) lainnya yang semakin canggih serta dapat diandalkan untuk membuat foto yang baik. Di sisi lain, dengan semakin terjangkau harga ponsel tersebut, maka setiap orang pun bisa menjadi fotografer!!

Mobile photography pun menjadi salah satu tonggak “demokratisasi fotografi” itu sendiri, karena semua orang bisa menjadi seorang “fotografer” didukung oleh ponsel yang mumpuni, disertai dengan tersedianya media sosial menyuburkan hal tersebut, seperti Facebook, Twitter, Pinterest, Flickr, Tumblr, Instagram hingga Path.

Dari sekian banyak media sosial tersebut, maka hanya Instagram yang dibuat khusus sejak awal menjadi habitat mobile photography dan berkembang pesat menjadi salah satu komunitas fotografi terbesar, serta selain itu, Instagram merupakan media sosial yang peruntukkan akses utamanya hanya melalui perangkat mobile. Di sisi lain, menurut saya Instagram merupakan kanal media sosial dengan kultur Instagrammer yang unik, maka menurut saya Instagram merupakan media yang tepat untuk berkarya kreatif berupa foto dan karya visual lainnya.

Dengan tumbuh kembangnya  fotografi seperti itu, untuk saya pribadi, semenjak memiliki handphone berkamera, maka untuk urusan membuat foto, yang saya ceritakan di artikel ini, hingga mendapat semacam hidayah, ketika mengenal jenis fotografi dengan cita rasa jalanan dan perkotaan (baca: #streetphotography), pada akhirnya, saya pun kembali ke awal kisah saya mengenal fotografi, yaitu membuat foto dengan perangkat mobile.

 

@sayapercha | ardikapercha.com
Instagram @sayapercha (Ardika Percha)

 

Dalam periode 2 minggu terakhir, saya pun aktif kembali di Instagram @sayapercha setelah sekian lama sudah tidak berinstagram ceria, dan dengan rutin saya menghasilkan foto dan “meracuni” beberapa kawan disana, untuk mencoba membuat foto dan menyusupi fotografi dengan pendekatan street tersebut, serta yang lebih penting, saya menikmati proses kreatif di media tersebut, yaitu membuat karya foto yang lebih membumi, dan yang dekat dengan keseharian di ruang publik.

Dengan rutin berInstagram, saya pun setiap saat hunting mendalami #streetphotography kapan saja serta dimana saja, dan at least saya pun mengisi waktu dengan hal positif bin produktif di sela keseharian bekerja, sekaligus foto-foto yang saya buat bisa menjadi dokumentasi pribadi di masa depan, dan bisa jadi berkontemplasi dengan berbagai hal disekitar kita.

And at the end of the day, dengan mencoba menjalani hal tersebut, membuat saya menjadi lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya, menikmati rutinitas keseharian, dan lebih menghargai waktu yang terkadang bergerak cepat, dengan merekam momen yang ada.

Dengan beraktivitas mempraktekan mobile photography sekaligus mendalami street photography, ternyata ada saja hal  menarik yang bisa kita temukan sehari-hari, tanpa kita sadari. Lalu bagaimana menurut Anda?


 

 


#Update :

Jika kawan-kawan berminat menyemarakkan proyek kreatif #KomuterKota atau mau seru-seruan dan diskusi bareng, silahkan kunjungi halaman berikut ini ya.


Tautan Luar:

  • https://instagram.com/sayapercha
  • http://www.theguardian.com/artanddesign/2012/nov/16/mobile-photography-richard-gray

17 thoughts on “Fotografi, Ponsel, & Instagram”

    1. wah masbro Didik, terima kasih ya. anyway acara fotografi apa ya di @america itu?

      oia satu lagi, pas berkunjung ke blog Anda, saya kesulitan mau kasih komentar di artikel blog Anda :(

      1. Wah sulitnya apa ya? Pdhl platformnya sama kok, pk wordpress kan? Emang hrs ksh email gt sih..sama saat sy ksh komen di sini

    1. iya bro, Instagram sekarang jadi soc-med favorit, karena memang khusus untuk foto dan karya visual lainnya.

      dan sepakat, di IG jadi bahan inspirasi dan belajar dari akun IG favorit untuk belajar fotografi 😀

    1. wah bro Arip, sama kita, saya lagi belajar dan menekuni dunia perInstagraman nih 😀
      iya bro, gara-gara ponsel aka. handphone orang-orang bisa menjadi fotografer, kan memang semua punya akses, bebas berekspresi dan berpendapat sesuai pemahaman masing-masing atas hal tersebut :)

    1. wah terima kasih fotonya dibilang keren :)
      Hai Agnes Pratiwi, ya tips dari saya sih yaitu sering jepret sana sini aja, lalu sering membaca dan lihat portofolio fotografer lainnya, lalu sesekali ikut kopdar komunitas fotografi aja, agar bisa belajar langsung praktek bersama ahlinya
      dan semangat ada kawan-kawan yang sehobi :)

      Nah setelah coba tips diatas, terus coba bikin portofolio atau proyek foto sendiri tuh, saya juga lagi menekuni yang satu ini.

      semoga nanti fotonya jadi keren juga sis!!

Ayo Kasih Komentar Dong - Leave a Reply