Tag Archives: mobile

Fitur dan Harga iPhone 7 Terbaru

 

iPhone 7 (Pixabay)
iPhone 7 (Pixabay)

 

Fitur dan Harga iPhone 7 Terbaru

Apple merupakan sebuah perusahaan teknologi hebat yang menciptakan sebuah smartphone canggih dengan desain yang elegan yaitu iPhone. Beberapa tahun lalu, Apple menghadirkan seri iPhone terakhir yaitu iPhone 6, iPhone 6s, dan iPhone 6 Plus. Jadi peluncuran iPhone seri terbaru selalu menjadi penantian pencinta gadget di dunia. Dan tahun ini, Apple sudah mengumumkan produk iPhone seri terbarunya yaitu iPhone 7 dan iPhone 7 Plus. Dengan hadirnya iPhone 7, menunjukkan bahwa merk Apple masih sangat disukai dan menjadi salah satu merk terbaik di dunia. Ditambah iPhone7 mampu meningkatkan aspek dalam hal spesifikasi yang semakin canggih seperti kamera yang sangat bagus, speaker stereo yang jernih, dan fitur lainnya. Penasaran apa saja fitur keren dari iPhone 7 ini, berikut akan dibahas lengkap untuk anda.

Desain iPhone 7 yang Elegan

Hadir dengan beragam warna mulai dari warna pink, hitam, emas, dan perak menunjukkan bahwa desain iPhone 7 semakin elegan dan juga menawan. Layarnya menggunakan LED-backlit IPS LCD, resolusi 750×1334 piksel, menggunakan capacitive touchscreen, ukuran layar 4,7 inchi, dan kerapatan layar sekitar 326 ppi. Ditambah penggunaan Ion Strengthened Glass serta Oleophobic Coating yang memberikan perlindungan penuh pada layar. Selain itu, terdapat juga Fingerprint Sensors sebagai pelindung privasi pemilik iPhone.

Kamera iPhone 7 yang Tajam

Fitur kedua yang akan dibahas mengenai seberapa tajam kamera iPhone 7 untuk selfie dan foto. Untuk kamera utama sebesar 12 Mega Piksel beresolusi 4608×2592 dengan fitur yang canggih seperti phase detection autofocus, dual tone flash, dan image stabilization. Sedangkan kamera depan sebesar 5 Mega Piksel dan untuk hasil rekaman video sekitar 2160p dan @30fps. Dengan kamera plus fitur canggihnya mampu menghasilkan hasil gambar yang tajam dan berkualitas. Jadi iPhone 7 ini bisa menjadi pilihan bagi anda yang suka sekali dengan selfie dan fotografi.

OS, CPU, dan Memory Berkapasitas Besar

Berikutnya akan dibahas tentang prosesor yang mendukung perfomance iPhone 7 dalam menjalankan setiap program dan aplikasi. Untuk prosesornya merupakan buatan Apple sendiri yaitu dibekali Apple A9 dengan sistem operasi bawaan yaitu iOS 9. RAM yang disediakan untuk iPhone 7 ini lumayan besar yaitu 2 GB jadi anda tidak perlu khawair ketika membuka banyak aplikasi secara bersamaan. Untuk memori internal yang tersedia pada iPhone 7 ada 3 macam yaitu 32 GB, 64 GB, dan paling besar 128 GB. Jadi jangan takut kehabisan memori karena foto dan video anda yang sangat banyak.

Konektivitas & Baterai iPhone 7 yang Terbaik

Bicara tentang konektivitas, iPhone 7 sudah merancang konektivitas yang terbaik mulai dari menyediakan jaringan 4G LTE dengan kecepatan download 300/50 Mbps dan untuk upload sekitar 50 Mbps. Jika anda berada di daerah yang belum tercover oleh jaringan 4G, maka secara otomatis akan berubah ke HSPA atau 3G. Fitur lainnya yang ada di iPhone mulai dari wifi, dual band, bluetooth, micro USB, hotspot. Selain itu ada, pada iPhone 7 terdapat dual SIM card agar memudahkan pengguna yang memiliki lebih dari 1 sim card untuk berkomunikasi dengan orang lain. Untuk kapasitas baterai yang disediakan adalah 1715 mAh berjenis non removable tipe Li-po yang terbukti mempunyai daya tahan yang sangat baik.


Itulah beragam fitur pada iPhone 7 yang sudah hadir di Indonesia sekarang, untuk  harga iPhone 7 terbaru ini sekitar 8,5 juta (32 GB), 9,8 juta (64 GB), dan 11 juta (128 GB). Segera datangi toko handphone atau kunjungi toko online MatahariMall.com untuk mendapatkan promo iPhone 7 terbaru.

 

 

Smartphone Samsung 4G LTE Murah : Samsung Galaxy J1 Ace

Harga Samsung J1 Ace – Sekarang, smartphone Android dengan jaringan 4G LTE paling murah dimiliki oleh salah satu vendor ternama yakni Samsung Galaxy J1 Ace. Salah satu kelebihan unggulan pada smartphone Samsung Galaxy J1 Ace adalah adanya konektivitas 4G LTE, sehingga aktivitas internet yang dilakukan akan lebih cepat dan juga lancar. Tidak hanya jaringan 4G LTE yang disematkan namun ada banyak kelebihan lainnya yang dalam smartphone yang dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau hanya sekitar satu jutaan. Smartphone Samsung Galaxy J1 Ace ini juga mengusung layar dengan teknologi Super AMOLED. Untuk masalah desain, Samsung Galaxy J1 Ace ini juga memiliki perbedaan yang signifikan dari Samsung Galaxy yang lain yang sudah dirilis sebelumnya dan sudah lebih dulu meramaikan pasaran gadget di Indonesia walaupun cukup mirip dengan tampilan desain dari Samsung Galaxy J1. Smartphone yang satu ini juga diduga akan meramaikan pasaran smartphone 4G LTE yang murah dan semakin banyak dicari oleh setiap para pengguna smartphone di Indonesia.

 

Review Samsung Galaxy J1 Ace

Jika dilihat secara keseluruhan, smartphone Galaxy J1 Ace keluaran Samsung ini tidak memiliki keistimewaan tersendiri, akan tetapi dengan adanya beberapa kelebihan yang ditawarkan oleh pihak Samsung seperti yang sudah dijelaskan tadi juga membuat pihak Samsung menjadi lebih percaya diri lagi untuk bisa merilis produk terbarunya yang diharapkan bisa menarik minta para konsumen. Ponsel pintar ini mengusung layar dengan besar 4.3 inch dengan mengusung resolusi layar WVGA 480 x 800 pixel dan juga mengusung teknologi layar Super AMOLED yang menggunakan kerapatan layar yang mencapai 218 pixel setiap inchi-nya. Dengan demikian, maka akan menghasilkan gambar yang akan terlihat lebih tajam dan juga jernih.

www.blibli.com
www.blibli.com

Namun, sangat disayangkan sektor hardware pada Samsung Galaxy J1 Ace terlihat tidak menarik. Hal ini dikarenakan smartphone Samsung Galaxy J1 Ace ini menggunakan chipset Exynos SC3475 yang pada bagian dalamnya menggunakan prosesor Quad Core ARM Cortex A7 dengan kecepatan mencapai 1.3 Ghz. Selain itu, Samsung Galaxy J1 Ace ini juga sudah didukung dengan menggunakan RAM sebesar 768 MB. Pada sektor grafik, semua juga sudah dibekali dengan GPU Mali – T760MP2. Dengan adanya kapasitas RAM yang tidak terlalu besar namun juga terlalu kecil jika menopang CPU Quad Core.

Pada sektor kamera, Samsung Galaxy J1 Ace ini memberikan kamera utama yang memiliki resolusi sebesar 5 MP dan lengkap dengan semua fitur pendukung lainnya seperti LED flash dan juga autofocus. Sedangkan pada kamera depan, smartphone Samsung Galaxy J1 Ace ini juga menggunakan kamera dengan resolusi sebesar 2 MP. Pada sektor sistem operasi yang dipakai oleh Samsung Galaxy J1 Ace ini adalah versi 4.4 Kitkat. Sedangkan pada penyimpanan datanya, Samsung Galaxy J1 Ace ini menggunakan memori internal yang cukup kecil, yakni hanya sebesar 4 GB. Akan tetapi, anda jangan merasa khawatir, sebab sudah dilengkapi dengan slot micro SD yang besarnya bisa mencapai 128 GB sehingga bisa menyimpan data lebih banyak. Pada jaringan konektivitas yang diusung sudah menggunakan 4G LTE, sehingga koneksi internet bisa lebih cepat.

www.blibli.com
www.blibli.com

Untuk harga Samsung Galaxy J1 Ace ini dibanderol dengan harga yang cukup murah, yakni hanya sekitar Rp 1 jutaan saja. Jadi yang mau berniat ganti smartphone atau mau punya smartphone kedua untuk backup, ponsel satu ini bisa jadi pilihan yang tepat!

 

 

 

Belajar Fintech Indonesia

Perkembangan dunia digital termasuk tumbuhnya industri tekfin  (lebih dikenal dengan istilah fintech) serta melesatnya pertumbuhan media sosial yang dipicu pesatnya penggunaan akses internet di Indonesia, bahkan untuk saya pribadi telah mengubah pola keseharian saya secara bertahap, salah satunya dalam penggunaan transportasi dengan ojek online  [BACA artikel blog : 7 layanan ojek fenomenal]  yang hampir tiap hari saya gunakan.

Selain menggunakan ojek online tersebut, tentunya saya menggunakan kereta Commuter Line dan tentunya untuk memudahkan proses transaksi, saya menggunakan mata uang digital/elektronik sejenis seperti produk e-money Bank Mandiri, BNI Tap Cash, BCA Flazz, maupun Go-Pay, dengan intensitas penggunaannya pun semakin tinggi. Melihat perkembangan pola kehidupan tersebut, membuat saya pribadi ingin belajar terkait perkembangan industri teknologi finansial, yang sekarang dikenal dengan istilah fintech tersebut.

Menurut pendapat saya, untuk mempelajari fintech ini,  dari hasil membaca sana-sini tersebut, maka perkembangan fintech diawali dari pemanfaatan jaringan ATM, lalu mobile banking, kemudian layanan internet banking, dan paralel pemanfaatan uang elektronik menjadi pemicu perkembangan fintech Indonesia.

 

pixabay.com
pixabay.com

 

Uang elektronik (e-money) berbasis kartu fisik

Pemanfaatan uang elektronik tersebut dari yang saya pelajari awalnya dari penggunaan transaksi fisik & tatap muka yang merupakan awal perkenalan dengan fintech, dibantu dengan teknologi pembacaan kartu pintar terhadap perangkat pembacanya, merupakan awal menggunakan layanan fintech sejenis, seperti yang dipaparkan diatas.

Seperti yang saya sampaikan diawal artikel blog ini, uang elektronik lambat laun bakal menjadi hal yang lumrah di Indonesia, paling tidak dari keseharian saya dan aktivitas di sekitar lingkungan saya, bahkan tren positif tersebut mengalami kenaikan nilai yang semakin besar, hal ini merujuk dari data, seperti yang dilansir dari data e-money Bank Indonesia via Daily Social, trennya dari tahun 2014 hingga 2016, terdapat lebih dari 476 juta transaksi dengan perputaran uang sejumlah lebih dari 5,28 triliun Rupiah, maka terdapat kenaikan sebesar lebih dari 59% dari tahun sebelumnya (year-on-year).

 

dailysocial.id
dailysocial.id

Uang elektronik (e-money) berbasis layanan internet (server based)

Pemanfaatan uang elektronik selanjutnya yaitu penggunaan layanan via internet, dan hal ini menjadi lumrah, seperti pemesanan & pembayaran tiket, online shopping, akomodasi perjalanan, dsb. Menurut saya, layanan seperti ini, dari sisi akses dan user experience mirip dengan transaksi kartu kredit, serta dilengkapi fitur keamanan dan otentifikasi yang mudah sekaligus canggih. Salah satu yang saya ketahui dan pernah mencoba yaitu layanan Sakuku dari Bank BCA, yang terintegrasi dengan KlikBCA dan bahkan ATM BCA.

 

Payment Gateway

Melihat perkembangan uang elektronik tersebut, saya pribadi pun teringat beberapa tahun lalu mengenai kabar melesatnya bisnis payment gateway di Indonesia, yang diramaikan dengan hadirnya Doku sebagai perintis local payment gateway dan akhirnya menjadi salah satu pemain besar dalam layanan ini semenjak 2007, lalu disusul operator lain seperti Inapay, Veritrans, dsb.

Payment gateway ini pun menjadi fondasi atas mayoritas transaksi elektronik, dan sepengetahuan saya dengan akses, teknologi, dan jaringan yang dimiliki, yang sebagian besar dikuasai pemain lokal semenjak lama, bahkan sebelum booming ecommerce di Indonesia, maka hal ini pun menjadi salah satu katalisator perkembangan tekfin alias fintech Indonesia, disertai dengan kebutuhan dan adaptasi masyarakat Indonesia yang cukup responsif atas perkembangan baru ini.


Referensi :

  1. https://dailysocial.id/post/mengintip-gurihnya-uang-elektronik-di-indonesia
  2. http://www.bi.go.id/id/ruang-media/pidato-dewan-gubernur/Documents/Sambutan-GBI-Launching-Fintech-Office-14Nov2016.pdf
  3. https://www.quora.com/Which-is-the-best-payment-gateway-in-Indonesia
  4. http://www.bi.go.id/id/ruang-media/siaran-pers/Pages/sp_189216.aspx
  5. http://www.thepaypers.com/payment-service-providers/indonesia/22

Perkembangan dan Kepopuleran Game Online

 

unsplash.com
unsplash.com

 

Dahulu jenis game yang saya mainkan yaitu bergenre action adventure dan game bergenre strategi, yang dimainkan secara offline. Sekarang beragam game tersedia dan bisa dimainkan secara online, yaitu semacam game action seperti Counter Strike, GTA dan Call of Duty, lalu game petualangan dengan genre RPG (Role Playing Game) seperti World of Warcraft dan Skyrim, sampai game dengan genre multiplayer online battle arena (MOBA) seperti Dota dan League of Legends, casino game Mansion88, hingga mobile game  seperti Clash of Clans – Clash Royale dan yang terakhir pernah happening yaitu Pokemon Go.

Bermain game untuk saya merupakan salah satu kegiatan yang saya lakukan di waktu senggang dan terkadang menjadi hiburan tersendiri. Ketika “masa jayanya” dahulu, saya bermain game apa lagi ketika musim liburan sekolah tiba, bisa dilakukan seharian dan merupakan aktivitas utama mengisi waktu liburan.

 

Fakta Game Online

Dilansir dari nowloading.com yaitu situs yang membahas perkembangan industri game, menyatakan online game telah mendominasi industri game dan dimainkan jutaan penggemarnya di seluruh dunia, lalu menariknya, mayoritas game yang dimainkan tersebut  lebih menekankan faktor sosialnya dalam elemen permainan, yaitu dapat bertemu dan berkompetisi dengan pemain lain di belahan dunia lain, atau bermain bersama dengan teman-temannya.

 

https://nowloading.co
https://nowloading.co

 

Game dengan genre multiplayer online battle arena (MOBA) semacam DotA 2 (Defense of the Ancients) yang berada di salah satu urutan teratas untuk game yang paling sering dimainkan di platform distribusi online game STEAM dan faktanya, bahwa DotA telah dimainkan sebanyak lebih dari 10 juta orang setiap bulannya!! Lalu game League of Legends (LoL) pun bernasib sama dengan DotA 2, yaitu menjadi pusat perhatian berjuta-juta gamer sedunia dan telah dimainkan lebih dari 32 juta orang setiap bulannya… AMAZING!!

 

https://nowloading.co/
https://nowloading.co/

 

Nowloading.com pun membeberkan sejumlah data, seperti game Counter Strike Global Offensive yang dirilis oleh Valve telah terjual lebih dari 12 juta copy semenjak peluncurannya di tahun 2012 hingga kini, dan saat ini setiap bulannya 3 juta orang bermain game CS GO dengan total lebih dai 250 jam permainan!!

Dengan jutaan pemain game tersebut, industri game pun menjadi sebuah mega industri di era internet ini, lalu dari sisi format permainan pun semakin bergeser dari format single player ke format multiplayer, dan bahkan game pun serta menjadi sebuah cabang olahraga baru, yaitu yang disebut sebagi e-sport.

Tren Game Online

Menariknya, tren permainan elektronik di Indonesia melalui media online ini mewabah dengan adanya akses internet yang semakin mudah dijangkau dan didukung dengan infrastruktur yang cukup di beberapa kota di Indonesia, baik di skala warung internet yang menjamur di era awal tahun 2000-an, hingga kemudahan akses internet cepat yang bisa dinikmati di rumah 2-3 tahun terakhir.

 

https://id.techinasia.com
https://id.techinasia.com

 

Seperti artikel yang pernah disusun oleh Tech In Asia, mengenai beberapa online game yang terbaik dan dimainkan oleh mayoritas gamer di Indonesia maka daftar game yang muncul tidak jauh berbeda dengan kepopuleran game yang ada di level global seperti CS GO, LoL dan DotA, namun ada beberapa jenis game yang  spesifik mendapatkan penggemarnya di Indonesia, seperti Ragnarok yang fenomenal dan Point Blank yang mirip dengan konsep game CS GO, lalu ada beberapa game seperti  Ayo Dance, Gundam Capsule Fighter, Rising Force, hingga 3 Kingdoms, yang memiliki fans yang cukup besar.

Selain soal akses internet yang dipaparkan diatas, pilihan game yang ditawarkan pun berkonsep freemium, yaitu game tersebut gratis untuk dimainkan dan jika ingin menambah fitur tambahan, maka pemain game tersebut bisa membeli paket di game tersebut dengan sejumlah uang. Dengan konsep seperti ini, maka hampir tidak ada halangan berarti bagi penikmat online game tersebut untuk langsung mencoba bermain game pilihannya.

 

Jadi apa online game favorit kamu? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar ya.


Referensi:

  1. https://nowloading.co/posts/3916216
  2. https://id.techinasia.com/10-game-online-indonesia-terbaik-pilihan-games-asia
  3. https://unsplash.com/collections/314527/gaming

 

Peluncuran Smartphone Google Pixel

Setelah berkutat sekian tahun menggunakan beragam smartphone mayoritas dengan basis Google Android, dan tergoda mencoba Apple iOS, maka keinginan untuk mencoba kembali HP Android, dan kebetulan di penghujung 2016 ini, Google pun meluncurkan HP sendiri.

ddaaannn…. wow akhirnya raksasa Google meluncurkan smartphone sendiri setelah bertahun-tahun konsisten dengan proyek Nexus-nya yang berkerjasama bersama beberapa brand smartphone  kelas atas sekaligus pabrikan  macam Samsung, LG, HTC, dll.

Berita menghebohkan ini memang sudah tercium beberapa bulan terakhir, dan finally resmi sudah Google memiliki perangkat mobile  dengan brand sendiri yang saya ketahui di linimasa Twitter Techcrunch berikut :

 

 

dari twit-twit tersebut, lalu nama Pixel, sampai beberapa fitur plus info spek-nya yang unggulan bin juara itu, sudah membuat saya penasaran, dan akhirnya pun menelusuri beberapa informasi, dan dari landing page Google Pixel, maka HP ini menjadi truly flagship smartphone-nya Google, dengan fitur unggulan sbb :

  1. kamera dengan spesifikasi kelas atas dengan kisaran harga USD 600-an atau sekitar 7,5-8,5 jutaan
  2. sudah terintegrasi dengan Google Assistant & perangkat VR pertama Google yaitu DayDream
  3. disertai fitur akses tak terbatas dan sepanjang hidup dengan kulaitas foto full resolution..  so, tidak perlu lagi external storage untuk menyimpan foto dan video
  4. pengalaman maksimal dan terintegrasi disertai dukungan Google untuk hardware & software

 

Google Pixel
Google Pixel
Google Pixel
Google Pixel
Google Pixel
Google Pixel

 

naahh.. bagi yang ingin beli HP baru atau mau upgrade… atau yang mau pindah ke Android (lagi) seperti saya, HP ini (dari penjelasan ketika peluncurannya ya) bisa jadi sangat direkomendasikan, disertai fitur kelas atas plus dukungan penuh Google, maka Pixel bisa menjadi lawang tangguh beberapa HP lain yang telah hadir di pasaran.

Yuk, simak video Google Pixel berikut ini dan share  pendapat kamu soal HP canggih dari Google ini di kolom komentar ya..


 

Referensi :

  1. https://twitter.com/TechCrunch
  2. https://madeby.google.com/phone/

 

Kuliah Online Coursera : Marketing In a Digital World

Coursera.com
Coursera.com

 

Mulai bulan September saya mengikuti program kuliah online atau biasa disebut elearning melalui Coursera untuk menambah wawasan keilmuan, mengasah otak dan tentunya mengisi waktu yang positif.

Pengalaman saya belajar di Coursera pernah diulas di artikel blog saya dahulu [Baca artikel blog : Kuliah lagi di Coursera], dan ketika itu pertama kalinya saya belajar mandiri melalui media internet tersebut.

Dengan mengikuti kuliah ini, harapan saya sebagai berikut :

  1. mengetahui model pembelajaran online teranyar yang disajikan oleh Coursera
  2. melakukan refresh atas konsep pemasaran yang telah saya ketahui selama ini
  3.  mengetahui konsep dan contoh kasus implementasi pemasaran dengan pemanfaatan media digital
  4. mengasah kemampuan bahasa Inggris saya secara praktek nyata di lapangan

 

Dalam mengikuti perkuliahan di Coursera, mayoritas saya akses melalui aplikasi mobile-nya yang  terinstal di smartphone saya, sehingga saya bisa kuliah dengan membaca materi perkuliahan,  menonton video perkuliahan, mengikuti kuis, berinteraksi di forum diskusi, sampai mengerjakan beberapa tugas kuliah yang diberikan dimana pun dan kapan pun.

 

Aplikasi Coursera (versi Apple iOS)
Aplikasi Coursera (versi Apple iOS)

 

Menariknya  materi kuliah sebagian besar bisa diunduh, agar bisa diakses secara offline. Sebagai informasi tambahan, saya menggunakan iPhone 5 dengan iOS versi 9.3 serta saran saya menyediakan ruang minimal sekitar 200 MB, dan untuk pengaksesan aplikasi secara mobile saya mengandalkan layanan data Telkomsel.

 

Kuliahnya membahas apa?

Untuk course ini saya ambil sesuai minat saya dalam bidang pemasaran khususnya di media digital dan setelah mencari dengan bantuan fitur pencarian di Coursera, akhirnya saya menemukan satu topik kuliah yang sesuai minat saya.

Kuliah ini merupakan salah satu dalam rangkaian silabus khusus terkait Digital Marketing, yang terdiri enam course yang memiliki topik yang berbeda-beda, namun memiliki benang merah dalam bidang keilmuan Digital Marketing tersebut.

 

Deskripsi Kuliah (Coursera)
Deskripsi Kuliah (Coursera)

 

Definisi Marketing (Coursera)
Definisi Marketing (Coursera)

 

4P Legendaris (Coursera)
4P Legendaris (Coursera)

 

Course ini membagi menjadi empat topik utama berdasarkan konsep pemasaran 4 P legendaris, yaitu merujuk ke Product, Price, Promotion, dan Place, serta penerapan dengan menggunakan media digital.

Dalam deskripsi yang diuraikan, maka kuliah ini menitikberatkan pada penggunaan media intenet dan perangkat mobile, serta pemanfaatan teknologi terkini yaitu penggunaan 3D printer.

 

Siapa yang memberi kuliah?

 

Prof Aric (Coursera)
Prof Aric (Coursera)

 

Mata kuliah ini dikembangkan dan dikelola oleh University of Illinois di Urbana-Champaign melalui Coursera, dan untuk course ini difasilitasi oleh  Aric Rindfleisch, John M. Jones Professor of Marketing. 

Setelah mempelajari informasi umum dari course ini dan membaca silabusnya, ternyata course ini menyandang salah satu dari “The 10 Hottest Online Classes for Professionals in 2015” menurut publikasi majalah Inc. dan Class Central, sehingga menjadi salah satu mata kuliah yang direkomendasikan ke pembelajar online di seluruh dunia.

 

Bagaimana perkuliahannya?

 

Kuliah Awal (Coursera)
Kuliah Awal (Coursera)

 

Test (Coursera)
Test (Coursera)

 

Setelah memulai dan mengikuti awal perkuliahan, saya merasa bahwa model perkuliahan seperti ini memang memberikan fleksibilitas, yaitu bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, meski ada beberapa penugasan dibatasi oleh waktu.  Di sisi lain, maka model perkuliahan seperti ini justru memberikan saya tanggung jawab lebih kepada diri sendiri dan mengatur waktu lebih baik, sehingga saya sendiri yang mengatur kecepatan dan kemauan untuk belajar dalam perkuliahan tersebut, dibandingkan perkuliahan jaman dulu yang konvensional yang saya ikuti,

Sesuai silabus, maka perkuliahan akan berjalan dalam empat minggu dengan durasi perkuliahan sekitar 4-8 jam perminggu, dengan beragam materi yang disampaikan melalui bahan bacaan (reading material), video, diskusi, dan penugasan, serta diakhiri dengan semacam tugas akhir dan kuis.

So,  apa kamu pernah belajar dengan metode online seperti ini? kalau pernah, yuk coba sharing di kolom komentar yah. Lalu untuk kamu yang belum pernah, bagaimana menurut kamu model perkuliahan seperti ini? Ditunggu komentarnya.

 


 

Referensi :

  1. Coursera : https://www.coursera.org/
  2. Course Digital Marketing di Coursera : https://www.coursera.org/courses?languages=en&query=marketing+in+a+digital+world

 

 

Review Game : Clash Royale

Clash Royale

Kali ini, saya akan mengulas salah satu game yang sedang getol dimainkan, yaitu Clash Royale. Game ini dikembangkan oleh pengembang kenamaan Supercell, yang sukses dengan megahit game Clash of Clans, Hay Day, dan Boom Beach-nya, dan akhirnya merilis Clash Royale yang memiliki keunikan dan menelurkan game dengan konsep yang cukup fresh di industri mobile game, yaitu dengan menggabungkan beberapa elemen game, seperti konsep game tower defense, lalu menggunakan elemen berbasis card game, sehingga membuat kecanduan bagi para penggemarnya.

 

Spesifikasi & Instalasi Game

Clash Royale telah tersedia di platform Android dan Apple iOS. Untuk Android dibutuhkan versi 4 keatas dengan kebutuhan space minimal 89 MB dan iOS dibutuhkan versi 7 keatas dengan minimal space 97 MB, lalu untuk proses instalasinya mudah dilakukan dan berjalan dengan lancar.

Pola Permainan

Clash Royale
Clash Royale

 

Seperti yang dijelaskan diawal, bahwa pola permainan Clash Royale menggabungkan beberapa konsep game, namun menghasilkan sebuah game dengan perpaduan yang oke punya!

Tower Defense

Dalam Clash Royale, ada 3 tower yang harus dijaga dan dipertahankan, yaitu 2 tower  disisi kiri dan kanan dan 1 tower utama dan bernilai lebih tinggi dibandingkan 2 tower lainnya, terletak di tenggah.

Sisi kiri dan kanan (terkadang ada yang menyebutnya lane, river, side, etc.), akan menjadi jalur utama dalam setiap pasukan yang kita kerahkan sesuai card yang kita miliki. Semua usaha yang kita lakukan dengan beragam variasi taktik yang bisa dijalankan, bertujuan untuk merobohkan, menghancurkan, dan melenyapkan tower-tower tersebut, bahkan dari hasil pengalaman saya bermain, ada  pemain yang menggunakan taktik mengorbankan salah satu tower untuk menghancurkan tower utama!

 

Card Game

Card Clash Royale

Elemen penting bermain Clash Royale yaitu mengkombinasikan kartu-kartu yang kita miliki dan membuat menjadi perpaduan yang ciamik dalam suatu card deckDeck yang kita miliki menjadi senjata utama dalam menerapkan taktik apa yang akan kita gunakan sesuai gaya permainan kita, dan selain itu, deck tersebut bisa beradaptasi dengan pola permainan musuh.

Hal kecil pun menjadi sesuatu yang khas, yaitu fitur chatting yang disertai dengan emoticon dan tentunya fitur friendly battle sesama teman dalam satu clan!

Grafis & Musik Latar

 

 

Nah, Clash Royale ini “dikisahkan” dalam Clash Universe, sehingga beragam karakter Clash Of Clans hadir di game ini. Dengan desain karakter, voice actor yang khas nan menawan, serta grafis yang ditampilkan enak dipandang, apalagi kalau kamu penggemar Clash of Clans, maka seperti kata kawan saya, visualisasinya akan terbawa-bawa ke Clash Royale.

 

Penilaian

Clash Royale merupakan salah satu game yang masih saya mainkan hingga sekarang, dan tingkat adiksinya yang tinggi, membuat saya terus memainkannya. Dengan perpaduan konsep permainan yang unik, berupa penggunaan taktik card yang digunakan disertai taktik permainan tower defense, plus karakter dan desain visual yang khas, maka game ini menjadi jawara beberapa waktu lalu di ranah dunia mobile game. So, yang belum instal game unik satu ini, coba langsung ke App Store atau ke Play Store, dan rasakan keseruannya. Kalau yang sudah bermain, yuk sharing pengalamannya ya.

 


 

Referensi: https://clashroyale.com/blog/news/these-are-the-rules-of-the-duel

 

Review Game : Star Wars Commander

Opening Screen Star Wars Commander
Opening Screen Star Wars Commander

 

Game kali ini yang saya bahas yaitu Star Wars Commander yang dirilis oleh Disney.  Star Wars Commander sebenarnya sudah cukup lama dirilis  yaitu di penghujung tahun 2014, namun ketika penayangan perdana Star Wars episode ketujuh Force Awakens yang lalu,  sepertinya dipromosikan secara gencar di internet, sehingga sebagai fans Star Wars, akhirnya pun saya tergoda mencoba menginstalasi mobile game ini.

Spesifikasi & Instalasi Game

Surpringsly, mobile game ini dikembangkan oleh Disney di berbagai mobile platform, baik di iOS Apple, Android, Windows Phone, hingga OS Amazon! Untuk Android minimal versi 4 dengan 38 MB space yang dibutuhkan dan versi iOS-nya dibutuhkan yaitu minimal 7.1 dengan space sekitar 88 MB perlu disediakan.  Ulasan game kali ini, saya menggunakan perangkat iPhone 5 yang berjalan dengan iOS versi 9.2 dan hingga saat ini berjalan lancar dalam bermain game ini.

Dengan koneksi internet standar, maka proses instalasi dapat dilakukan dengan lancar. Login Facebook merupakan salah satu pilihan ketika proses di awal permainan, baik untuk menyimpan data game sekaligus mengetahui teman-teman Facebook mana yang bermain dan berinteraksi di game ini, dan bisa relogin di gawai lain jika dibutuhkan.

App Store (Apple)
App Store (Apple)

 

Play Store (Android)
Play Store (Android)

 

Pola Permainan

Empire or Rebels?
Empire or Rebels?

 

Whats next?
Whats next?

 

Di awal game, kita akan diberikan semacam tutorial yang dibalut kisah kita menjelajahi galaksi, dan berawal ketika kita tinggal di planet Tatooine. Alur di tutorial tersebut pun akhirnya menjadi alur cerita, mirip jika kita memainkan sebuah campaign di game strategi.

Di tutorial tersebut, kita akan dihubungi oleh 2 faksi yang terlibat dalam Star Wars yaitu Empire dan Rebels, untuk menjalankan misi awal, Setelah itu kita akan diminta komitmennya berada di pihak  faksi mana. Dalam game ini, saya akhirnya memilih faksi Empire yang memiliki persenjataan canggih dan tentara mekanikal untuk berperang melawan Rebels.

Pola permainan mirip dengan game Clash of Clan (CoC) yang hits tersebut, yaitu game strategi dengan model multiplayer, dengan tujuan utama membangun markas kita dengan berbagai macam bangunan, pengelolaan sumber daya yang ditambang, pengembangan bangunan, sekaligus melatih berbagai macam jenis tentara dan persenjataan, serta menjalankan berbagai misi yang ada.

Barak tentara
Barak tentara

 

Headquarter
Headquarter

 

Seperti CoC, maka faktor kerja sama sesama anggota tim (dalam game ini disebut squad), pengelolaan sumber daya, analisis pengembangan bangunan dan fasilitas di markas, serta pelatihan persenjataan dan tentara mana yang dibawa untuk bertempur, menjadi faktor yang menentukan dalam game ini.

Victory
Victory

 

Grafis & Musik Latar

Transmission
Transmission

 

Dengan desain visual yang khas Star Wars plus berbagai karakter yang sudah saya kenal, dari Stormtroppers, mesin tempur AT yang khas, Sith Lord, hingga Darth Vader, maka menambah keasyikan dan membayangkan kita sebagai seorang pejabat militer dalam Empire dan terlibat pertempuran di galaksi yang nun jauh disana.

Dengan grafis yang enak dipandang dan khas tersebut, maka tak lupa juga efek suara dan musik latar yang kuat, menjadi betah berlama-lama bermain Commander ini, lalu yang menjadi favorit saya yaitu efek suara ketika pertempuran yang terdengar heboh dan Star Wars banget!

Penilaian

Sampai hari ini saya masih bermain Star Wars Commander, dan berfantasi dalam kondisi perang di galaksi nun jauh disana 😀

Melihat kondisi tersebut, secara keseluruhan game ini bagus dan adiktif dengan berulangkali dimainkan, dari keasyikan perencananan taktik upgrade berbagai persenjataan, pilihan tentara yang akan dibawa ke transporter, dan terutama ketika sensasi bertempur menyerang markas musuh, plus ditambah balutan karakter Star Wars menjadi faktor pembeda game ini.

So, bagaimana menurut kamu game kece satu ini? Yuk, share pendapat kamu mengenai game ini di kolom komentar dibawah yaa..

The Force
The Force

 


Referensi :

  1. SW Commander – Amazon : http://www.amazon.com/Disney-Star-Wars-Commander/dp/B013J7KLJU
  2. SW Commander – iOS : https://itunes.apple.com/us/app/star-wars-commander-worlds/id847985808?mt=8
  3. SW Commander – Android : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.lucasarts.starts_goo
  4. SW Commander Official page : http://www.starwars.com/games-apps/star-wars-commander

 

7 Layanan Ojek Yang Fenomenal

Perkembangan perusahaan rintisan (startup) yang berbasis teknologi di Indonesia menjadi semakin menjamur, hal ini tidak hanya dari dampak perkembangan teknologi ponsel dan akses internet yang semakin mudah dijangkau dan murah, juga disertai dengan perilaku masyarakat Indonesia yang cukup adaptif dengan perkembangan teknologi, sehingga beberapa aplikasi dan solusi teknologi yang hadir bisa direspon dengan cukup baik.

Di tahun 2015 ini, aplikasi yang menawarkan layanan transportasi ojek menjadi primadona di kalangan masyarakat, berawal dari tawaran tarif yang kompetitif disertai promo menarik, lalu didukung kemudahan penggunaan layanan tersebut, hingga akhirnya menjadi solusi transportasi bagi para penggunanya.

Seperti tulisan saya yang ditulis di artikel #KomuterKota [Baca artikel: #KomuterKota] mengenai potret sehari-hari warga ibukota dan daerah sekitarnya, yang berkomuter ria, dari dan ke Jakarta, maka munculnya layanan ojek berbasis teknologi yang sebagian berbasis aplikasi mobile, membantu kita semua dalam beraktivitas sehari-hari.

Berikut 7 layanan ojek fenomenal yang telah hadir dan digunakan oleh warga Jabotabek & sekitarnya :

 

1. Go-jek

Layanan Go-jek (http://www.go-jek.com/)
Layanan Go-jek (http://www.go-jek.com/)

 

Siapa yang tak kenal brand Go-jek yang fenomenal dan revolusioner untuk solusi transportasi ibukota Jakarta. Go-jek menjadi perintis dalam layanan ojek, benar-benar memanfaatkan kecanggihan teknologi dan jeli melihat potensi pasar yang sebelumnya tidak begitu diperhatikan.

Go-jek merupakan layanan ojek pertama yang saya gunakan, dan dari pengalaman perdana tersebut, saya merasakan kemudahan dalam penggunaan aplikasi Go-jek, lalu dari sisi layanan juga bisa diandalkan, cepat, serta sekaligus tarifnya tergolong murah 😀

Go-jek memberikan berbagai layanan inovatif, tidak hanya memberikan layanan transportasi ojek standar yang disebut Go-ride, namun juga menyediakan layanan kurir Go-send, layanan pemesanan makanan Go-food, lalu menjadi sebuah layanan antar dan transportasi yang lengkap, seperti layanan Go-mart dan Go-box.

Selain metode pembayaran dengan cash, Go-jek juga sudah mengenalkan metode pembayaran dengan metode kredit yang awalnya didapat dari proses undangan dan referal tertentu, namun metode kredit tersebut juga bisa dibeli melalui beberapa partner Go-jek.

Di versi aplikasi terakhir, selain layanan ojek standar dan layanan kurir, saya menemukan layanan Go-clean untuk layanan pembersihan semacam cleaning services, sampai layanan salon dan pijat profesional Go-glam dan Go-massage.. gokil 😀

 

 

Gojek App (Go-jek)
Gojek App (Go-jek)

 

Layanan baru Go-jek (Go-jek)
Layanan baru Go-jek (Go-jek)

 

Seluruh layanan yang dikembangkan tersebut, menjadikan Go-jek tidak hanya sebagai perintis di layanan aplikasi ojek ini, namun sekaligus menempatkan Go-jek yang terdepan dan menjadi sebuah peletak standar layanan di industri ini.

2. Grabbike

Grabtaxi (http://grabtaxi.com)
Grabtaxi (http://grabtaxi.com)

 

Layanan ojek lainnya yang saya ketahui yaitu Grabbike, yang berawal dari sebuah layanan pemesanan taksi berbasis lokasi Grabtaxi. Melihat geliat kesuksesan Go-jek, Grabtaxi akhirnya meluncurkan layanan Grabbike yang bersaing ketat, baik dari sisi layanan yang ditawarkan, metode promosi, perang promo dan tarif, serta ekspansi armada yang saling bersaing dengan Go-jek.

Saya pribadi lebih dahulu menggunakan Grabtaxi, dan saya cukup puas atas layanan dan kemudahan dalam menggunakan layanan taksi via Grabtaxi tersebut. Kemudian saya pun mulai menggunakan layanan Grabbike, karena mau merasakan perbedaan layanan yang diberikan dengan Go-jek, selain itu saya tertarik tarif promo yang kompetitif dan tidak dibatasi oleh jam sibuk, berbeda dengan layanan yang ditawarkan Go-jek, namun soal penetapan tarif ini pun, akhirnya antara kedua layanan ojek tersebut, baik skema tarif & promo yang agak mirip, bahkan saat ini saya merasa telah terjadi “price war” antara dua layanan ojek ini.

Sampai sejauh ini, hampir tidak ada perbedaan berarti untuk layanan yang diberikan Go-jek maupun Grabbike, namun menurut saya kelebihan aplikasi Grab terletak di kemudahan pemesanan yang menyatu, baik untuk layanan pemesanan taksi dan ojek sekaligus, dan bahkan Grabtaxi tersebut akan merambah ke layanan Grabcar, yang mirip seperti layanan Uber yang bikin heboh tempo hari.

Selain itu, Grabtaxi maupun Grabbike tergolong agresif, dilihat dari sisi promo yang ditawarkan, bisa dilihat dari pola kerja sama Grabtazi-Grabbike dengan brand-brand lain, serta event dan aktivasi yang diselenggarakan, sehingga pengguna Grabtaxi maupun Grabbike mendapat paket promo yang lebih beragam, dan hal ini menjadi salah satu kelebihan Grabbike-Grabtaxi tersebut.

 

Grabtaxi App (Grabtaxi)
Grabtaxi App (Grabtaxi)

 

Promo Grabbike (Grabbike)
Promo Grabbike (Grabbike)

 

3. Blu-jek

Situs Topjek (https://www.topjek.com)
Situs Blu-jek (http://blu-jek.com/)

 

Blu-jek App (http://blu-jek.com/)
Blu-jek App (http://blu-jek.com/)

Dari pengalaman berojek ria dengan 2 layanan yang saya pernah gunakan, lambat laun pun saya menaruh perhatian terhadap perkembangan layanan ojek berbasis teknologi tersebut.

Dan seperti yang diperkirakan, muncul serta berkembanglah layanan sejenis, dan saya pun mendengar layanan Blu-jek diluncurkan. Namun amat disayangkan, dari situs resmi maupun informasi resmi dari pengelola Blu-jek yang saya dapatkan tergolong minim, dan dari sisi ketersediaan armada yang masih kurang pula, ditambah pula dari sisi aplikasi yang dirilis masih tidak stabil, sehingga saya tidak bisa mencoba layanan ini.

 

4. Topjek

Situs Topjek (https://www.topjek.com)
Situs Topjek (https://www.topjek.com)

 

Setelah Blu-jek muncul, maka sejumlah aplikasi lain juga muncul, salah satunya Topjek. Topjek yang memiliki warna brand kuning cerah, menawarkan layanan ojek dan kurir antar barang.

Dengan tagline “Hidup cerdas dengan TOPJEK” tersebut, maka Topjek berusaha mulai mengajak para wanita untuk bergabung menjadi armada ojek dan memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan tambahan.

Dari sisi aplikasi mobile, Topjek cukup baik digunakan dan memiliki alur pemesanan yang tidak jauh berbeda dengan aplikasi sejenis. Namun, lagi-lagi dari sisi armada yang masih minim, maka hingga saat ini saya belum merasakan pengalaman menggunakan Topjek, namun dari rekan saya yang pernah mencoba, Topjek tergolong masih perlu pembenahan dari sisi layanan yang diberikan.

Top-jek app (https://www.topjek.com/)
Top-jek app (https://www.topjek.com/)

 

5. Ojek Syari

Situs Ojesy (http://www.ojeksyari.com/)
Situs Ojesy (http://www.ojeksyari.com/)

 

Nah, satu lagi layanan ojek yang mengklaim dirinya sebagai “layanan ojek wanita pertama di Indonesia”, Ojesy menawarkan layanan ojek syariah khusus wanita (muslimah). Jika dilihat dari informasi yang saya dapat dari situs resminya, memang Ojesy memiliki target pasar yang spesifik dan lebih mengarah ke komunitas.

Namun amat disayangkan, hingga tulisan ini diturunkan,  Ojesy  hanya menerima pemesanan melalui call center dan aplikasi chat WhatsApp plus BBM saja. Selain itu, ternyata layanan ini memiliki batasan dalam aktivitas layanannya, yang mungkin dari sisi pengojek yang khusus wanita (muslimah) tersebut.

Dengan pangsa pasar yang niche tersebut, Ojesy (mungkin) memiliki basis konsumen yang loyal, dan memberi warna berbeda dengan kompetitor lainnya di industri layanan perojekan.

 

Ojek Syariah (Ojesy)
Ojek Syariah (Ojesy)

 

6. Ladyjek

Situs Ladyjek (http://www.ladyjek.com/)
Situs Ladyjek (http://www.ladyjek.com/)

 

Selain Top-jek dan Ojesy, maka satu lagi aplikasi ojek yang menargetkan kaum hawa, baik untuk pengojek (yang disebut biker) maupun penumpangnya. Jika menilik dari situs resminya, Ladyjek memang lebih “marketable“, baik dari sisi aplikasi mobile, program promo, maupun sisi branding yang lebih powerful dengan warna ungu nan unyu tersebut.

Selain faktor pengguna dan pengojek yang dikhususkan dari dan untuk wanita tersebut, Ladyjek menawarkan metode pembayaran alternatif selain metode pembayaran uang cash, yaitu dengan uang elektronik, berupa layanan dengan layanan Mandiri e-cash dan XL-tunai.

Nah.. karena layanan ini target audience-nya untuk wanita, maka saya tidak bisa mencoba layanan Ladyjek ini, meski dari sisi aplikasi sudah cukup stabil dan memiliki alur yang mirip dengan aplikasi sejenis.

So, jika anda wanita, boleh loh nanti berbagi pengalamannya di halaman komentar artikel dibawah ini, jika anda sudah mencoba Ladyjek, termasuk penggunaan layanan ojek Ojesy yang saya tulis di bagian sebelumnya.

Ladyjek app (http://www.ladyjek.com/)
Ladyjek app (http://www.ladyjek.com/)

 

7. Jeger Taksi

Situs Jeger Taksi (http://www.jegertaksi.com/)
Situs Jeger Taksi (http://www.jegertaksi.com/)

 

Last not but least, layanan Jeger Taksi hadir dengan memberikan tidak hanya layanan ojek saja, namun juga layanan kurir serta layanan pemesanan makanan. Dari 7 layanan ojek tersebut yang saya ulas, Jeger Taksi menurut saya memiliki layanan yang mendekati layanan yang Go-jek tawarkan, namun hingga saat ini, Jeger Taksi tidak merilis aplikasi mobile, tetapi Jeger Taksi hanya menyediakan layanan pemesanan melalui platform website yang diakses melalui browser favorit anda, serta pemesanan melalui aplikasi chatting WhatsApp dan BBM.

Jegertaksi app {http://www.jegertaksi.com/}
Jegertaksi app {http://www.jegertaksi.com/}

 


Setelah membaca ulasan saya diatas, bahwa kita bisa menyimpulkan bahwa layanan ojek tersebut telah mendorong tidak hanya industri teknologi, bahkan bisa mengakselerasi “sektor riil”, yaitu membuka lapangan kerja baru yang sebelumnya masih dianggap sebelah mata, dan  cukup banyak kisah kesuksesan dari pengojek tersebut, bahkan beberapa kali saya sempat berdiskusi sekilas dengan pengojek tersebut, bahwa profesi ojek menjadi profesi mumpuni dan memang mengangkat derajat penghasilan pengojek tersebut, sehingga tidak hanya membantu kita berkomuter ria di jalanan ibukota, namun membantu kehidupan pengojek tersebut.

So, bagaimana menurut anda tentang layanan ojek yang ada? lalu apa layanan ojek favorit anda? Yuk, silahkan sharing di kolom komentar dibawah ini ya :)


Sumber:

  1. http://www.go-jek.com/
  2. http://grabtaxi.com/jakarta-indonesia/category/grabbike/
  3. http://blu-jek.com/
  4. https://www.topjek.com/
  5. http://www.ojeksyari.com/
  6. http://www.ladyjek.com/
  7. http://www.jegertaksi.com/

 

Fotografi, Ponsel, & Instagram

Dalam mendalami street photography, seperti yang saya bagi dan diskusikan di artikel Berkenalan Dengan Street Photography tempo hari, maka (seharusnya) kita setiap saat membawa kamera, serta dimana saja membuat foto dan menangkap fragmen-fragmen kehidupan, baik di jalan, stasiun, terminal, kantor, sekolah, taman, pasar, dan ruang publik lainnya.

Street photography merupakan genre fotografi yang unik, karena tidak hanya melulu foto dengan subjek manusia, namun juga elemen dan disekitarnya, serta foto yang dihasilkan merupakan bagian dari keseharian.

Dengan intepretasi street photography berbeda dari pelaku ke pelaku lainnya, lalu terkait dengan keseharian tersebut, maka saya pun membaca “fenomena” tersebut berkaitan erat dengan jenis fotografi lainnya, berdasarkan alat yang digunakan, yaitu mobile photography.

Mobile photography didorong oleh perkembangan ponsel, mobile phone, handphone, dan gawai (gadget) lainnya yang semakin canggih serta dapat diandalkan untuk membuat foto yang baik. Di sisi lain, dengan semakin terjangkau harga ponsel tersebut, maka setiap orang pun bisa menjadi fotografer!!

Mobile photography pun menjadi salah satu tonggak “demokratisasi fotografi” itu sendiri, karena semua orang bisa menjadi seorang “fotografer” didukung oleh ponsel yang mumpuni, disertai dengan tersedianya media sosial menyuburkan hal tersebut, seperti Facebook, Twitter, Pinterest, Flickr, Tumblr, Instagram hingga Path.

Dari sekian banyak media sosial tersebut, maka hanya Instagram yang dibuat khusus sejak awal menjadi habitat mobile photography dan berkembang pesat menjadi salah satu komunitas fotografi terbesar, serta selain itu, Instagram merupakan media sosial yang peruntukkan akses utamanya hanya melalui perangkat mobile. Di sisi lain, menurut saya Instagram merupakan kanal media sosial dengan kultur Instagrammer yang unik, maka menurut saya Instagram merupakan media yang tepat untuk berkarya kreatif berupa foto dan karya visual lainnya.

Dengan tumbuh kembangnya  fotografi seperti itu, untuk saya pribadi, semenjak memiliki handphone berkamera, maka untuk urusan membuat foto, yang saya ceritakan di artikel ini, hingga mendapat semacam hidayah, ketika mengenal jenis fotografi dengan cita rasa jalanan dan perkotaan (baca: #streetphotography), pada akhirnya, saya pun kembali ke awal kisah saya mengenal fotografi, yaitu membuat foto dengan perangkat mobile.

 

@sayapercha | ardikapercha.com
Instagram @sayapercha (Ardika Percha)

 

Dalam periode 2 minggu terakhir, saya pun aktif kembali di Instagram @sayapercha setelah sekian lama sudah tidak berinstagram ceria, dan dengan rutin saya menghasilkan foto dan “meracuni” beberapa kawan disana, untuk mencoba membuat foto dan menyusupi fotografi dengan pendekatan street tersebut, serta yang lebih penting, saya menikmati proses kreatif di media tersebut, yaitu membuat karya foto yang lebih membumi, dan yang dekat dengan keseharian di ruang publik.

Dengan rutin berInstagram, saya pun setiap saat hunting mendalami #streetphotography kapan saja serta dimana saja, dan at least saya pun mengisi waktu dengan hal positif bin produktif di sela keseharian bekerja, sekaligus foto-foto yang saya buat bisa menjadi dokumentasi pribadi di masa depan, dan bisa jadi berkontemplasi dengan berbagai hal disekitar kita.

And at the end of the day, dengan mencoba menjalani hal tersebut, membuat saya menjadi lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya, menikmati rutinitas keseharian, dan lebih menghargai waktu yang terkadang bergerak cepat, dengan merekam momen yang ada.

Dengan beraktivitas mempraktekan mobile photography sekaligus mendalami street photography, ternyata ada saja hal  menarik yang bisa kita temukan sehari-hari, tanpa kita sadari. Lalu bagaimana menurut Anda?


 

 


#Update :

Jika kawan-kawan berminat menyemarakkan proyek kreatif #KomuterKota atau mau seru-seruan dan diskusi bareng, silahkan kunjungi halaman berikut ini ya.


Tautan Luar:

  • https://instagram.com/sayapercha
  • http://www.theguardian.com/artanddesign/2012/nov/16/mobile-photography-richard-gray