Tag Archives: acara

Mengulas Startup Report 2017 DailySocial di Power Lunch GDP Venture

 

Pada minggu ini saya diundang hadir dalam acara yang mengulas laporan tahunan startup Indonesia, disusun oleh portal berita idola yang sarat dengan  informasi terkini terkait dunia startup Indonesia, yaitu DailySocial. Acara bertajuk Power Lunch yang bertempat di Three Buns Senopati Jakarta ini digagas oleh GDP Venture, yang dikenal sebagai perusahaan ventura ternama dengan sederet portofolio startup yang ciamik, dari Kaskus, Tiket.com, BliBli, Kumparan, hingga Semut Api, serta tentunya DailySocial.

Power Lunch ini dihadiri oleh dua narasumber yang bisa menjadi acuan dalam membaca peta perkembangan startup Indonesia, yaitu Pak Rama Mamuaya selaku CEO DailySocial dan Pak Danny Wirianto sebagai CMO GDP Venture. Menurut saya, dua narasumber tersebut bisa memberikan perspektif pandangan yang berbeda, baik dari sisi pelaku startup, lalu bisa dari sisi investor, maupun dari sisi media yang spesifik membahas startup Indonesia, sehingga dari acara ini menurut saya bisa menjadi salah satu sumber pembelajaran yang baik.

 

 

Mempelajari dan memahami lanskap perusahaan rintisan (baca: startup) yang bisa dikatakan berkembang secara progresif dan bahkan bombastis dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun terakhir membuat kita sebagai insan Indonesia dapat berbangga hati.  Dari laporan yang dihimpun oleh DailySocial tersebut, bahwa sudah ada 230 lebih startup yang telah hadir dan telah menghasilkan paling tidak 4 startup dengan gelar unicorn, yaitu Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan BukaLapak. Sebagai informasi, seperti yang disampaikan Pak Danny bahwa jumlah startup dengan gelar unicorn tersebut termasuk cukup besar untuk skala Asia, khususnya Asia Tenggara, dan ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah pasar sekaligus sumber inovasi dengan tren pertumbuhan positif.

 

Startup Report 2017 by @dailysocial_id #startup #annualreport #indonesia

A post shared by Percha (@jurnalpercha) on

 

Dari sisi lanskap investasi startup Indonesia, maka sejumlah startup tersebut telah berhasil menghasilkan dan mengumpulkan nilai investasi lebih dari 3 Trilyun US Dollar dengan 91 startup yang telah mengumumkan dan melakukan funding rounds, serta terdapat berbagai kegiatan merger dan akusisi yang melibatkan 14 startup. Dan menariknya, pertama kali di Indonesia ada 2 startup yang telah go-public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sehingga hal ini bisa menjadi pemacu dan pemicu startup lain tidak hanya melakukan funding dari sisi perusahaan ventura atau investasi lainnya, namun startup Indonesia mampu membuktikan bisa hadir dan menarik dana publik melalui mekanisme pasar modal sesuai regulasi.

Selain itu, dalam laporannya, DailySocial juga memberikan prediksi tren perkembangan teknologi di periode tahun selanjutnya, yaitu munculnya pemanfaatan Internet of Things, kemudian meluasnya penggunaan Artificial Intelligent di berbagai sudut kehidupan, dan tentunya tren perkembangan blockchain yang mulai dikenal di Indonesia. Untuk detail informasi Startup Report 2017 dapat disimak lebih lanjut di situs DailySocial.id dan bisa diunduh dari sumber aslinya, sehingga bisa dipelajari lebih lanjut untuk membaca peta perkembangan startup di Indonesia.

 

 

Di sisi lain, perkembangan startup di Indonesia juga akan menghadapi beberapa kendala yang perlu menjadi perhatian, yaitu isu sumber daya manusia, yaitu kurangnya ketersedian talenta berkualitas, lalu belum adanya kerjasama yang intens dengan pihak kampus/sekolah, sehingga seperti yang dipaparkan oleh pak Rama, bahwa dunia startup masih perlu mmembutuhkan peran pemerintah yang intens, termasuk isu infrastruktur yang menjadi masalah klasik negeri ini. Kemudian terkait dengan peran pemerintah, ada beberapa aturan dan regulasi yang justru menghambat laju perkembangan startup Indonesia, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku startup di Indonesia.

Dengan segala  ulasan dan isu yang dipaparkan diatas, pak Rama berharap dengan disusun dan dirilisnya laporan startup tahunan dapat memberikan informasi yang berguna dan dapat dimanfaatkan untuk memajukan ekosistem startup di Indonesia kedepannya.


Referensi :

  1.  https://dailysocial.id/
  2. https://www.gdpventure.com/

 

Belajar Berbisnis Online di Exabytes Digital Day

Berbisnis online, yang salah satunya menjual berupa aneka rupa barang melalui media sosial sekarang sudah menjadi hal yang lumrah & biasa kita temui, namun bagaimana kita mengoptimasi dan memaksimalkan media sosial tersebut dengan lebih baik lagi tetap menjadi bahan diskusi yang tak lekang oleh waktu!

Nah.. pada pertengahan bulan Desember ini saya berkesempatan hadir di Exabytes Digital Day, yaitu sebuah acara yang digalang oleh Exabytes, sebuah penyedia layanan web hosting Indonesia terkemuka yang menawarkan beragam paket hosting dan domain murah.


Exabytes Digital Day yang digalang oleh Exabytes Indonesia merupakan acara semacam seminar dan diskusi yang membahas topik bagaimana membangun bisnis di internet, digital, dan media sosial, baik secara konsep hingga praktek di lapangan dengan mengundang beragam narasumber yang mumpuni di bidangnya.
Untuk tema Exabytes Digital Day kali ini yaitu  “Jualan Laris Manis dengan Facebook Ads” bersama mas Panji Laksono, Digital Marketing Manager Kisotix. Jadi untuk diskusi kali ini akan membahas bagaimana kita mengenal konsep beriklan di media sosial sekaligus melakukan praktek langsung dengan membuat demo iklan di media sosial, khususnya dengan menggunakan Facebook Ads.
Saya pribadi dalam mengikuti acara tersebut banyak mendapat wawasan baru sekaligus refresh atas ilmu terkait pemanfaatan iklan di Facebook. Salah satu yang menurut saya bisa menjadi poin perhatian sbb :

  1. seperti ilmu pemasaran klasik yang saya ketahui, memang dalam perencaaan merupakan hal yang penting, tetapi lebih penting bagaimana kita bisa mengimplementasikannya, dan dalam diskusi tersebut, menurut saya ada penekanan pada apa yang akan disampaikan, siapa ynag menjadi target promosi iklan media sosial tersebut, lalu bagaimana implementasi & optimasinya, hingga dibahas soal tahapan review dan memiliki beberapa opsi iklan yang  dibuat, lalu melihat performance-nya, lalu di-stop yang dianggap kurang performance-nya, dan memaksimalkan yang yang performance iklannya baik, lalu dijadikan sebagai acuan implementasi iklan berikutnya, dimana hal ini dikenal sebagai konsep A/B testing yang fenomenal.
  2. mengenali pasar dan kompetitor menjadi salah satu poin perhatian ketika menerapkan pemasaran media sosial, jika dengan asumsi kita sebagai UKM yang menjual suatu barang, maka juga manfaatkan pihak lain atau media/kanal lain yang ada sebagai calon partner misalnya marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada atau pun branded channel seperti Zalora atau Berrybenka. Nmun dalam pemilihan alternatif parnter tersebut harus berhati-hati, jika mereka bisa jadi memanfaatkan produk kita  jika memimiliki sales yang baik, tidak menutup kemungkinan mereka bakal memengenjot produk yang serupa, misalnya Zalora yang sebenarnya tidak memiliki produk sendiri, namaun membeli dari vendor yang di-branding menjadi Zalora.
  3. dalam diskusi tersebut, disarankan agar memiliki website atau landingpage sendiri, karena terkait branding dari bisnis atau usaha yang kita bangun untuk periode waktu jangka panjang, sekaligus sebagai wadah dari semua aset digital kita. Karena Facebook seharusnya hanya menjadi salah satu kanal komunikasi  yang kita optimalkan, dimana pada alur perjalanan calon konsumen kita akan berakhir di salah satu aset digital kita atau di toko online kita (atau bisa juga di marketplace) yang terpenting harus ada traffic yang masuk ke aset digital kita, misalnya website atau blog yang kita miliki, dengan mempertimbankan oppurtunity  yang ada, maka dari tahap awareness paling tidak kita sudah mendapat hasil, dan kalau bisa menghasilkan suatu proses conversion.
  4. Selain itu, juga disampaikan beberapa hal teknis aplikatif, seperti optimasi ketika setupcampaign hingga ads set di Facebook Ads tersebut, yaitu dalam menetapkan cakupan pangsa pasar kita, jika ditahap awal, lebih baik memperluas cakupan, namun kemungkinan besar menghasilkan conversion yang kecil, lambat laun semakin memperkecil cakupan pasar, namun bisa dikatakan biaya yang timbul kemungkinan akan cukup mahal.
  5. Dalam diskusi tersebut juga memberikan alternatif lain dalam beriklan di media/kanal lain, yaitu di marketplace seperti Tokopedia atau Bukalapak, namun hal ini bisa dikatakan cukup mahal namun dapat memiliki dampak langsung ke penjualan, jadi kembali lagi ke objektif awal, tujuan, dan dana yang tersedia.

 

 

Lalu acara pun ditutup dengan pengenalan singkat beberapa layanan Exabytes dan tentunya dilengkapi dengan sesi foto bersama! Menurut saya acara ini cukup bermanfaat & baik untuk menambah wawasan sekaligus refresh terhadap pemanfaatan media sosial, dan saya pribadi ingin kembali datang ke acara tersebut, jika mendapat undangan lagi nih :)

Jadi bagaimana menurut pendapat kalian, apakah perlu kita memasang iklan di media sosial? dan jika pernah, bagaimana dampaknya di kegiatan yang kamu lakukan? Atau mau segera bikin website untuk jualan/bisnis online seperti saran yang disampaikan diatas? Yuk, monggo langsung klik disini untuk mendapat promo terbatas & diskon menarik ya!

 

Kelas Inspirasi Depok #3

Berpartisipasi dalam sebuah aktivitas sosial dan syukur-syukur bisa memberikan manfaat positif atau jika dapat kesempatan untuk menginspirasi di kota yang saya tinggali dan lalui setiap harinya, merupakan kepuasan pribadi. Aktivitas sosial yang saya ikuti salah satunya yaitu Kelas Inspirasi. Bagi saya Kelas Inspirasi merupakan salah satu inisiatif pribadi yang (berusaha) berkomitmen melakukan hal yang konkret untuk Indonesia, khususnya di bidang sosial dan pendidikan.

 

Belajar Hal Baru (Lagi)

Di Kelas Inspirasi terakhir yang saya ikuti di Jakarta [Baca artikel blog: Kelas Inspirasi & Dunia Pendidikan Indonesia untuk mengetahui kegiatan Kelas Inspirasi]  merupakan salah satu aktivitas Kelas Inspirasi yang bisa dikatakan “seru banget”. Kenapa bisa seseru itu? Selain bisa beraktivitas positif (dan menjauhkan dari hal negatif dan bikin rusuh, seperti menyebar berita palsu atau hoax #eh), kita bisa bertemu orang-orang yang punya semangat, visi, yang sama dan optimis, untuk tergerak dan bekerja konkret dalam kegiatan ini.

Seperti pepatah lama, jika ingin menjadi orang yang (lebih) baik, maka bergaulah dengan orang-orang yang baik. Nah.. Kelas Inspirasi menurut saya tidak hanya menambah kawan baru, tetapi  juga kita bisa belajar hal baru, dari berbagi cerita dan mendengar pengalaman sesama relawan dan panitia, bahkan saya pun belajar hal unik dari adik-adik sekolah di kegiatan ini, awesome!

 

 

Sekolah & Guru

Kelas Inspirasi kali ini saya bersama teman-teman dari kelompok III mengunjungi SDN Pondok Cina V Depok, sebuah SD yang terletak dibelakang Jalan Margonda Raya Depok yang tersohor, sehingga sebenarnya tidak sulit untuk dijangkau, dan saya beranggapan (sangat) beruntung, karena sekolah ini mudah dijangkau dan masih di pusat kota. Namun disisi lain juga (menjadi) sedih, karena saya ingin  berpartisipasi di program Kelas Inspirasi dengan menjangkau sekolah yang jauh dari “peradaban” dan terletak di pelosok, tetapi disisi lain, setiap sekolah pun tanpa pandang bulu membutuhkan uluran program ini, bahkan (seharusnya) di kota besar pun, menurut saya masih banyak yang perlu diikutsertakan dalam program Kelas Inspirasi ini.

 

 

Setelah mengunjungi sekolah ini, dari sisi infrastruktur seperti kondisi gedung, fasilitas, dan kelengkapan peralatan mengajar, menurut saya sudah cukup baik. Setelah mengobrol dan berdiskusi dengan pihak guru dan kepala sekolah, maka isunya bukan dari sisi gedung dan fasilitas, namun lebih penting, yaitu mengenai bagaimana pihak guru dituntut agar kreatif dalam menyampaikan materi pelajaran, sekaligus membuat anak didiknya tetap semangat dan optimis, sekaligus berusaha keras agar bisa menginspirasi anak-anak kedepannya untuk bersekolah dan mencapai cita-cita di masa depan.

Melihat isu tersebut, kehadiran Kelas Inspirasi paling tidak memberikan gambaran serta wawasan kepada adik-adik mengenai profesi dan kesehariannya, dan sekaligus menginspirasi adik-adik sekalian agar berani bermimpi dan menggapai impian positifnya. so.. dari cerita diatas, kita bisa tahu profesi seorang guru pun menjadi krusial dalam sebuah tahapan pendidikan seorang anak, diluar pendidikan orang tua di rumah.

 

 

Adik-adik SD

Belajar dari manapun dan siapapun! Begitu kata pepatah, dan hal ini pun berlaku untuk saya ketika bertemu adik-adik di Kelas Inspirasi. Kenapa? Terkadang ada beberapa pertanyaan mendasar yang dilontarkan adik-adik SD, seperti : kenapa harus tetap sekolah?  apa enaknya kerja? kenapa kita harus bikin PR? kenapa bapak tidak kerja hari ini? kenapa harus seperti itu? dan beragam pertanyaan lain yang basic, tapi perlu jawaban yang tepat dan baik. Beberapa pertanyaan tersebut pun bisa jadi sebuah perenungan saya pribadi, karena (mungkin) kita semua sudah tenggelam dengan kesibukan setiap harinya, bahkan (terkadang) lupa bertanya hal-hal yang mendasar kepada diri kita sendiri.

 

Relawan

Relawan Kelas Inspirasi datang dari berbagai tempat, bahkan sebagian relawan datang dari luar kota, seperti dari Bogor, Bekasi, Tangerang, sampai ada yang saya temui dari Yogyakarta dan Bandung, serta bersedia “merelakan” waktu, tenaga, dan pikiran untuk berpartisipasi konkret dalam Kelas Inspirasi.

 

 

Dari hasil diskusi dengan beberapa rekan relawan maupun panitia, sebagian ada yang menyampaikan dan berekspektasi agar tetap “membumi”, dalam arti tetap berkegiatan sebaik dan sebisa mungkin secara maksimal, paling tidak dengan pola pikir tersebut dengan mengikuti Kelas Inspirasi, agar kita sendiri sebagai relawan minimal beraktivitas untuk diri sendiri secara positif, karena membuat anak-anak SD menjadi benar-benar terinspirasi bukan perkara mudah, dengan pola pikir positif dan optimis yang tetap “membumi” tersebut, saya yakin “virus kebaikan” dapat menular ke rekan relawan lain, bahkan ke adik-adik SD tersebut.

Disisi lain, dari saling berbagi cerita tersebut, ada beberapa rekan relawan harus berusaha ekstra keras membagi waktu pribadi, waktu bekerja, dengan waktu di Kelas Inspirasi, sampai berusaha agar memperoleh hak cuti dalam pelaksanaan Kelas Inspirasi di hari H-nya. Saya percaya jika kita hidup dan berkumpul bersama orang-orang dengan aura optimis dan positif seperti di komunitas Kelas Inspirasi, maka “virus kebaikan” tersebut bisa menular dan membuat kehidupan kita menjadi lebih bermakna.

SEHARI MENGAJAR,

SEUMUR HIDUP MENGINSPIRASI!

 

Peluncuran DSLR Canon EOS 5D Mark IV

Awal Oktober yang lalu saya Alhamdulilah mendapat kehormatan diundang menghadiri peluncuran kamera DSLR terbarunya Canon EOS 5D Mark IV oleh pihak Datascript. Sebagai informasi, saya mendapat undangan karena kamera Canon saya terdaftar secara resmi garansinya dan terdaftar pula di klub fotografi Datascript Canon Indonesia.

Datascript dikenal sebagai distributor resmi beberapa merek barang dan peralatan perkantoran, termasuk produk kamera merek Canon selaku distributor resmi di Indonesia. Dan Canon di seri sebelumnya yaitu  5D Mark III merupakan kamera impian saya, dengan segala kecanggihan dan kepraktisan penggunaannya plus kepopuleran di seri sebelumnya, maka seri Mark IV terbaru patut untuk disimak apa saja kelebihan yang ditawarkan.

 

Penampakan Canon EOS 5D Mark IV

 

https://snapshot.canon-asia.com

 

EOS 5D Mark IV adalah kamera DSLR kelas profesional dan merupakan generasi keempat dari keluarga EOS 5D ini dilengkapi dengan sensor full-frame jenis baru dengan resolusi 30,4 megapiksel, dan salah fitur andalan EOS 5D Mark IV adalah Dual Pixel RAW (DPRAW), yaitu fitur yang bisa dipakai untuk mengatur posisi efek bokeh yang diinginkan.

Yang menjadi fitur unggulan EOS 5D Mark IV lainnya yaitu adanya fitur perekaman 4K frame yang memungkinkan fotografer mengambil foto-foto tunggal (still frame) dari hasil rekaman video 4K kamera ini dengan resolusi tinggi nan mumpuni. Dengan kemampuan merekam video 4K yang mumpuni, EOS 5D Mark IV ini sanggup merekam video full-HD dengan frame rate hingga 60 FPS, selain itu, kamera ini dipersenjatai sensor full frame 30,4 megapiksel dan dipasangkan dengan prosesor  Digic 6+ plus  teknologi Digital Lens Optimizer untuk memproses dan mengoptimalkan gambar JPEG dengan koreksi chromatic aberration, peripkeral illumination (vignetting), dan diffraction correction.

Selain itu, dengan rentang sensitivitas native sensornya dipatok di angka ISO 100 hingga 32.000, yang dapat ditingkatkan lagi (extended) hingga ISO 102.400, menjadikan EOS 5D Mark IV semacam monster dengan berbagai kecanggihan yang bisa dimanfaatkan maksimal oleh fotografer di segala medan.

Fitur yang dipaparkan diatas juga disertai sistem auto focus EOS 5D Mark IV terdiri dari 61 titik yang 41 di antaranya merupakan fokus bertipe cross-type, disertai fitur EOS iTRAF (intelligent Tracking & Recognition Auto Focus) yang canggih, plus disertai sistem auto focus berupa burst rate continuous shot sebesar 7 frame per detik.

Fitur lain yang sekarang menjadi fitur wajib terkait mobilitas fotografer, yaitu adanya fasilitas GPS serta koneksi nirkabel via Wi-Fi dan NFC untuk memudahkan koneksi ke gadget berbasis Android atau iOS.

 

https://snapshot.canon-asia.com
https://snapshot.canon-asia.com

 

Acara Peluncuran

Sebagai pengguna loyal gear kamera Canon yang menghadiri event Canon semacam ini, saya seperti bocah-bocah ABG yang hadir di pentas musik artis favoritnya 😀 senang kesana kemari melihat kumpulan die hard fans Canon dan melihat muka-muka fotografer pro maupu fotografer amatir yang passionate dengan fotografi, sekaligus berdiskusi dan melihat sekaligus mencoba beberapa produk Canon yang terbaru.

 

Acara tidak hanya disertai informasi formal peluncuran produk Canon, namun juga diisi dengan format seminar yang disampaikan oleh narasumber fotografer profesional, seperti Bung David Soong dengan bisnis weeding photography bersama Axioo, serta fotografer Michael Ori yang merupakan commercial video & photographer yang menghasilkan karya komersial untuk Canon dan beberapa brand lainnya.

Di format seminar tersebut, saya mendapat banyak masukan dari Bung David  bagaimana fotografi menjadi pilihan kariernya, disertai kisah hidupnya yang naik-turun bekerja sebagai fotografer di Indonesia hingga bisa go international. Dan yang menjadi poin penting penuturan Bung David, maka sebagai seorang wedding photographer maka tugas fotografer menjadi bagian penting dari kehidupan sepasang pengantin dalam merekam momen-momen yang ada, sehingga menghasilkan sebuah foto yang harus memuaskan semua pihak, termasuk kepuasan fotografer sendiri dalam berkarya.

Lalu dari Mr Ori, saya baru mengetahui teknik meng-grab sebuah foto dari footage format video 4K, disertai penjelasan detail mengenai workflow-nya, dari perencanaan dan persiapan, proses produksi termasuk pengambilan video, hingga proses editing sampai menghasilkan sebuah foto untuk kepentingan komersial, dan Mr Ori menyarankan mulai melakukan proses produksi hybrid yaitu melakukan perekaman video dengan resolusi tinggi (4K) dan dilakukan proses editing untuk menghasilkan materi video dan foto sekaligus.

 

 

Jadi apa kamu pengguna kamera Canon? bagaimana pendapat kamu mengenai seri kamera Canon yang terbaru ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar ya.


Mau punya kamera DSLR Canon bekas yang berkualitas? Yuk, simak di Gerai yang lagi SALE paket kamera, klik disini!


 

Referensi:

  1. http://www.canon.co.id/personal/products/interchangeable-lens-camera/dslr-eos/eos-5d-mark-iv-kit-ii?languageCode=EN
  2. https://snapshot.canon-asia.com

 

7 Layanan Baru JNE Yang Revolusioner

Untuk urusan pengiriman barang dan dokumen, maka tidak lain tidak bukan, kita butuh bantuan pihak pengirim ekspedisi logistik yang mengantar barang kita sampai tujuan. Salah satu pilihan utama untuk pengiriman barang tentunya JNE. Saya sudah beberapa kali menggunakan jasa JNE untuk pengiriman barang dan menerima kiriman paket barang via JNE dari relasi, kerabat, dan kadang meneriman pesanan paket online shopping :)

Nah…  akhir bulan lalu, saya diundang dan berkesempatan menghadiri peluncuran 7 layanan baru JNE yang katanya revolusioner!! Membaca tajuk acaranya, bikin saya penasaran, karena jarang perusahaan sejenis membuat  event seheboh ini, atau saya saja yang heboh sendiri 😀

So.. yuk simak apa saja tujuh layanan baru JNE yang revolusioner tersebut.

Peluncuran Layanan Baru JNE

7 Magnifivent JNE (Sumber: JNE)
7 Magnifivent JNE (Sumber: JNE)

 

Pada 29 Februari bertempat di D`Consulate, Epicentrum Rasuna Said, JNE meluncurkan tujuh program andalannya yang dinamakan “7 Magnificent” di awal tahun 2016 yang merupakan  fokus pengembangan JNE di bidang teknologi informasi dan infrastruktur perusahaan. Seperti yang disampaikan Pak Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, bahwa berbagai layanan tersebut bertujuan untuk memudahkan pelanggan dengan menciptakan layanan yang adaptif dan inovatif.

Acara yang dibawakan oleh MC Kemal tersebut diselingi oleh gurauan membuat acara menjadi lebih santai disertai dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara pihak JNE, partner, media, dan blogger . Seperti yang disampaikan Kemal, bahwa setiap acara seremonial JNE memiliki kekhasan, yaitu selalu melakukan aktivtias kepedulian sosial seperti CSR tersebut, dan kali ini adik-adik dari panti asuhan yang mendapat bingkisan menarik.

Pak Feriadi - PresDir JNE (Ardika Percha)
Pak Feriadi – PresDir JNE (Ardika Percha)

 

MC Kemal and crowd (Ardika Percha)
MC Kemal and crowd (Ardika Percha)

 

JNE CSR di 7 Magnificient (Ardika Percha)
JNE CSR di 7 Magnificient (Ardika Percha)

 

#JNE7Magnificent

Pemaparan tujuh layanan baru JNE pun menjadi perhatian utama di acara peluncuran tersebut, dan saya sendiri juga penasaran dengan informasi terkait #JNE7Magnificient tersebut. Yuk, simak apa saja sih ketujuh layanan revolusioner yang dikenalkan oleh JNE tersebut, yaitu sebagai berikut :

1. JNE PopBox

Layanan PopBox dikembangkan JNE yang diperuntukkan bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi, yaitu semacam kotak pos atau loker untuk pengiriman dan pengambilan paket. Seperti saya, terkadang beberapa barang yang dikirimkan ke rumah sering tidak sampai ke tangan saya, karena pengiriman dilakukan di jam kerja, maka kirimannya menjadi retur, karena ketidakhadiran saya di rumah ketika menerima paket kiriman.

Alur PopBox (JNE)
Alur PopBox (JNE)
2. JNE Trucking

Layanan JNE Trucking ini dikhususkan untuk pengiriman darat minimal 10 Kg dengan cakupan daerah saat ini di Sumatera, Jawa, dan Bali. Layanan ini memang khusus untuk barang-barang yang punya berat berlebih dan memerlukan pengriman dengan perhatian khusus.

JNE Trucking (JNE)
JNE Trucking (JNE)
3.  JNE International Shipment

Seperti yang dipaparkan oleh Pak M. Feriadi, layanan ini sebenarnya sudah ada sebelumnya, namun di peluncuran ini, JNE akantelah menjalin kemitraan strategis dengan partner global dengan pola dan layanan baru, sehingga meningkatkan pelayanan konsumen JNE.

4. Ad Box Pre-paid

Nah, kalau layanan ini dibuat untuk standarisasi kota/kardus dalam pengiriman JNE, sehingga menjadi lebih rapih dan aman. Untuk saat ini, pengiriman hanya berlaku untuk wilayah Jakarta, dan sudah termasuk biaya kirimnya.

Ad-box prep-paid (JNE)
Ad-box prep-paid (JNE)
5. Super Speed Service

Dalam peluncuran ini, JNE pun mengenalkan layanan kirim cepat khusus wilayah Jakarta dalam hari yang sama yaitu antara jam 8 pagi hingga jam 3 sore dengan batasan berat tertentu.

Super Speed (JNE)
Super Speed (JNE)
6.  CD Musik

Nah, kalau layanan JNE satu ini yang menurut saya unik, karena JNE masuk ke industri musik! Dengan ribuan kantor cabang di seluruh Indonesia, JNE memiliki jalur distribusi berbagai macam barang, dan seperti yang disampaikan di acara peluncuran tersebut, JNE mau turut berperan serta mendukung insan kreatif Indonesia dalam mendistribusikan karya mereka.

7. My JNE Mobile App
My JNE
My JNE

 

JNE pun akhirnya merilis secara resmi aplikasi mobile di platform Android, yaitu My JNE untuk memudahkan pelanggan setianya, termasuk saya dalam menggunakan berbagai layanan JNE. Fitur aplikasinya yaitu berupa tracking atas kiriman kita, lalu ada fitur pengecekan tarif kiriman JNE. Untuk fitur ini bakal sering saya gunakan dengan mudah, jadi kita bisa langsung akses melalui aplikasi, tanpa perlu cek lagi di situs JNE tersebut.

Kemudian adanya fitur unik My COD & COD Wallet, yang berperan sebagai virtual account untuk transaksi pembelian layaknya layanan rekening bersama yang terintegrasi dengan tracking kiriman barang kita, serta fitur terkait geolocation jaringan distribusi JNE.

 

 

Saya & JNE

Menurut saya, tujuh layanan baru JNE tersebut tergolong revousioner, khususnya layanan PopBox, CD musik, dan aplikasi My JNE yang semakin memudahkan serta membuka kesempatan baru bagi kita semua.

Bagaimana teman-teman menurut kalian tujuh layanan baru JNE yang magnificent tersebut? Yuk, share pendapat kalian di kolom komentar dibawah ya :)


Referensi :
  1. Situs JNE : http://jne.co.id/
  2. Situs  #7magnificent : http://7magnificent.jne.co.id/
  3. MyJNE – Google Play Store : http://bit.ly/AppMyJNE
  4. Update Video via JNE Youtube channel : https://www.youtube.com/channel/UCWu7IQte4MwQXsSXnN2vbaQ

Ngobrol Penuh Inspirasi Bareng Tiket

Setelah lelah beraktivitas sepanjang  hari, ada saatnya kita perlu jalan-jalan untuk liburan dan melepas penat. Salah satu “kenikmatan” ketika mau plesiran menurut saya yaitu di bagian perencanaan. Saya biasanya suka membayangkan tempat liburan dimana, kapan berangkatnya, seperti apa nanti acaranya, dan mau ngapain aja disana, serta tentunya soal tempat penginapan dan naik transportasi apa.

Seperti salah satu plesiran saya ke Cirebon  Dieng, dan ke Singapura tempo hari, maka saya kebanyakan merencanakan sebelumnya jauh hari, termasuk salah satunya mengenai akomodasi dan transportasi. Untuk urusan tiket dan penginapan, maka saya tentunya cari informasi melalui internet hingga pemesanan dan pembayaran dilakukan via internet.

Ngobrol Penuh Inspirasi bersama Tiket.com

#NgopiBarengTIket (Ardika Percha)
#NgopiBarengTIket (Ardika Percha)

Nah… di hari Sabtu lalu, saya berkesempatan datang ke acara seru bertajuk #NgopiBarengTiket yang membahas mengenai kiprah Tiket.com di industri travel sebagai penyedia berbagai macam kebutuhan kita untuk liburan, yaitu dari pemesanan tiket pesawat, kereta api, hotel dan bahkan tiket atraksi hiburan. Selain itu, saya pun mau mendengar sharing beberapa blogger yang sukses dalam dunia blogging dan yang sukses menjalankan bisnis travel online yang bekerja sama dengan penyedia tiket online.

Tren digital : Desktop Vs Mobile

Udarsa Tiket.com (Ardika Percha)
Udarsa Tiket.com (Ardika Percha)

Acara diawali kata pembuka mba Nuniek selaku MC disertai jamuan makan siang serta ramah tamah dari pihak Tiket.com, salah satunya Pak Gaery Undarsa mewakili tim Communication Tiket.com yang menjelaskan sepak terjang Tiket.com di ranah digital, serta menyampaikan fakta-fakta menarik terkait tren digital di Indonesia, seperti jumlah pengakses melaui perangkat mobile menunjukan tren naik, bahkan melebihi pengakses melalui perangkat desktop.

Pak Gaery pun menjelaskan apa dan bagaimana layanan Tiket.com, salah satunya mengenai mayoritas pengguna Tiket.com menggunakan mobile site, dan trennya pengguna Tiket.com sudah beranjak ke mobile apps, sehingga jumlah pengakses Tiket.com melalui desktop sudah dilewati oleh jumlah pengakses mobile. Dari fakta yang ada tersebut, di tahun 2016 Tiket.com akan fokus ke pengembangan di perangkat mobile, untuk menjangkau dan semakin memudahkan penggunanya.

Tips Sukses Blogger

Emak Blogger (Ardika Percha)
Emak Blogger (Ardika Percha)

Selain itu, di #NgopiBarengTiket juga hadir blogger mba Indah Juli yang membeberkan beberapa kisah dan tips mujarabnya selaku blogger, salah satu yang menarik perhatian saya soal menulis blog, sebaiknya menulis dengan gaya sendiri, bersifat original, dan lebih fokus kepada perencanaan seperti pepatah yang disampaikan, yaitu “think long, write short”

Hal lainnya yang menurut saya menarik disampaikan mba Indah Juli, yaitu jika kita menerima tawaran pekerjaan sebagai blogger, sebaiknya lebih kritis dalam menerima tugas menulis blog dalam hal membuat ulasan, dan sesuaikan dengan gaya menulis kita, sebaiknya bersifat soft selling, gunakan atau rasakan pengalaman dalam mencoba produk atau layanan yang akan diulas sesuai gaya kita, sehingga kita benar-benar mencoba dan memberikan ulasan yang benar. Hal ini pun mengarah dengan pemahaman brief yang disampaikan serta konfirmasi yang jelas, sehingga memudahkan kedepannya antara blogger dan pihak yang memberikan tugas tersebut.

Tiket.com & Blogger

Di acara tersebut, Tiket.com pun mengenalkan program kerjasama baik untuk blogger di ranah online dan untuk travel agent di ranah offline, dan pesan yang menurut saya disampaikan bahwa Tiket.com menjadi platform bagi pengguna dan partner yang memenuhi seluruh kebutuhan jalan-jalan kita, dan bisnis travel agent bisa dilakukan oleh siapa saja jika memenuhi beberapa syarat yang mudah.

Content is KING (Ardika Percha)
Content is KING (Ardika Percha)

Venue acara pun penuh sesak dengan para undangan yang terus menyimak sepanjang acara tesebut, dan overall berjalan lancar hingga akhir acara, disertai sesi tanya-jawab plus diskusi yang bisa memberikan pengetahuan mengenai dunia travel  dan blogging, sekaligus bersilaturahim dengan sesama blogger.

 

Kaleidoskop 2014 (Bagian 2)

Dia muncul (Foto: Ardika Percha – Dieng, 2014)

 

Setelah sebelumnya menyusun Kaleidoskop 2014 bagian pertama [Baca:  Kaleidoskop 2014 Bagian 1] maka dilanjutkan  bagian kedua dari bulan September hingga akhir tahun. Di bagian kedua ini ada beberapa momen menarik, seperti perpindahan hosting serta perubahan struktur dan desain blog ardikapercha.com di bulan Oktober, lalu pada bagian kedua ini pula, Alhamdulillah saya berkesempatan mengunjungi beberapa acara menarik dan intensitas blogging yang mulai meningkat, serta berkesempatan melakukan kontak lebih intens dengan pengunjung blog saya, blogger, dan komunitas lainnya.

 

September

Indonesia Dalam Infografik (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Di bulan September ceria ini, saya mengangkat tulisan terkait perkembangan crowdsource di Indonesia dengan kemunculan salah satu start up yang memiliki perkembangan baik dan memiliki dampak sosial yang cukup luas. Selanjutnya saya menghadirkan liputan ke acara peluncuran buku dan diskusi Indonesia Dalam Infografik yang merupakan buku kumpulan infografik pilihan yang telah ditampilkan di Harian Kompas. Selain itu saya membagi pengalaman saya mengikuti arisan street photography dengan diskusi membahas terkait visual literacy.

Artikel:

 

Oktober

Untaian Pesan & Harapan (2) (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

DI bulan Oktober ini, fokus saya pada perubahan desain dan struktur blog seperti tampilan saat ini, serta melakukan migrasi ke hosting provider yang baru, harapannya perpindahan ke “rumah baru” tersebut, Insha Allah di sisi performance dan layanan lebih baik, sehingga karena hal tersebut, hanya bisa menelurkan sebuah liputan ke Festival Seperlima, yang mengkampanyekan perbedaan di tengah masyaraat kita seharusnya ditanggapi dengan kreatif, serta dianggap sebagai hal biasa.

Artikel:

November

Diatas awan (Foto: Ardika Percha – Dieng, 2014)

 

Di bulan November cukup banyak tulisan  yang saya tampilkan di blog, antara lain saya membuat esai foto mengenai bagaimana saya mengenal fotografi ketika pertama kali memiliki smartphone berkamera, lalu pengalaman saya berkuliah (lagi) dengan mengikuti short course di Selangor Malaysia, kemudian momen pendeklarasian komunitas Locana Indonesia berbasis budaya dan fotografi bersama kawan-kawan, dan artikel blog ditutup di akhir bulan dengan kisah perjalanan saya menjadi (sok) anak gunung ke daerah Dieng, Jawa Tengah.

Artikel:

Desember

Mr. Solihin and crew (Foto: Ardika Percha – Depok, 2014)

 

Akhir tahun ini, saya mengangkat ulasan mengenai aplikasi pembaca berita yang mulai tren di dunia digital, dan jenis tulisan layaknya ulasan aplikssi (review) tersebut sudah lama tidak saya kerjakan, sehingga secara pribadi saya cukup senang, dan untuk mulai kembali menulis ulasan aplikasi lainnya. Kemudian melanjutkan perjalanan saya di Dieng, saya susun artikel berupa seri foto terkait trip buddies selama perjalanan menggapai puncak Prau. Dan finally di akhir bulan, saya kembali bisa menghadirkan sebuah esai foto dengan mengangkat esai mengenai potret peternak Indonesia.

Artikel:

 

Penutup

Tahun 2014 merupakan tahun perjuangan sekaligus kegembiraan, dan tahun ini cukup banyak momen menarik dan momen perdana, dari sisi pemahaman fotografi, menulis, digital, dan blogging yang saya pelajari dari berbagai sumber, melalui model trial-error sekaligus trial-success 😀

Selain itu, masih ada beberapa utang tulisan saya yang masih dalam bentuk draft, maupun masih dalam awang-awang ide tulisan 😀 semoga kedepannya jika ada ide atau setelah mengunjungi acara dan tempat tertentu bisa segera direalisasikan menjadi artikel blog, Amin.

Menariknya, beberapa acara yang saya kunjungi suprisingly memberikan insight dan wawasan baru yang memperkaya pemahaman saya, seperti acara-acara terkait industri kreatif, diskusi dengan berbagai pihak, mengikuti lokakarta (workshop), bertukar pesan dan berkomunikasi lebih lanjut dengan berbagai pelaku kreatif, hingga mencoba mendirikan komunitas berbasis fotografi dan pecinta budaya Indonesia bersama kawan-kawan, melakukan perjalanan ke tempat lain, sekaligus tetap berkarya dalam menyusun seri foto dan esai foto.

Semoga kedepannya, dari sisi blogging saya pribadi berharap tetap konsisten menulis at least 1 artikel perminggu, yang selama akhir tahun 2014 coba saya terapkan, lalu mengasah kemampuan fotografi tidak hanya secara teknikal, namun mulai belajar membuat sebuah karya foto yang bercerita, seperti seri foto atau bahkan esai foto, mengeksplorasi fotografi bersama kawan-kawan baik dari komunitas lain atau mengembangkan Locana Indonesia untuk menjelajahi berbagai tempat menarik dengan ciri khasnya masing-masing, dan tidak lupa tetap mengikuti perkembangan dunia digital di Indonesia yang semakin marak dan riuh ramai.

Selamat Tahun Baru 2015!

Tahun Baru 2015 (Ardika Percha, 2015)

 

Kaleidoskop 2014 (Bagian 1)

 

Selamat Datang Di Bumi Ruwa Jurai (Foto: Ardika Percha – Bandar Lampung, 2014)

 

Tahun 2014 Masehi sudah berakhir, Alhamdulillah beberapa kunjungan acara dan sekaligus menyalurkan hobi fotografi sudah saya mulai lakukan  di tahun tersebut, dan dalam postingan kali ini, saya susun kaleidoskop secara kronologis untuk artikel yang saya tulis dan merekam momen penting terkait blog saya tercinta.

Kaleidoskop ini dibuat bertujuan agar kita dan saya sendiri, bisa melakukan intropeksi diri, mengenang momen suka maupun duka, sekaligus menjadi bahan bakar melakukan yang lebih baik lagi di tahun selanjutnya, serta semakin konsisten untuk menulis blog, serta mengunjungi beberapa acara unik dan inspiratif, maupun fokus dengan hobi fotografi serta membahas dunia digital lebih intens, sehingga ada peningkatan positif dalam aktivitas blogging kedepannya. Selamat menikmati bagian 1 dari Kaleidoskop ardikapercha.com :)

 Januari

Kumpul bocah TBB (Foto: Ardika Percha – Tulang Bawang Barat, 2014)

 

Awal tahun 2014 dibuka dengan artikel perjalanan saya menuju Bumi Ruwai Jurai, mengunjungi rumah bagi Pengajar Muda dari Gerakan Indonesia Mengajar serta sekaligus bertemu adik-adik dari SDN Mercubuana di Tulang Bawang Barat. Pengalaman bertemu orang-orang baru yang disambut dengan kehangatan bak sahabat dan bahkan bagai keluarga yang sudah mengenal bertahun-tahun. Pengalaman ini benar-benar menjadi pendorong saya melalui bulan-bulan selanjutnya dan sekaligus meningkatkan rasa bersyukur saya secara personal.

Artikel :

Juni

JSPI (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Di bulan Juni, saya berkesempatan menghadiri Jambore Street Photography pertama di Indonesia, dengan bertemu  penggiat street photography dari berbagai penjuru, berdiskusi, dan mengikuti lokakarya dalam pembuatan cerita foto, kemudian menginspirasi saya salah satunya  untuk terus membuat  sebuah cerita foto, seperti esai foto maupun seri foto. Selain itu, kehadiran saya di event tersebut merupakan puncak dari “gunung es” atas minat saya mempelajari dan mempraktekan fotografi jalanan di ruang publik.

Artikel :

 Juli

Angkat jari (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Bulan Juli merupakan awal ketertarikan saya menghadiri event terkait industri kreatif yang didorong oleh Indonesia Kreatif, salah satunya kunjungan saya ke Galeri Indonesia Kaya untuk menyaksikan wayang listrik. Lalu di bulan tersebut, saya terlibat menjadi relawan Kelas Inspirasi, sehingga bisa mengenal orang-orang hebat dalam kegiatan luar biasa itu, dan menghasilkan salah satu karya esai foto favorit saya pribadi.

Artikel :

Agustus

1 juta unduhan untuk Tebak Gambar (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Di bulan Agustus, saya berkesempatan hadir dalam acara  diskusi Games In Asia, yang mendukung perkembangan industri game Indonesia, dengan menghadirkan sesi diskusi bersama  narasumber dari developer game Tebak Gambar yang menyentuh angka unduhan  fenomenal yaitu mencapai 1 juta unduhan di Google Play Store.

Artikel:

===

Update : Kaleidoskop 2014 Bagian 2

Computer Festival UI 2009

Sabtu lalu, saya berakhir pekan di Depok, yang saya sempatkan untuk berkunjung ke Computer Festival UI 2009 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fasilkom UI. Sebelum memperhatikan dengan detil, saya pikir akan seperti “another computer expo” yang isinya jualan komputer beserta segala atributnya, namun ternyata berisi pameran dari komunitas-komunitas TI dan dibumbui oleh sesi acara bincang-bincang dan diskusi. Dilihat dari konsep acaranya lumayan orisinil, yaitu mengumpulkan komunitas terkait dunia Teknolgi Informasi di Indoensia, seperti MUGI (Microsoft User Group Indonesia), KPLI Linux, Mac User Indonesia, MySQL Indonesia, UI Robotics Team, komunitas open source, dan komunitas lainnya.

Tokoh-tokoh yang datang saya pikir cukup mumpuni dari Depkominfo, Depdiknas, Rekorat UI, Telkom, MUGI, Microsoft, Sun Microsystem, Ilmukomputer.com, serta ahli lainnya. Dari acara tersebut banyak terdapat stand-stand dari komunitas tersebut, seperti Mac User Indonesia, KPLI Linux, MUGI, maupun Web-Net contohnya, seperti hasil jepretan kamera saya dibawah ini.

Dalam pameran tersebut juga dipamerkan hasil pengembangan aplikasi dan sistem dari hasil karya sivitas akademika Fasilkom UI, dari aplikasi sederhana seperti quiz, bulletin board, hingga aplikasi canggih seperti aplikasi pemodelan 3D, SIAK-NG yang merupakan sistem akademik yang digunakan UI, aplikasi manufaktur hingga program permainan (games).

Di pameran tersebut juga diadakan kompetisi dalam pengembangan robot, yang saya anggap sebagai salah satu magnet acara ini.  Terlihat dari keriuhan peserta maupun pengunjung ketika berada di area kompetisi robot tersebut.

Acara CompFest juga disertai hiburan dari band dan kelompok paduan suara mahasiswa Fasilkom UI, yaitu Asciipela, serta guest star Tangga!! Amat disayangkan acara seperti ini kurang dari sisi promosi, saya pribadi tahu beberapa hari sebelumnya, dan menurut saya perlu digalakkan acara (bertema komputer) dengan format dan konsep yang berbeda, seperti acara Compfest ini, yang mengumpulkan komunitas-komunitas TI Indonesia, yang mereka kadang-kadang hanya berinteraksi di dunia maya, dan bisa kopi darat di acara seperti ini, sekaligus bersosalisasi, bercanda, berdiskusi, nggosip, sampai bernarsis massal di tempat publik, terbukti dari beberapa saya lihat di stand komunitas tersebut…  n_n