Perang Tarif Layanan Transportasi Online Vs Konvensional

Hadirnya transportasi yang melayani publik dengan konsep ride sharing memang menjadi fenomena menarik sendiri, seperti yang saya bahas di ulasan ojek online [Baca: 7 layanan ojek online], maka hadirnya layanan tersebut dari sisi konsumen jelas terbantu dalam mobilitas sehari-hari. Dengan perkembangan pesat model transportasi tersebut, tak terelakkan menimbulkan persaingan bisnis yang sengit, dan para pelaku bisnis tersebut pun masuk ke jurang kompetisi perang harga.

 

https://iprice.co.id
https://iprice.co.id

 

Perang tarif bisa disebut kondisi bagai pisau bermata dua, yaitu ada kondisi yang positif dan sekaligus kondisi negatif, baik dari sisi pebisnis, pelaku, pemerintah, dan tentunya pengguna atau konsumen. Hal ini terjadi contohnya pada kasus perang tarif di industri telekomunikasi,  jika terlihat dalam jangka pendek memang menguntungkan bagi konsumen karena menikmati tarif murah, namun bagi jangka panjang kualitas layanan akan menurun atau berkurang, serta tidak ada jaminan standar layanan dan keselamatan sesuai regulasi. Perang tarif antar operator taksi online dengan tarif angkutan umum konvensional juga merugikan industri transportasi secara keseluruhan terkait kesetaraan berbisnis, misalnya isu perizinan dan perpajakan.

Saya sebagai konsumen dan pengguna loyal, kehadiran transportasi online, khususnya taksi online tersebut sangat terbantu, karena faktor kemudahan, layanan yang cukup baik, dan tentunya harga yang tergolong terjangkau dan kompetitif. Di sisi lain, saya sebagai konsumen juga menginginkan standar layanan dan keselamatan sesuai regulasi, meski hal ini setiap penyedia layanan sudah memiliki standar yang cukup baik, namun dari sisi perlindungan konsumen dan (mungkin) dari sisi operator/driver juga bisa diperhatikan.


 

Referensi :

  1. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3453621/tarif-taksi-online-dibatasi-menhub-agar-tidak-terjadi-perang-tarif
  2. https://iprice.co.id/insights/uber-grab-taxis/

Ayo Kasih Komentar Dong - Leave a Reply