Tag Archives: event

Mengulas Startup Report 2017 DailySocial di Power Lunch GDP Venture

 

Pada minggu ini saya diundang hadir dalam acara yang mengulas laporan tahunan startup Indonesia, disusun oleh portal berita idola yang sarat dengan  informasi terkini terkait dunia startup Indonesia, yaitu DailySocial. Acara bertajuk Power Lunch yang bertempat di Three Buns Senopati Jakarta ini digagas oleh GDP Venture, yang dikenal sebagai perusahaan ventura ternama dengan sederet portofolio startup yang ciamik, dari Kaskus, Tiket.com, BliBli, Kumparan, hingga Semut Api, serta tentunya DailySocial.

Power Lunch ini dihadiri oleh dua narasumber yang bisa menjadi acuan dalam membaca peta perkembangan startup Indonesia, yaitu Pak Rama Mamuaya selaku CEO DailySocial dan Pak Danny Wirianto sebagai CMO GDP Venture. Menurut saya, dua narasumber tersebut bisa memberikan perspektif pandangan yang berbeda, baik dari sisi pelaku startup, lalu bisa dari sisi investor, maupun dari sisi media yang spesifik membahas startup Indonesia, sehingga dari acara ini menurut saya bisa menjadi salah satu sumber pembelajaran yang baik.

 

 

Mempelajari dan memahami lanskap perusahaan rintisan (baca: startup) yang bisa dikatakan berkembang secara progresif dan bahkan bombastis dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun terakhir membuat kita sebagai insan Indonesia dapat berbangga hati.  Dari laporan yang dihimpun oleh DailySocial tersebut, bahwa sudah ada 230 lebih startup yang telah hadir dan telah menghasilkan paling tidak 4 startup dengan gelar unicorn, yaitu Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan BukaLapak. Sebagai informasi, seperti yang disampaikan Pak Danny bahwa jumlah startup dengan gelar unicorn tersebut termasuk cukup besar untuk skala Asia, khususnya Asia Tenggara, dan ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah pasar sekaligus sumber inovasi dengan tren pertumbuhan positif.

 

Startup Report 2017 by @dailysocial_id #startup #annualreport #indonesia

A post shared by Percha (@jurnalpercha) on

 

Dari sisi lanskap investasi startup Indonesia, maka sejumlah startup tersebut telah berhasil menghasilkan dan mengumpulkan nilai investasi lebih dari 3 Trilyun US Dollar dengan 91 startup yang telah mengumumkan dan melakukan funding rounds, serta terdapat berbagai kegiatan merger dan akusisi yang melibatkan 14 startup. Dan menariknya, pertama kali di Indonesia ada 2 startup yang telah go-public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sehingga hal ini bisa menjadi pemacu dan pemicu startup lain tidak hanya melakukan funding dari sisi perusahaan ventura atau investasi lainnya, namun startup Indonesia mampu membuktikan bisa hadir dan menarik dana publik melalui mekanisme pasar modal sesuai regulasi.

Selain itu, dalam laporannya, DailySocial juga memberikan prediksi tren perkembangan teknologi di periode tahun selanjutnya, yaitu munculnya pemanfaatan Internet of Things, kemudian meluasnya penggunaan Artificial Intelligent di berbagai sudut kehidupan, dan tentunya tren perkembangan blockchain yang mulai dikenal di Indonesia. Untuk detail informasi Startup Report 2017 dapat disimak lebih lanjut di situs DailySocial.id dan bisa diunduh dari sumber aslinya, sehingga bisa dipelajari lebih lanjut untuk membaca peta perkembangan startup di Indonesia.

 

 

Di sisi lain, perkembangan startup di Indonesia juga akan menghadapi beberapa kendala yang perlu menjadi perhatian, yaitu isu sumber daya manusia, yaitu kurangnya ketersedian talenta berkualitas, lalu belum adanya kerjasama yang intens dengan pihak kampus/sekolah, sehingga seperti yang dipaparkan oleh pak Rama, bahwa dunia startup masih perlu mmembutuhkan peran pemerintah yang intens, termasuk isu infrastruktur yang menjadi masalah klasik negeri ini. Kemudian terkait dengan peran pemerintah, ada beberapa aturan dan regulasi yang justru menghambat laju perkembangan startup Indonesia, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku startup di Indonesia.

Dengan segala  ulasan dan isu yang dipaparkan diatas, pak Rama berharap dengan disusun dan dirilisnya laporan startup tahunan dapat memberikan informasi yang berguna dan dapat dimanfaatkan untuk memajukan ekosistem startup di Indonesia kedepannya.


Referensi :

  1.  https://dailysocial.id/
  2. https://www.gdpventure.com/

 

Kelas Inspirasi Depok #3

Berpartisipasi dalam sebuah aktivitas sosial dan syukur-syukur bisa memberikan manfaat positif atau jika dapat kesempatan untuk menginspirasi di kota yang saya tinggali dan lalui setiap harinya, merupakan kepuasan pribadi. Aktivitas sosial yang saya ikuti salah satunya yaitu Kelas Inspirasi. Bagi saya Kelas Inspirasi merupakan salah satu inisiatif pribadi yang (berusaha) berkomitmen melakukan hal yang konkret untuk Indonesia, khususnya di bidang sosial dan pendidikan.

 

Belajar Hal Baru (Lagi)

Di Kelas Inspirasi terakhir yang saya ikuti di Jakarta [Baca artikel blog: Kelas Inspirasi & Dunia Pendidikan Indonesia untuk mengetahui kegiatan Kelas Inspirasi]  merupakan salah satu aktivitas Kelas Inspirasi yang bisa dikatakan “seru banget”. Kenapa bisa seseru itu? Selain bisa beraktivitas positif (dan menjauhkan dari hal negatif dan bikin rusuh, seperti menyebar berita palsu atau hoax #eh), kita bisa bertemu orang-orang yang punya semangat, visi, yang sama dan optimis, untuk tergerak dan bekerja konkret dalam kegiatan ini.

Seperti pepatah lama, jika ingin menjadi orang yang (lebih) baik, maka bergaulah dengan orang-orang yang baik. Nah.. Kelas Inspirasi menurut saya tidak hanya menambah kawan baru, tetapi  juga kita bisa belajar hal baru, dari berbagi cerita dan mendengar pengalaman sesama relawan dan panitia, bahkan saya pun belajar hal unik dari adik-adik sekolah di kegiatan ini, awesome!

 

 

Sekolah & Guru

Kelas Inspirasi kali ini saya bersama teman-teman dari kelompok III mengunjungi SDN Pondok Cina V Depok, sebuah SD yang terletak dibelakang Jalan Margonda Raya Depok yang tersohor, sehingga sebenarnya tidak sulit untuk dijangkau, dan saya beranggapan (sangat) beruntung, karena sekolah ini mudah dijangkau dan masih di pusat kota. Namun disisi lain juga (menjadi) sedih, karena saya ingin  berpartisipasi di program Kelas Inspirasi dengan menjangkau sekolah yang jauh dari “peradaban” dan terletak di pelosok, tetapi disisi lain, setiap sekolah pun tanpa pandang bulu membutuhkan uluran program ini, bahkan (seharusnya) di kota besar pun, menurut saya masih banyak yang perlu diikutsertakan dalam program Kelas Inspirasi ini.

 

 

Setelah mengunjungi sekolah ini, dari sisi infrastruktur seperti kondisi gedung, fasilitas, dan kelengkapan peralatan mengajar, menurut saya sudah cukup baik. Setelah mengobrol dan berdiskusi dengan pihak guru dan kepala sekolah, maka isunya bukan dari sisi gedung dan fasilitas, namun lebih penting, yaitu mengenai bagaimana pihak guru dituntut agar kreatif dalam menyampaikan materi pelajaran, sekaligus membuat anak didiknya tetap semangat dan optimis, sekaligus berusaha keras agar bisa menginspirasi anak-anak kedepannya untuk bersekolah dan mencapai cita-cita di masa depan.

Melihat isu tersebut, kehadiran Kelas Inspirasi paling tidak memberikan gambaran serta wawasan kepada adik-adik mengenai profesi dan kesehariannya, dan sekaligus menginspirasi adik-adik sekalian agar berani bermimpi dan menggapai impian positifnya. so.. dari cerita diatas, kita bisa tahu profesi seorang guru pun menjadi krusial dalam sebuah tahapan pendidikan seorang anak, diluar pendidikan orang tua di rumah.

 

 

Adik-adik SD

Belajar dari manapun dan siapapun! Begitu kata pepatah, dan hal ini pun berlaku untuk saya ketika bertemu adik-adik di Kelas Inspirasi. Kenapa? Terkadang ada beberapa pertanyaan mendasar yang dilontarkan adik-adik SD, seperti : kenapa harus tetap sekolah?  apa enaknya kerja? kenapa kita harus bikin PR? kenapa bapak tidak kerja hari ini? kenapa harus seperti itu? dan beragam pertanyaan lain yang basic, tapi perlu jawaban yang tepat dan baik. Beberapa pertanyaan tersebut pun bisa jadi sebuah perenungan saya pribadi, karena (mungkin) kita semua sudah tenggelam dengan kesibukan setiap harinya, bahkan (terkadang) lupa bertanya hal-hal yang mendasar kepada diri kita sendiri.

 

Relawan

Relawan Kelas Inspirasi datang dari berbagai tempat, bahkan sebagian relawan datang dari luar kota, seperti dari Bogor, Bekasi, Tangerang, sampai ada yang saya temui dari Yogyakarta dan Bandung, serta bersedia “merelakan” waktu, tenaga, dan pikiran untuk berpartisipasi konkret dalam Kelas Inspirasi.

 

 

Dari hasil diskusi dengan beberapa rekan relawan maupun panitia, sebagian ada yang menyampaikan dan berekspektasi agar tetap “membumi”, dalam arti tetap berkegiatan sebaik dan sebisa mungkin secara maksimal, paling tidak dengan pola pikir tersebut dengan mengikuti Kelas Inspirasi, agar kita sendiri sebagai relawan minimal beraktivitas untuk diri sendiri secara positif, karena membuat anak-anak SD menjadi benar-benar terinspirasi bukan perkara mudah, dengan pola pikir positif dan optimis yang tetap “membumi” tersebut, saya yakin “virus kebaikan” dapat menular ke rekan relawan lain, bahkan ke adik-adik SD tersebut.

Disisi lain, dari saling berbagi cerita tersebut, ada beberapa rekan relawan harus berusaha ekstra keras membagi waktu pribadi, waktu bekerja, dengan waktu di Kelas Inspirasi, sampai berusaha agar memperoleh hak cuti dalam pelaksanaan Kelas Inspirasi di hari H-nya. Saya percaya jika kita hidup dan berkumpul bersama orang-orang dengan aura optimis dan positif seperti di komunitas Kelas Inspirasi, maka “virus kebaikan” tersebut bisa menular dan membuat kehidupan kita menjadi lebih bermakna.

SEHARI MENGAJAR,

SEUMUR HIDUP MENGINSPIRASI!

 

Pentingnya Belajar Mengelola Keuangan

Pengelolaan Keuangan Pribadi

Mengatur dan mengelola keuangan merupakan life skill yang seharusnya dipelajari dan diketahui semua orang, namun sayangnya sepanjang saya bersekolah, tidak satu pun secara jelas, gamblang, lengkap, dan benar mengajari kita untuk mengelola keuangan yang tepat semenjak usia dini, ketika sekolah, lalu menikah, memiliki anak, sampai pensiun nanti. Bagaimana dengan kamu?

Ardika Percha
Ardika Percha

 

Setelah belajar otodidak sekian lama dengan membaca dan berdiskusi dengan beberapa orang termasuk keluarga dan teman-teman, saya banyak mendapat masukan dalam pengelolaan keuangan tersebut. Salah satunya yang menjadi perhatian penting yaitu bagaimana kita menghabiskan uang dengan tepat, tidak lupa dalam menabung, berasuransi, dan terakhir berinvestasi kedepannya, dan hal ini seharusnya dan sebaiknya dilakukan semenjak dini dan mulai dari sekarang, yang dilakukan secara bertahap dan konsisten.

 

Fakta Penetrasi Asuransi Di Indonesia

Seperti yang dilansir dari Kompas.com, penetrasi asuransi di Indonesia hanya berkisar 1 hingga 2 % masih dibawah beberapa negara ASEAN seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia yang berkisar diatas 4 % sampai 7 %. Hal ini terjadi, karena masih kurangnya kesadaran dan minimnya akses informasi yang lengkap dan benar terkait fungsi asuransi tersebut, sehingga banyak yang tidak mengetahui asuransi dan salah kaprah memahami asuransi tersebut.

 

https://pixabay.com
https://pixabay.com

 

Dengan penetrasi asuransi yang sangat rendah tersebut, maka edukasi ke masyarakat pun menjadi poin perhatian seperti yang didorong oleh Otoritas Jasa Keuangan, agar wawasan keuangan termasuk pengetahuan dan fungsi serta produk-produk asuransi dan investasi diketahui dengan baik, sehingga dengan edukasi keuangan masyarakat pun dapat menentukan dengan tepat, apa tujuan keuangannya dengan jelas dan bagaimana mencapai tujuan keuangan tersebut.

 

Seminar Edukasi Keuangan

Salah satu cara untuk terus belajar keuangan yaitu ikut serta dan datang ke acara bertema edukasi keuangan, salah satunya seminar keuangan yang saya hadiri di pertengahan Oktober yang lalu. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan menghadiri seminar yang diselenggarakan Sinarmas MSIG yang bertajuk “Yuk, Atur Uangmu” dengan narasumber Mba Mike Rini Sutikno yang dikenal sebagai Financial Planner MRE.

 

Mba Mike menjelaskan bahwa pentingnya pengelolaan keuangan semenjak usia muda sesuai tujuan keuangan yang ingin dicapai. Dalam mencapai tujuan keuangan tersebut salah satunya yaitu dengan menabung, memiliki asuransi untuk memproteksi kita dari risiko yang menghadang, misalnya risiko kesehatan atau bahkan risiko jiwa, dibarengi melakukan alokasi investasi yang tepat. Dengan semakin dini kita mulai merencanakan, mengatur, lalu mengelola keuangan dengan berasuransi untuk minimalisir risiko dan investasi dilakukan jauh hari, maka kita punya kelebihan dalam hal periode waktu yang panjang dalam meraih kemandirian finansial dan mencapai tujuan keuangan kita.

 

Smart Money Game

Nah.. menariknya di acara ini, kita tidak hanya mengikuti talkshow yang menambah pengetahuan kita mengenai pengelolaan keuangan, namun kita diajak bermain game yang seru dan menantang dalam sebuah permainan semacam monopoli, yang disebut “Smart Money Game”.

Di permainan ini kita akan berperan menjadi profesi tertentu dan memiliki harta, hutang, dan pendapatan sesuai profesi pilihan tersebut, kemudian di sepanjang permainan akan dihadapi berbagai macam hal, seperti penawaran produk keuangan, mendapat gaji, memiliki aset tambahan, membayar pajak, melunasi hutang, hingga mempunyai passive income dari aset yang dimiliki, yang pada akhirnya, pemenang ditentukan perubahan nominal harta yang terbesar dibandingkan pemain lainnya.

 

Ardika Percha
Ardika Percha

 

Anyway saya ketagihan bermain macam board game seperti ini, dan sayangnya waktu jua yang memisahkan saya untuk bermain Smart Money Game ini. Dengan bermain game ini, kita bisa berlatih dan melakukan simulasi untuk mengelola keuangan, seperti bagaimana tetap mengeluarkan uang untuk biaya hidup dengan bijak, melunasi hutang, sekaligus berusaha menabung dan berinvestasi, serta tidak lupa berasuransi untuk proteksi risiko yang akan datang, sehingga mencapai tujuan keuangan kita.

 


 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Writing Competition dengan tema : “Yuk, Atur Uangmu“.

Blog Writing Competition
Blog Writing Competition

 


 

Referensi :

  1. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/06/10/211644126/penetrasi.asuransi.jiwa.indonesia.susah.meningkat
  2. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/10/20/09372620/dibanding.thailand.penetrasi.asuransi.di.indonesia.ketinggalan
  3. http://www.sinarmasmsiglife.co.id

 

Peluncuran DSLR Canon EOS 5D Mark IV

Awal Oktober yang lalu saya Alhamdulilah mendapat kehormatan diundang menghadiri peluncuran kamera DSLR terbarunya Canon EOS 5D Mark IV oleh pihak Datascript. Sebagai informasi, saya mendapat undangan karena kamera Canon saya terdaftar secara resmi garansinya dan terdaftar pula di klub fotografi Datascript Canon Indonesia.

Datascript dikenal sebagai distributor resmi beberapa merek barang dan peralatan perkantoran, termasuk produk kamera merek Canon selaku distributor resmi di Indonesia. Dan Canon di seri sebelumnya yaitu  5D Mark III merupakan kamera impian saya, dengan segala kecanggihan dan kepraktisan penggunaannya plus kepopuleran di seri sebelumnya, maka seri Mark IV terbaru patut untuk disimak apa saja kelebihan yang ditawarkan.

 

Penampakan Canon EOS 5D Mark IV

 

https://snapshot.canon-asia.com

 

EOS 5D Mark IV adalah kamera DSLR kelas profesional dan merupakan generasi keempat dari keluarga EOS 5D ini dilengkapi dengan sensor full-frame jenis baru dengan resolusi 30,4 megapiksel, dan salah fitur andalan EOS 5D Mark IV adalah Dual Pixel RAW (DPRAW), yaitu fitur yang bisa dipakai untuk mengatur posisi efek bokeh yang diinginkan.

Yang menjadi fitur unggulan EOS 5D Mark IV lainnya yaitu adanya fitur perekaman 4K frame yang memungkinkan fotografer mengambil foto-foto tunggal (still frame) dari hasil rekaman video 4K kamera ini dengan resolusi tinggi nan mumpuni. Dengan kemampuan merekam video 4K yang mumpuni, EOS 5D Mark IV ini sanggup merekam video full-HD dengan frame rate hingga 60 FPS, selain itu, kamera ini dipersenjatai sensor full frame 30,4 megapiksel dan dipasangkan dengan prosesor  Digic 6+ plus  teknologi Digital Lens Optimizer untuk memproses dan mengoptimalkan gambar JPEG dengan koreksi chromatic aberration, peripkeral illumination (vignetting), dan diffraction correction.

Selain itu, dengan rentang sensitivitas native sensornya dipatok di angka ISO 100 hingga 32.000, yang dapat ditingkatkan lagi (extended) hingga ISO 102.400, menjadikan EOS 5D Mark IV semacam monster dengan berbagai kecanggihan yang bisa dimanfaatkan maksimal oleh fotografer di segala medan.

Fitur yang dipaparkan diatas juga disertai sistem auto focus EOS 5D Mark IV terdiri dari 61 titik yang 41 di antaranya merupakan fokus bertipe cross-type, disertai fitur EOS iTRAF (intelligent Tracking & Recognition Auto Focus) yang canggih, plus disertai sistem auto focus berupa burst rate continuous shot sebesar 7 frame per detik.

Fitur lain yang sekarang menjadi fitur wajib terkait mobilitas fotografer, yaitu adanya fasilitas GPS serta koneksi nirkabel via Wi-Fi dan NFC untuk memudahkan koneksi ke gadget berbasis Android atau iOS.

 

https://snapshot.canon-asia.com
https://snapshot.canon-asia.com

 

Acara Peluncuran

Sebagai pengguna loyal gear kamera Canon yang menghadiri event Canon semacam ini, saya seperti bocah-bocah ABG yang hadir di pentas musik artis favoritnya 😀 senang kesana kemari melihat kumpulan die hard fans Canon dan melihat muka-muka fotografer pro maupu fotografer amatir yang passionate dengan fotografi, sekaligus berdiskusi dan melihat sekaligus mencoba beberapa produk Canon yang terbaru.

 

Acara tidak hanya disertai informasi formal peluncuran produk Canon, namun juga diisi dengan format seminar yang disampaikan oleh narasumber fotografer profesional, seperti Bung David Soong dengan bisnis weeding photography bersama Axioo, serta fotografer Michael Ori yang merupakan commercial video & photographer yang menghasilkan karya komersial untuk Canon dan beberapa brand lainnya.

Di format seminar tersebut, saya mendapat banyak masukan dari Bung David  bagaimana fotografi menjadi pilihan kariernya, disertai kisah hidupnya yang naik-turun bekerja sebagai fotografer di Indonesia hingga bisa go international. Dan yang menjadi poin penting penuturan Bung David, maka sebagai seorang wedding photographer maka tugas fotografer menjadi bagian penting dari kehidupan sepasang pengantin dalam merekam momen-momen yang ada, sehingga menghasilkan sebuah foto yang harus memuaskan semua pihak, termasuk kepuasan fotografer sendiri dalam berkarya.

Lalu dari Mr Ori, saya baru mengetahui teknik meng-grab sebuah foto dari footage format video 4K, disertai penjelasan detail mengenai workflow-nya, dari perencanaan dan persiapan, proses produksi termasuk pengambilan video, hingga proses editing sampai menghasilkan sebuah foto untuk kepentingan komersial, dan Mr Ori menyarankan mulai melakukan proses produksi hybrid yaitu melakukan perekaman video dengan resolusi tinggi (4K) dan dilakukan proses editing untuk menghasilkan materi video dan foto sekaligus.

 

 

Jadi apa kamu pengguna kamera Canon? bagaimana pendapat kamu mengenai seri kamera Canon yang terbaru ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar ya.


Mau punya kamera DSLR Canon bekas yang berkualitas? Yuk, simak di Gerai yang lagi SALE paket kamera, klik disini!


 

Referensi:

  1. http://www.canon.co.id/personal/products/interchangeable-lens-camera/dslr-eos/eos-5d-mark-iv-kit-ii?languageCode=EN
  2. https://snapshot.canon-asia.com

 

7 Layanan Baru JNE Yang Revolusioner

Untuk urusan pengiriman barang dan dokumen, maka tidak lain tidak bukan, kita butuh bantuan pihak pengirim ekspedisi logistik yang mengantar barang kita sampai tujuan. Salah satu pilihan utama untuk pengiriman barang tentunya JNE. Saya sudah beberapa kali menggunakan jasa JNE untuk pengiriman barang dan menerima kiriman paket barang via JNE dari relasi, kerabat, dan kadang meneriman pesanan paket online shopping :)

Nah…  akhir bulan lalu, saya diundang dan berkesempatan menghadiri peluncuran 7 layanan baru JNE yang katanya revolusioner!! Membaca tajuk acaranya, bikin saya penasaran, karena jarang perusahaan sejenis membuat  event seheboh ini, atau saya saja yang heboh sendiri 😀

So.. yuk simak apa saja tujuh layanan baru JNE yang revolusioner tersebut.

Peluncuran Layanan Baru JNE

7 Magnifivent JNE (Sumber: JNE)
7 Magnifivent JNE (Sumber: JNE)

 

Pada 29 Februari bertempat di D`Consulate, Epicentrum Rasuna Said, JNE meluncurkan tujuh program andalannya yang dinamakan “7 Magnificent” di awal tahun 2016 yang merupakan  fokus pengembangan JNE di bidang teknologi informasi dan infrastruktur perusahaan. Seperti yang disampaikan Pak Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, bahwa berbagai layanan tersebut bertujuan untuk memudahkan pelanggan dengan menciptakan layanan yang adaptif dan inovatif.

Acara yang dibawakan oleh MC Kemal tersebut diselingi oleh gurauan membuat acara menjadi lebih santai disertai dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara pihak JNE, partner, media, dan blogger . Seperti yang disampaikan Kemal, bahwa setiap acara seremonial JNE memiliki kekhasan, yaitu selalu melakukan aktivtias kepedulian sosial seperti CSR tersebut, dan kali ini adik-adik dari panti asuhan yang mendapat bingkisan menarik.

Pak Feriadi - PresDir JNE (Ardika Percha)
Pak Feriadi – PresDir JNE (Ardika Percha)

 

MC Kemal and crowd (Ardika Percha)
MC Kemal and crowd (Ardika Percha)

 

JNE CSR di 7 Magnificient (Ardika Percha)
JNE CSR di 7 Magnificient (Ardika Percha)

 

#JNE7Magnificent

Pemaparan tujuh layanan baru JNE pun menjadi perhatian utama di acara peluncuran tersebut, dan saya sendiri juga penasaran dengan informasi terkait #JNE7Magnificient tersebut. Yuk, simak apa saja sih ketujuh layanan revolusioner yang dikenalkan oleh JNE tersebut, yaitu sebagai berikut :

1. JNE PopBox

Layanan PopBox dikembangkan JNE yang diperuntukkan bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi, yaitu semacam kotak pos atau loker untuk pengiriman dan pengambilan paket. Seperti saya, terkadang beberapa barang yang dikirimkan ke rumah sering tidak sampai ke tangan saya, karena pengiriman dilakukan di jam kerja, maka kirimannya menjadi retur, karena ketidakhadiran saya di rumah ketika menerima paket kiriman.

Alur PopBox (JNE)
Alur PopBox (JNE)
2. JNE Trucking

Layanan JNE Trucking ini dikhususkan untuk pengiriman darat minimal 10 Kg dengan cakupan daerah saat ini di Sumatera, Jawa, dan Bali. Layanan ini memang khusus untuk barang-barang yang punya berat berlebih dan memerlukan pengriman dengan perhatian khusus.

JNE Trucking (JNE)
JNE Trucking (JNE)
3.  JNE International Shipment

Seperti yang dipaparkan oleh Pak M. Feriadi, layanan ini sebenarnya sudah ada sebelumnya, namun di peluncuran ini, JNE akantelah menjalin kemitraan strategis dengan partner global dengan pola dan layanan baru, sehingga meningkatkan pelayanan konsumen JNE.

4. Ad Box Pre-paid

Nah, kalau layanan ini dibuat untuk standarisasi kota/kardus dalam pengiriman JNE, sehingga menjadi lebih rapih dan aman. Untuk saat ini, pengiriman hanya berlaku untuk wilayah Jakarta, dan sudah termasuk biaya kirimnya.

Ad-box prep-paid (JNE)
Ad-box prep-paid (JNE)
5. Super Speed Service

Dalam peluncuran ini, JNE pun mengenalkan layanan kirim cepat khusus wilayah Jakarta dalam hari yang sama yaitu antara jam 8 pagi hingga jam 3 sore dengan batasan berat tertentu.

Super Speed (JNE)
Super Speed (JNE)
6.  CD Musik

Nah, kalau layanan JNE satu ini yang menurut saya unik, karena JNE masuk ke industri musik! Dengan ribuan kantor cabang di seluruh Indonesia, JNE memiliki jalur distribusi berbagai macam barang, dan seperti yang disampaikan di acara peluncuran tersebut, JNE mau turut berperan serta mendukung insan kreatif Indonesia dalam mendistribusikan karya mereka.

7. My JNE Mobile App
My JNE
My JNE

 

JNE pun akhirnya merilis secara resmi aplikasi mobile di platform Android, yaitu My JNE untuk memudahkan pelanggan setianya, termasuk saya dalam menggunakan berbagai layanan JNE. Fitur aplikasinya yaitu berupa tracking atas kiriman kita, lalu ada fitur pengecekan tarif kiriman JNE. Untuk fitur ini bakal sering saya gunakan dengan mudah, jadi kita bisa langsung akses melalui aplikasi, tanpa perlu cek lagi di situs JNE tersebut.

Kemudian adanya fitur unik My COD & COD Wallet, yang berperan sebagai virtual account untuk transaksi pembelian layaknya layanan rekening bersama yang terintegrasi dengan tracking kiriman barang kita, serta fitur terkait geolocation jaringan distribusi JNE.

 

 

Saya & JNE

Menurut saya, tujuh layanan baru JNE tersebut tergolong revousioner, khususnya layanan PopBox, CD musik, dan aplikasi My JNE yang semakin memudahkan serta membuka kesempatan baru bagi kita semua.

Bagaimana teman-teman menurut kalian tujuh layanan baru JNE yang magnificent tersebut? Yuk, share pendapat kalian di kolom komentar dibawah ya :)


Referensi :
  1. Situs JNE : http://jne.co.id/
  2. Situs  #7magnificent : http://7magnificent.jne.co.id/
  3. MyJNE – Google Play Store : http://bit.ly/AppMyJNE
  4. Update Video via JNE Youtube channel : https://www.youtube.com/channel/UCWu7IQte4MwQXsSXnN2vbaQ

Bermalam dengan Mosquito catcher & Mite catcher di SHARP Blogger Camp

Akhir Oktober lalu, saya berkesempatan mengikuti Blogger Camp pertama kali bersama kawan-kawan blogger tentunya. Denger-denger dari kawan panitia bakal jadi saksi hidup produk yang revolusioner dan katanya bakal review bareng produk tersebut bro!

Blogger Camp

Blogger camp Sharp (Foto: Ardika Percha)
Blogger camp Sharp (Foto: Ardika Percha)

 

Setelah sekian lama saya tidak merasakan derasnya hujan, Alhamdulillah akhirnya saya bersama kawan-kawan dari ID Blog Network disambut hujan yang dirindukan dan dinantikan tersebut, ketika sudah sampai di Panjang Jiwo Resort, yang terletak tidak jauh dari Sentul Bogor. Resort ini merupakan tempat yang pas untuk berlibur dan melepaskan penat, jadi ketika diskusi plus review nanti jadi lancar 😀

 

Panjang Jiwo (Foto: Ardika Percha)
Panjang Jiwo (Foto: Ardika Percha)

 

Kabin Panjang Jiwo (Foto: Ardika Percha)
Kabin Panjang Jiwo (Foto: Ardika Percha)

 

Sharp Indonesia

Sharing session Sharp Blogger Camp (Foto: Ardika Percha)
Sharing session Sharp Blogger Camp (Foto: Ardika Percha)

 

Yuk, acara dimulai (Ardika Percha)
Yuk, acara dimulai (Ardika Percha)

 

Setelah santap malam, acara pun dimulai, diawali dengan sesi pengenalan sejarah Sharp di Indonesia, yang dimulai dari pendirian PT Yasonta di 1969, lalu akhirnya bekerja sama dengan Sharp Corporation setahun kemudian. Kerja sama straregis antara Yasonta dengan Sharp tersebut, membuat Sharp Indonesia menjadi pabrikan pertama di Indonesia yang memproduksi TV tabung hitam putih, ketika TVRI mengudara pertama kali!

Saya pribadi lebih suka ketika penjelasan mengenai fasilitas kantor yang canggih dan sekaligus ramah lingkungan, slaah satuntya yaitu pemanfaatan maksimal penggunaan panel surya menyeluruh di setiap bagian pabrik, dan dikendalikan dengan mekanisme mesin tersebut.. awesome!

Selain penjelasan mengenai pabrik yang go green tersebut, saya suka dengan konsep Takumi dalam implementasi dan proses produksi Sharp tersebut, yaitu pemanfaatan maksimal dan berkelanjutan dari pakarnya, sehingga Sharp mampu menghasilkan produk yang berteknologi canggih.

Mr Sano (Ardika Percha)
Mr Sano (Ardika Percha)

 

#mosquitocatcher

Sesi selanjutnya yaitu penjelasan dan demo produk air purifier yang fenomenal, yaitu menghisap dan menyaring semua debu, kuman, hingga partikel kecil, lalu bisa menjangkau seluruh ruangan, sehingga udaranya menjadi bersih serta tentunya sehat.

Air purifier ini dilengkapi dengan teknologi Plasmacluster, yaitu teknologi mampu menghasilkan ion-ion yang secara aktif menyebar ke seluruh ruangan untuk menon aktifkan virus, bakteri, jamur, serta bau tidak sedap, sehingga mampu membersihkan udara di sekitarnya.

Nah, selain teknologi Plasmacluster tersebut, maka rilisan produk terbaru ini juga dilengkapi fitur pembunuh nyamuk yang handal, sehingga produk tersebut bernama Plasmacluster #mosquitocatcher yang cocok sebagai penjaga kesehatan kita menjelang musim hujan kelak.

#mitecatcher

Kemudian sesi selanjutnya diisi dengan penjelasan dan demo produk #mitecatcher, yaitu pembasmi tungau dan kutu, yang biasanya ditemukan di kasur, karpet dkk.

Produk ini juga dilengkapi dengan penyembur panas, sehingga kutu, tungau, dkk. bisa terangkat dan terbunuh, plus dilengkapi dengan teknologi Plasmacluster, sehingga kebersihan dan kesehatan kita bisa tetap terjaga.

Nah, setelah sesi diskusi dan pengenalan produk tersebut, kita pun diberikan produk untuk mencoba langsung di kamar masing-masing, jadi semacam test drive produk, jadi keesokan harinya bisa memberikan semacam testimonial.

Bersih dan Sehat bersama Sharp

Produk unggulan (Ardika Percha)
Produk unggulan (Ardika Percha)

 

Menurut saya, acara blogger camp seperti ini memiliki konsep berbeda terkait dengan peluncuran produk, yaitu mengajak kawan-kawan blogger untuk melihat langsung demo produknya serta sekaligus fokus sampai diinapkan di resort tersebut untuk diskusi mengenai produk, dan akhirnya kita diajak untuk mencoba serta merasakan langsung produk tersebut.

Untuk saya pribadi, saya tertarik dengan produk air purifier yang bisa membantu penyaringan udara di Jakarta Depok ini yang sudah cukup kotor dan tidak sehat, plus ada fitur pembasmi nyamuk yang kadang mengganggu, yang saya sudah rasakan langsung.

Produk #mosquitocatcher dan #mitecatcher yang ini pun menurut saya bisa menjadi solusi kebersihan dan kesehatan kita dan keluarga.

Bogger Camp bersama Sharp (ID Blog Network)
Bogger Camp bersama Sharp (ID Blog Network)

 


 

Sumber:

  1. http://sharp-indonesia.com/

 

Mozilla Webmaker Party

Mozilla dan Firefox

Mozilla yang dikenal dengan peramban (baca: browser) Firefox-nya, merupakan salah satu aplikasi yang sering saya gunakan untuk berselancar internet dan menjadi peramban yang biasa saya gunakan.

Mozilla tidak hanya memiliki Firefox, namun memiliki produk lain yang dikembangkan, salah satunya pernah saya gunakan, yaitu Thunderbird sekitar 3-4 tahun lalu, sebagai alternatif dari Ms Outlook, berupa aplikasi email client yang gratis, lebih stabil, ringan, dan mudah digunakan menurut saya. Kali ini Mozilla meluncurkan produk terbarunya yang menurut saya memiliki tujuan akhir yang positif dan patut didukung, yaitu aplikasi Webmaker.

Webmaker Party

Pada 29 September 2015 yang lalu, saya berkesempatan menghadiri Mozilla Webmaker Party  di Artotel Thamrin, yang digagas oleh Komunitas Mozilla Indonesia. Acara ini merupakan rangkaian puncak dari kegiatan promosi peluncuran aplikasi baru Webmaker. Acara diisi dengan dinner & networking party, sesi pengenalan aplikasi, dan diskusi. Diacara ini tidak hanya dihadiri teman-teman dari beberapa komunitas, pemerhati teknologi, kawan media, penikmat internet, dan dihadiri langsung oleh Community Manager Bobby Richter dan Laura De Reynal dari Mozilla Foundation.

Sesi pengenalan Webmaker app (Foto: Ardika Percha)
Sesi pengenalan Webmaker app (Foto: Ardika Percha)

 

Sesi diskusi (Foto: Ardika Percha)
Sesi diskusi (Foto: Ardika Percha)

 

Temukan. Buat. Bagikan. (Foto: Ardika Percha)
Temukan. Buat. Bagikan. (Foto: Ardika Percha)

Apa itu Webmaker?

Dalam diskusi tersebut, disampaikan bahwa ada stigma di khalayak ramai, untuk membuat sebuah aplikasi mobile  atau sebuah website membutuhkan kemampuan teknis coding yang rumit dan hanya bisa dibuat oleh seorang programer, namun aplikasi Webmaker bisa membantu siapa pun untuk membangun aplikasi mobile  atau sebuah website dengan sederhana dan mudah.

Webmaker dikembangkan bertujuan agar kita bisa membuat sebuah situs, aplikasi dan akhirnya bisa menghasilkan sebuah konten. Dengan adanya aplikasi semacam ini, kita tidak hanya sebagai konsumen atas konten-konten di jagat internet, tetapi kita bisa menjadi produsen konten. Seperti yang disampaikan, yang menjadi tujuan akhir Webmaker, yaitu membantu jutaan orang dari yang awalnya menggunakan website, menjadi pembuat website. 

Bobby Richter dari Mozilla Foundation, menyatakan bahwa Webmaker khusus dikembangkan di perangkat mobile, karena kecenderungan pengguna usia muda yang lebih senang mengakses internet atau aplikasi melalui handphone, serta dari hasil riset internet Mozilla, juga menunjukkan tren penggunaan peramban lebih banyak diakses melalui gawai (baca: gadget).

Webmaker app (beta.webmaker.org)
Webmaker app (beta.webmaker.org)

 

Mencoba Webmaker app (Mozilla)
Mencoba Webmaker app (Mozilla)

 

Di akhir diskusi bersama peserta Webmaker party,  wakil dari Mozilla Foundation menyampaikan, bahwa dalam waktu kedepan, akan intens dalam pengembangan dan penyempurnaan Webmaker, serta berencana akan merilis aplikasi tidak hanya di platform Android saja, namun akan dirilis di platform iOS.

Selain itu, Mozilla bersama komunitasnya akan mendorong lokalisasi konten, serta memperhatikan dalam pengawasan konten, termasuk filter konten yang menjurus konten negatif, seperti pornografi, dalam Webmaker tersebut.

Acara ditutup dengan foto bersama, lalu menikmati hidangan penutup yang sudah disajikan, serta penayangan beberapa video terkait Mozilla.

Mozilian antarbangsa (Foto: Ardika Percha)
Mozilian antarbangsa (Foto: Ardika Percha)

 

@sayapercha di Webmaker party (Ardika Percha)
@sayapercha di Webmaker party (Ardika Percha)

 

Wall of Webmaker party (Foto: Ardika Percha)
Wall of Webmaker party (Foto: Ardika Percha)

 

Enjoy Webmaker party (Foto: Ardika Percha)
Enjoy Webmaker party (Foto: Ardika Percha)

 

Simak video pengenalan Webmaker berikut :

Yuk, berkreasi dengan Webmaker dan mulai  menjadi kreator, sehingga mampu mengisi internet dengan konten-konten yang positif, serta ikut mempromosikan kreativitas anak bangsa di panggung teknologi internasional!

Situs resmi Mozilla Webmaker bisa diakses di beta.webmaker.org dan saat ini Webmaker tersedia Google Play Store.


Sumber:

  1. https://blog.mozilla.org/blog/2015/08/17/mozilla-webmaker-meet-the-world-2/
  2. https://beta.webmaker.org/#/
  3. http://www.mozilla.or.id/

Baca juga artikel :

KitaBisa – Situs Crowdfunding asli Indonesia

Seri Foto : Festival Seperlima 2014

Beda Itu Biasa merupakan tema dari Festival Seperlima 2014 yang menyediakan ruang bagi muda-mudi untuk berkumpul, merayakan perbedaan dan keberagaman, untuk menghargai kesetaraan serta memaknai lebih jauh terhadap hak untuk berekspresi dan memperoleh informasi komprehensif terkait isu gender, seksualitas, dan kesehatan reproduksi. Festival tersebut digalang oleh Seperlima, yaitu sebuah jaringan kerja dari Hivos, Pamflet, Pusat Kajian Gender & Seksualitas Universitas Indonesia, Pusat Keluarga Berencana Indonesia dan Rahima.

Acara bertema khusus, segmented, dan mengangkat isu yang cukup sensitif (di budaya Indonesia) seperti ini, memberikan wawasan baru untuk pengunjung acara, seperti yang saya rasakan pada atmoser acara tersebut. Mari nikmati keriuhan acara melalui seri foto Festival Seperlima 2014 dan ingat.. Beda itu menghibur, Beda itu memperkaya, BEDA ITU BIASA.


 

Gerbang Acara  (Foto: Ardika Percha - Jakarta, 2014)
Gerbang Acara Asri (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Registration Scene (1)  (Foto: Ardika Percha - Jakarta, 2014)
Registration Scene (1) (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Registration Scene (2)  (Foto: Ardika Percha - Jakarta, 2014)
Registration Scene (2) (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Untaian Pesan & Harapan (1)  (Foto: Ardika Percha - Jakarta, 2014)
Untaian Pesan & Harapan (1) (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

The Messages  (Foto: Ardika Percha - Jakarta, 2014)
The Messages (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Untaian Pesan & Harapan (2)  (Foto: Ardika Percha - Jakarta, 2014)
Untaian Pesan & Harapan (2) (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Pengunjung & Lapak  (Foto: Ardika Percha - Jakarta, 2014)
Pengunjung & Lapak (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Panitia & Pengunjung  (Foto: Ardika Percha - Jakarta, 2014)
Panitia & Pengunjung (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Kamerad numpang lewat  (Foto: Ardika Percha - Jakarta, 2014)
Kamerad numpang lewat (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Antri  (Foto: Ardika Percha - Jakarta, 2014)
Antri (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Beda Itu Biasa Tote Bag  (Foto: Ardika Percha - Jakarta, 2014)
Beda Itu Biasa Tote Bag (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Panggung  (Foto: Ardika Percha - Jakarta, 2014)
Panggung (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Giraffe Boy  (Foto: Ardika Percha - Jakarta, 2014)
Giraffe Boy (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Lawless Jakarta  (Foto: Ardika Percha - Jakarta, 2014)
Lawless Jakarta (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Enjoy The Show  (Foto: Ardika Percha - Jakarta, 2014)
Enjoy The Show (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Gadis bertopi  (Foto: Ardika Percha - Jakarta, 2014)
Gadis bertopi (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Menjelang Malam  (Foto: Ardika Percha - Jakarta, 2014)
Menjelang Malam (Foto: Ardika Percha – Jakarta, 2014)

 

Arisan Street Photography #ArisanSP2

Pada kesempatan kali ini, saya datang  ke acara bertajuk #ArisanSP (Arisan Street Photography). Acara arisan ini diadakan dengan konsep acara berupa ajang silaturahim antar komunitas dan penggiat street photography serta sekaligus ajang  diskusi mengenai perkembangan street photography di daerah Jakarta dan sekitarnya. Khusus untuk acara bertema street photography, acara ini merupakan kali kedua saya bisa datang. Acara yang pertama yaitu Jambore Street Photography yang pernah saya ulas di artikel blog saya. Acara jambore tersebut merupakan acara perdana di Indonesia yang mengumpulkan komunitas dan penggiat street photography di level nasional.

#ArisanSP yang diselenggarakan pada 23 Agustus 2014 yang lalu, bertempat di bilangan Tebet Jakarta merupakan arisan kedua (dikenal dengan hashtag #ArisanSP2) yang diselenggarakan oleh komunitas penggiat dan penikmat  fotografi dengan pendekatan street photography. Kali ini yang berkontribusi dan berkesempatan berbagi adalah komunitas Street Banditos. Arisan kali ini mengangkat topik mengenai bagaiman kita membaca sebuah foto dengan pendekatan visual literacy yang disampaikan oleh mas Halbet Cahyadi Putra yang setahu saya juga aktif di Komunitas street photography bi-Ru (bingkai ruang publik).

#ArisanSP2 - Street Banditos (Ardika Percha)
#ArisanSP2 – Street Banditos (Ardika Percha)

 

#ArisanSP2 - Silaturahim (Ardika Percha)
#ArisanSP2 – Silaturahim (Ardika Percha)

 

Di awal  acaran #ArisanSP dimulai dengan sesi perkenalan peserta yang telah hadir, yaitu salah satunya perwakilan dari komunitas bi-Ru (bingkai ruang publik), komunitas ISTRIE, komunitas Sidewalker Asia (SWA), serta hadir pula beberapa penggiat fotografi dari berbagai tempat. Kemudian dipaparkan mengenai latar belakang dari pelaksanaan acara #ArisanSP tersebut, dan selanjutnya dijelaskan mengenai profil dari komunitas Street Banditos sebagai host di #ArisanSP kali ini, yang disampaikan oleh mas Fahmi. Sesi perkenalan komunitas Street Banditos tersebut menceritakan proyek-proyek kreatif yang telah dibuat oleh Street Banditos, yang hingga saat ini telah menghasilkan 4 proyek, dari proyek “Dear Jakarta” yang perdana, hingga proyek “Geo Metro” terakhir yang menggambarkan bentuk-bentuk geometris Jakarta dalam bentuk fotografi.

Saya pribadi mengenal komunitas Street Banditos melalui penelusuran di dunia maya mengenai perkembangan fotografi beserta komunitas fotografi yang tumbuh di Indonesia. Ketika itu saya tertarik atas proyek fotografi yang mereka lakukan, yaitu proyek “Railways Runaway” di tahun 2012, yang mendokumentasikan serta menceritakan tentang realitas Jakarta  dan sekitarnya termasuk kehidupan urban perkotaan, lingkungan, dan kondisi  sosial masyarakat yang hidup disekitar rel kereta dari Manggarai hingga Bogor.

Street Banditos Project : Railways Runaway (http://streetbanditos.com/)
Street Banditos Project : Railways Runaway (http://streetbanditos.com/)

 

#ArisanSP2 - Visual Literacy (Ardika Percha)
#ArisanSP2 – Visual Literacy (Ardika Percha)

 

Kemudian acara pun dilanjutkan dengan sesi workshop, yaitu pemaparan dan diskusi mengenai visual literacy. Mas Halbet menyampaikan tujuan mengapa kita mempelajari dan membahas visual literacy untuk pendekatan membaca sebuah foto yaitu :

  1. dengan visual literacy kita dapat menceritakan melalui kata-kata apa yang kita lihat untuk diri sendiri
  2. dengan visual literacy kita dapat mengkomunikasikan apa yang kita lihat kepada orang lain dengan baik
  3. dengan visual literacy kita dapat membuat kritik dan inteprestasi terhadap sebuah gambar/foto dengan lebih akurat

Dan mas Halbet pun menyampaikan beberapa tahapan yang direkomendasikan dalam ber-visual literacy ria, yaitu dari tahap melihat foto tersebut (Look), selanjutnya memperhatikan secara keseluruhan foto tersebut dengan mendalam (See), lalu mencoba menjelaskan elemen apa saja yang ada di foto tersebut (Describe) seperti elemen garis, warna, kontras, bentuk, emosi, dsb.

Kemudian dari tahap selanjutnya masuk ke tahap menganalisis terkait elemen foto teresebut dengan konteks yang diketahui oleh kita selaku pembaca (Analyze), dan akhirnya mengintepretasikan pesan apa yang ingin disampaikan oleh foto tersebut, yang dibuat oleh fotografer bersangkutan  (Interpretation).

#ArisanSP2 - Pembahasan Visual Literacy  (Ardika Percha)
#ArisanSP2 – Pembahasan Visual Literacy (Ardika Percha)

 

Dalam pemaparan tersebut juga disertai diskusi interaktif bersama teman-teman peserta #ArisanSP, serta sekaligus mencoba membaca beberapa contoh foto bersama-sama. Menariknya dari diskusi bersama tersebut, antara satu orang dengan orang lainnya ternyata beberapa memiliki pendapat berbeda dalam membaca satu foto, sehingga memperkaya jalannya diskusi sekaligus sebagai ajang saling bertukar pikiran serta memperluas ilmu dan wawasan sesama penikmat dan penggiat street photography dalam acara #ArisanSP tersebut.

Terkait sesi workshop tersebut, mas Halbet juga menyampaikan bahwa bahasan visual literacy tidak cukup hanya dengan diskusi tersebut, namun apa yang disampaikan dan didiskusikan bersama bisa menjadi tahapan dan pijakan awal untuk mempelajari lebih dalam lagi bagaimana kita membaca sebuah foto dengan baik dan benar. Beliau juga menambahkan dan merekomendasikan untuk mempelajari lebih lanjut mengenai konsep Gestalt untuk alternatif membaca suatu karya foto terkait visual literacy.

Saya pribadi sangat mengapresisasi positif adanya acara diskusi fotografi seperti ini, terutama fotografi yang menggunakan pendekatan  street photography. Dengan adanya acara tersebut, dapat memperkaya dunia fotografi Indonesia apapun genre serta jenisnya, sehingga memiliki variasi kegiatan selain “hunting bareng” dan berkaitan dengan acara “turun ke jalan”, dan tidak selalu berkutat dengan diskusi teknik fotografi saja, namun kedepannya bagaimana kita bisa membaca dan mengkritisi sebuah foto dengan pendekatan serta metode yang baik dan tepat guna, sehingga secara tidak langsung kita sendiri bisa terus berlatih menghasilkan sebuah foto yang lebih baik, tidak hanya dari sisi keindahan foto saja, namun menjadi lebih khusus kearah pesan apa yang ingin disampaikan dari foto tersebut.

Semoga kedepannya fotografi indonesia semakin ramai, riuh, dan gaduh oleh acara-acara fotografi yang positif seperti ini. Maju terus fotografi Indonesia :)

Cekidot video liputan #ArisanSP2 oleh Riza Murtaza R via Youtube :

Tautan Luar :

  1. Situs Komunitas Street Banditos : http://streetbanditos.com/
  2. Grup Facebook Komunitas bi-Ru (bingkai ruang publik)
  3. Situs Komunitas Sidewalker Asia (SWA)
  4. Grup Facebook Komunitas ISTRIE
  5. Konsep Gestalt: http://en.wikipedia.org/wiki/Gestalt_psychology

 

KitaBisa : Platform Crowdfunding Asli Indonesia

Ketika saya mendengar dan diskusi  mengenai crowdfunding, apa lagi ada kaitannya dengan sebuah game, maka saya pun teringat dengan game karya anak negeri yang berjudul Dreadout.  Game horror tersebut sukses mengumpulkan dana melalui situs crowdfunding Indiegogo pada pertengahan tahun 2013 lalu, maka sontak berita kesuksesan tersebut membuka mata insan kreatif Indonesia, bahwa karya kreatif Indonesia telah mendapat tempat, perhatian, dukungan dan diapresiasi melalui situs (luar negeri) tersebut, serta uniknya, ternyata ada alternatif serta pola baru dalam pengumpulan dukungan dan pendanaan sebuah proyek kreatif, yaitu melalui metode crowdfunding

Dreadout (Indiegogo)
Dreadout (Indiegogo)

 

Crowdsourcing Dan Crowdfunding

Merujuk dari kisah Dreadout tersebut, crowdfunding pun seakan menjadi the new wave of funding dan menjadi kontribusi nyata bagi para pendukung suatu proyek tersebut, serta yang menjadi fokus perhatian, bahwa adanya alternatif pendanaan lain bagi pemilik proyek, selain pendanaan yang umumnya didapatkan melalui investor maupun melalui lembaga finansial.  Salah satu faktor yang menjadi poin penting crowdfunding yang dimaksudkan yaitu pada pola pengumpulannya yang dilakukan oleh banyak orang dan didukung oleh teknologi internet. Konsep kontribusi yang dilakukan secara kolektif tersebut memiliki kaitan dengan crowdsourcing yaitu kontribusi banyak orang dalam suatu kegiatan ataupun organisasi, bisa berupa pengumpulan ide,  diskusi konstruktif, memberikan rekomendasi, sumbang saran dan pemikiran, maupun suatu aksi  atau aktivitas yang dilakukan bersama dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.  

Secara definisi crowdfunding  merujuk pada kegiatan pengumpulan dukungan dan pendanaan untuk suatu inisiatif proyek maupun organisasi, yang berasal dari banyak orang,  berupa kontribusi finansial yang biasanya dilakukan melalui internet (Wikipedia, 2014).  Sehingga crowdsourcing dan crowdfunding seperti memiliki ikatan persaudaraan yang erat dalam suatu kegiatan atau organisasi untuk mencapai tujuan bersama yang dilakukan secara kolektif.

Perkembangan crowdfunding yang pesat disebabkan banyaknya pekerja kreatif dan pemilik proyek sosial yang memiliki ide dan program yang menarik, bahkan beberapa program crowdfunding  yang saya ketahui menjadi sebuah terobosan di bidangnya, namun hal tersebut terhalang pada akses pendanaan yang sulit didapatkan oleh pemilik proyek, yang sebagian besar merupakan perusahaan rintisan (startup) yang memiliki sumber daya yang terbatas, sehingga metode crowdfunding  pun menjadi salah satu jalan keluar terbaik bagi mereka.

Salah satunya contoh proyek crowdfunding  yang terkenal dan fenomenal, yaitu ide pengembangan smartwatch Pebble di situs crowdfunding Kickstarter, yang ketika itu mendahului ide pengembangan smartwatch yang dilakoni brand besar seperti Samsung maupun Apple. Lalu adapula crowdfunding terkait pengembangan film Lazer Team yang memecahkan rekor crowdfunding  untuk film indie fiksi ilmiah di situs crowdfunding Indiegogo, serta crowdfunding terkait proyek sosial seperti Food Justice Truck di situs crowdfunding  Start Some Good.

Pebble Smartwatch (Kickstarter)
Pebble Smartwatch (Kickstarter)

 

Film Lazer Team (Indiegogo)
Film Lazer Team (Indiegogo)

 

Food Justice Truck (Start Some Good)
Food Justice Truck (Start Some Good)

 

Crowdfunding di Indonesia

Di Indonesia sebenarnya sudah tak asing dengan konsep crowdsourcing dan crowdfunding tersebut, dimana nilai-nilai yang bersifat patungan dan urunan untuk membantu orang lain, seperti penggalangan dana secara individu, contohnya semacam kasus “koin untuk Prita” maupun program “Tali Kasih”, atau untuk kepentingan bersama yang sifatnya massal, seperti bantuan untuk bencana alam di berbagai tempat di Indonesia, dari tsunami Aceh hingga bencana gempa bumi di Jawa. Sehingga crowdfunding  memiliki konsep serta nilai-nilai yang sama dengan budaya kita, yaitu nilai saling bergotong royong membantu orang lain, dan nilai tersebut yang telah mengakar pada kehidupan  bangsa Indonesia.

Konsep crowdfunding  dan nilai-nilai kegotong royongan tersebut melahirkan situs yang berperan sebagai platform crowdfunding di Indonesia, yaitu KitaBisa.co.id. Berbeda dengan situs crowdfunding yang sebelumnya telah hadir di ranah digital Indonesia, KitaBisa sebagai platform crowdfunding  berfokus pada gerakan dan kegiatan sosial. KitaBisa memiliki pandangan dan percaya bahwa Indonesia memiliki banyak potensi dan memiliki banyak orang baik, namun sayang potensi yang ada tersebut terhalang himpitan rutinitas, sumber daya, dan akses yang terbatas, maka KitaBisa tercipta untuk menghubungkan pihak yang memiliki akses dan sumberdaya lebih baik dengan pihak yang memiliki ide, wawasan, dan program yang bisa membantu memecahkan masalah sosial yang ada, sehingga KitaBisa memberikan tempat untuk saling bergotong royong bersama untuk menghubungkan kebaikan dan memajukan Indonesia.

Peluncuran Situs Crowdfunding KitaBisa 2.0

Saya berkesempatan hadir pada acara peluncuran situs KitaBisa versi 2.0 pada 17 September 2014 bertempat di @america Pasific Palace Jakarta. Beberapa narasumber yang hadir salah satunya yaitu Stephanie Arrowsmith dari Start Some Good,  lalu Zack Petersen dan Scott Hanna dari Bad Idea Production – Count Me In, serta Pak Rhenald Kasali dari Rumah Perubahan dan selaku Pembina KitaBisa dan sang founder KitaBisa Alfatih Timur ditemani oleh co-founder Vikra Ijas.

Dalam acara tersebut, Stephanie memaparkan bagaimana Start Some Good mengelola proyek crowdfunding yang dilakukan lintas negara, budaya, dan bahasa, sehingga dapat berdampak baik secara global. Selain itu, Stephanie menyampaikan bahwa crowdfunding khususnya Start Some Good merupakan sebuah gerakan kolektif yang dilakukan untuk membantu sesama, dan dia pun menambahkan, bahwa adanya kepuasan pribadi jika yang telah dilakukan, seperti mendukung Start Some Good, maupun kegiatan crowdfunding lainya bisa memberikan dampak yang lebih baik bagi banyak orang .

Situs Crowdfunding KitaBisa (KitaBisa)
Situs Crowdfunding KitaBisa (KitaBisa)

 

KitaBisa sebuah cara baru menggalang dana (KitaBisa)
KitaBisa sebuah cara baru menggalang dana (KitaBisa)

 

Kemudian Pak Rhenal Kasali mengisahkan latar belakang dan sejarah awal berdirinya KitaBisa yang dimulai semenjak pertengahan tahun 2013 digawangi oleh Al Fatih Timur dkk. Hal yang menarik disampaikannya bahwa adanya pihak di sisi lain yang memiliki sumberdaya berlebih dan ingin memajukan pihak lainnya, lalu di sisi satunya ada pihak yang memiliki ide dan program brilian yang ingin membantu bersama, maka KitaBisa berada ditengah-tengah sebagai tempat menyatukan kedua belah pihak disisi yang berbeda tersebut. Salah satu contoh kasus yang disampaikan Pak Rhenald dan diketahui oleh Al Fatih Timur, yaitu adanya inisiatif crowdfunding di suatu desa di Kabupaten Bogor yang membangun secara patungan sebuah rumah nenek tua yang sudah rusak, lalu digawangi oleh Kepala Desa setempat, maka penduduk di desa pun urunan membantu renovasi pembangunan rumah nenek tua, dan akhirnya bisa memperbaiki rumah tersebut secara mandiri dari hasil crowdfunding di desa itu saja.

Nilai Gotong Royong oleh Founder KitaBisa (Ardika Percha)
Nilai Gotong Royong oleh Founder KitaBisa (Ardika Percha)

 

Alur Cara Kerja KitaBisa (KitaBisa)
Alur Cara Kerja KitaBisa (KitaBisa)

 

Kemudian di penghujung acara, Al Fatih Timur dan Vikra Ijas, memaparkan mengenai situs KitaBisa yang diluncurkan versi 2.0 yang merupakan penyempurnaan dari versi sebelumnya serta melakukan demo penggunaan dan penjelasan alur kerja situs KitaBisa, mulai dari proses pendaftaran, membuat dan melakukan pengajuan proyek, hingga memberikan dukungan, baik dukungan berupa sebagai relawan maupun dukungan finansial.

Menariknya dari uraian yang disampaikan oleh Al Fatih Timur terkait crowdfunding,  seperti yang  telah saya jelaskan sebelumnya, bahwa nilai crowdfunding sudah mengakar kuat dalam nilai dan budaya bangsa kita. Al Fatih menuturkan mengenai crowdfunding melekat dengan nilai-nilai budaya adat Baralek Datuak Minang Kabau yang dilakukan di kampung halamannya di tanah Minang, yang kebetulan dialami sendiri oleh keluarganya, yaitu acara adat yang  dikhususkan untuk suatu keluarga, maka keluarga-keluarga lain dalam daerah tersebut secara sukarela memberikan bantuan dan kontribusi untuk menyukseskan acara keluarga tersebut. Kontribusi bisa berupa makanan, peralatan upcara adat, bahan bangunan, kontribusi tarian prosesi adat, hingga bantuan berupa uang tunai yang diberikan ke keluarga tersebut.

Proyek #SaveMaster KitaBisa (KitaBisa)
Proyek #SaveMaster KitaBisa (KitaBisa)

 

Proyek Bangun Panti Bina Balita Ceria (KitaBisa)
Proyek Bangun Panti Bina Balita Ceria (KitaBisa)

 

Saya pribadi sebelumnya pernah mendengar konsep crowdfunding tersebut, dan mengetahui mengenai situs-situs seperti Indiegogo, Kickstrater, dll. Namun keingintahuan saya semakin besar, semenjak games Dreadout sukses besar melalui metode crowdfunding  tersebut, serta dapat terus melanjutkan  pengembangan game dan memberikan update kepada para pendukungnya, yang awal pendanaannya didapatkan melalui Kickstarter tersebut. Dan bagi saya sendiri, bisa menjadi catatan tersendiri kedepannya, bahwa siapapun termasuk saya serta anda pengunjung  dan pembaca blog ini, bisa melakukan hal tersebut didukung oleh proyek yang memiliki ide, konsep, rencana, dan implementasi yang baik serta kreatif, dan tentunya didukung oleh pihak terkait.

Saat ini telah ada beberapa situs crowdfunding yang telah hadir di Indonesia, namun KitaBisa mencoba masuk dengan keunikan tersendiri, meski proyek yang bisa diajukan ke KitaBisa bermacam-macam jenisnya, namun semenjak awal KitaBisa berfokus pada proyek dan kegiatan sosial, serta disisi lain didukung oleh berbagai pihak yang memiliki reputasi baik, serta telah memiliki jaringan tidak hanya di Indonesia, namun sudah memasuki jaringan crowdfunding global, sehingga kedepannya bisa berkolaborasi disisi lokal dan global. Semoga dengan kehadiran KitaBisa sebagai platfrom crowdfunding aseli buatan Indonesia, dengan wajah barunya di peluncuran situs versi 2.0 ini, kedepannya semakin banyak proyek-proyek  berbasis sosial kemasyarakatan yang mampu membantu menyelesaikan permasalahan sosial yang ada, serta membawa angin perubahan yang positif untuk kemajuan Indonesia.

Event KitaBisa versi 2.0 (Ardika Percha)
Event KitaBisa versi 2.0 (Ardika Percha)

 

Tautan Luar :

  1. Definisi Crowdfunding di Wikipedia : http://en.wikipedia.org/wiki/Crowdfunding
  2. Definisi Crowdsourcing di Wikipedia : http://en.wikipedia.org/wiki/Crowdsourcing
  3. Situs Crowdfunding KitaBisa : http://kitabisa.co.id/
  4. Situs Crowdfunding Indiegogo :  https://www.indiegogo.com/
  5. Situs Crowdfunding Kickstarter : https://www.kickstarter.com
  6. Situs Crowdfunding Start Some Good : http://startsomegood.com/Venture/the_asrc_food_justice_truck/Campaigns/Show/the_asrc_food_justice_truck
  7. Situs Rumah Perubahan : http://www.rumahperubahan.co.id/
  8. Situs Game Dreadout : http://dreadout.com/