Category Archives: Liputan

ulasan suatu acara (event) yang dikunjungi yang disampaikan dengan model reportase

Mengulas Startup Report 2017 DailySocial di Power Lunch GDP Venture

 

Pada minggu ini saya diundang hadir dalam acara yang mengulas laporan tahunan startup Indonesia, disusun oleh portal berita idola yang sarat dengan  informasi terkini terkait dunia startup Indonesia, yaitu DailySocial. Acara bertajuk Power Lunch yang bertempat di Three Buns Senopati Jakarta ini digagas oleh GDP Venture, yang dikenal sebagai perusahaan ventura ternama dengan sederet portofolio startup yang ciamik, dari Kaskus, Tiket.com, BliBli, Kumparan, hingga Semut Api, serta tentunya DailySocial.

Power Lunch ini dihadiri oleh dua narasumber yang bisa menjadi acuan dalam membaca peta perkembangan startup Indonesia, yaitu Pak Rama Mamuaya selaku CEO DailySocial dan Pak Danny Wirianto sebagai CMO GDP Venture. Menurut saya, dua narasumber tersebut bisa memberikan perspektif pandangan yang berbeda, baik dari sisi pelaku startup, lalu bisa dari sisi investor, maupun dari sisi media yang spesifik membahas startup Indonesia, sehingga dari acara ini menurut saya bisa menjadi salah satu sumber pembelajaran yang baik.

 

 

Mempelajari dan memahami lanskap perusahaan rintisan (baca: startup) yang bisa dikatakan berkembang secara progresif dan bahkan bombastis dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun terakhir membuat kita sebagai insan Indonesia dapat berbangga hati.  Dari laporan yang dihimpun oleh DailySocial tersebut, bahwa sudah ada 230 lebih startup yang telah hadir dan telah menghasilkan paling tidak 4 startup dengan gelar unicorn, yaitu Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan BukaLapak. Sebagai informasi, seperti yang disampaikan Pak Danny bahwa jumlah startup dengan gelar unicorn tersebut termasuk cukup besar untuk skala Asia, khususnya Asia Tenggara, dan ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah pasar sekaligus sumber inovasi dengan tren pertumbuhan positif.

 

Startup Report 2017 by @dailysocial_id #startup #annualreport #indonesia

A post shared by Percha (@jurnalpercha) on

 

Dari sisi lanskap investasi startup Indonesia, maka sejumlah startup tersebut telah berhasil menghasilkan dan mengumpulkan nilai investasi lebih dari 3 Trilyun US Dollar dengan 91 startup yang telah mengumumkan dan melakukan funding rounds, serta terdapat berbagai kegiatan merger dan akusisi yang melibatkan 14 startup. Dan menariknya, pertama kali di Indonesia ada 2 startup yang telah go-public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sehingga hal ini bisa menjadi pemacu dan pemicu startup lain tidak hanya melakukan funding dari sisi perusahaan ventura atau investasi lainnya, namun startup Indonesia mampu membuktikan bisa hadir dan menarik dana publik melalui mekanisme pasar modal sesuai regulasi.

Selain itu, dalam laporannya, DailySocial juga memberikan prediksi tren perkembangan teknologi di periode tahun selanjutnya, yaitu munculnya pemanfaatan Internet of Things, kemudian meluasnya penggunaan Artificial Intelligent di berbagai sudut kehidupan, dan tentunya tren perkembangan blockchain yang mulai dikenal di Indonesia. Untuk detail informasi Startup Report 2017 dapat disimak lebih lanjut di situs DailySocial.id dan bisa diunduh dari sumber aslinya, sehingga bisa dipelajari lebih lanjut untuk membaca peta perkembangan startup di Indonesia.

 

 

Di sisi lain, perkembangan startup di Indonesia juga akan menghadapi beberapa kendala yang perlu menjadi perhatian, yaitu isu sumber daya manusia, yaitu kurangnya ketersedian talenta berkualitas, lalu belum adanya kerjasama yang intens dengan pihak kampus/sekolah, sehingga seperti yang dipaparkan oleh pak Rama, bahwa dunia startup masih perlu mmembutuhkan peran pemerintah yang intens, termasuk isu infrastruktur yang menjadi masalah klasik negeri ini. Kemudian terkait dengan peran pemerintah, ada beberapa aturan dan regulasi yang justru menghambat laju perkembangan startup Indonesia, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku startup di Indonesia.

Dengan segala  ulasan dan isu yang dipaparkan diatas, pak Rama berharap dengan disusun dan dirilisnya laporan startup tahunan dapat memberikan informasi yang berguna dan dapat dimanfaatkan untuk memajukan ekosistem startup di Indonesia kedepannya.


Referensi :

  1.  https://dailysocial.id/
  2. https://www.gdpventure.com/

 

Belajar Berbisnis Online di Exabytes Digital Day

Berbisnis online, yang salah satunya menjual berupa aneka rupa barang melalui media sosial sekarang sudah menjadi hal yang lumrah & biasa kita temui, namun bagaimana kita mengoptimasi dan memaksimalkan media sosial tersebut dengan lebih baik lagi tetap menjadi bahan diskusi yang tak lekang oleh waktu!

Nah.. pada pertengahan bulan Desember ini saya berkesempatan hadir di Exabytes Digital Day, yaitu sebuah acara yang digalang oleh Exabytes, sebuah penyedia layanan web hosting Indonesia terkemuka yang menawarkan beragam paket hosting dan domain murah.


Exabytes Digital Day yang digalang oleh Exabytes Indonesia merupakan acara semacam seminar dan diskusi yang membahas topik bagaimana membangun bisnis di internet, digital, dan media sosial, baik secara konsep hingga praktek di lapangan dengan mengundang beragam narasumber yang mumpuni di bidangnya.
Untuk tema Exabytes Digital Day kali ini yaitu  “Jualan Laris Manis dengan Facebook Ads” bersama mas Panji Laksono, Digital Marketing Manager Kisotix. Jadi untuk diskusi kali ini akan membahas bagaimana kita mengenal konsep beriklan di media sosial sekaligus melakukan praktek langsung dengan membuat demo iklan di media sosial, khususnya dengan menggunakan Facebook Ads.
Saya pribadi dalam mengikuti acara tersebut banyak mendapat wawasan baru sekaligus refresh atas ilmu terkait pemanfaatan iklan di Facebook. Salah satu yang menurut saya bisa menjadi poin perhatian sbb :

  1. seperti ilmu pemasaran klasik yang saya ketahui, memang dalam perencaaan merupakan hal yang penting, tetapi lebih penting bagaimana kita bisa mengimplementasikannya, dan dalam diskusi tersebut, menurut saya ada penekanan pada apa yang akan disampaikan, siapa ynag menjadi target promosi iklan media sosial tersebut, lalu bagaimana implementasi & optimasinya, hingga dibahas soal tahapan review dan memiliki beberapa opsi iklan yang  dibuat, lalu melihat performance-nya, lalu di-stop yang dianggap kurang performance-nya, dan memaksimalkan yang yang performance iklannya baik, lalu dijadikan sebagai acuan implementasi iklan berikutnya, dimana hal ini dikenal sebagai konsep A/B testing yang fenomenal.
  2. mengenali pasar dan kompetitor menjadi salah satu poin perhatian ketika menerapkan pemasaran media sosial, jika dengan asumsi kita sebagai UKM yang menjual suatu barang, maka juga manfaatkan pihak lain atau media/kanal lain yang ada sebagai calon partner misalnya marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada atau pun branded channel seperti Zalora atau Berrybenka. Nmun dalam pemilihan alternatif parnter tersebut harus berhati-hati, jika mereka bisa jadi memanfaatkan produk kita  jika memimiliki sales yang baik, tidak menutup kemungkinan mereka bakal memengenjot produk yang serupa, misalnya Zalora yang sebenarnya tidak memiliki produk sendiri, namaun membeli dari vendor yang di-branding menjadi Zalora.
  3. dalam diskusi tersebut, disarankan agar memiliki website atau landingpage sendiri, karena terkait branding dari bisnis atau usaha yang kita bangun untuk periode waktu jangka panjang, sekaligus sebagai wadah dari semua aset digital kita. Karena Facebook seharusnya hanya menjadi salah satu kanal komunikasi  yang kita optimalkan, dimana pada alur perjalanan calon konsumen kita akan berakhir di salah satu aset digital kita atau di toko online kita (atau bisa juga di marketplace) yang terpenting harus ada traffic yang masuk ke aset digital kita, misalnya website atau blog yang kita miliki, dengan mempertimbankan oppurtunity  yang ada, maka dari tahap awareness paling tidak kita sudah mendapat hasil, dan kalau bisa menghasilkan suatu proses conversion.
  4. Selain itu, juga disampaikan beberapa hal teknis aplikatif, seperti optimasi ketika setupcampaign hingga ads set di Facebook Ads tersebut, yaitu dalam menetapkan cakupan pangsa pasar kita, jika ditahap awal, lebih baik memperluas cakupan, namun kemungkinan besar menghasilkan conversion yang kecil, lambat laun semakin memperkecil cakupan pasar, namun bisa dikatakan biaya yang timbul kemungkinan akan cukup mahal.
  5. Dalam diskusi tersebut juga memberikan alternatif lain dalam beriklan di media/kanal lain, yaitu di marketplace seperti Tokopedia atau Bukalapak, namun hal ini bisa dikatakan cukup mahal namun dapat memiliki dampak langsung ke penjualan, jadi kembali lagi ke objektif awal, tujuan, dan dana yang tersedia.

 

 

Lalu acara pun ditutup dengan pengenalan singkat beberapa layanan Exabytes dan tentunya dilengkapi dengan sesi foto bersama! Menurut saya acara ini cukup bermanfaat & baik untuk menambah wawasan sekaligus refresh terhadap pemanfaatan media sosial, dan saya pribadi ingin kembali datang ke acara tersebut, jika mendapat undangan lagi nih :)

Jadi bagaimana menurut pendapat kalian, apakah perlu kita memasang iklan di media sosial? dan jika pernah, bagaimana dampaknya di kegiatan yang kamu lakukan? Atau mau segera bikin website untuk jualan/bisnis online seperti saran yang disampaikan diatas? Yuk, monggo langsung klik disini untuk mendapat promo terbatas & diskon menarik ya!

 

Mudik Gratis bareng Sido Muncul

Kebetulan beberapa waktu lagi, kita bakal pulang kampung ketika libur Lebaran nanti, dan di momen tersebut,  selain  acara kumpul-kumpul bersama orang terkasih, lalu wisata kuliner mencicipi berbagai versi rasa makanan a la Lebaran, semacam ketupat, opor,  semur, sayur, maupun berbagai cita ras nastar, putir salju, dan kue jajanan khas Lebaran lainnya, maka proses perjalanan itu sendiri menjadi keasyikan tersendiri, dan tahu sendiri bagaimana effort yang harus dikeluarkan untuk pulang kampung, dari persiapannya termasuk anggaran dan akomodasi, transportasi yang digunakan, sampai nanti pulang untuk arus balik.

Nah.. berhubungan dengan soal mudik-mudikan, kali ini saya berkesempatan menghadiri acara jumpa pers yang diselenggarakan oleh Sido Muncul. Yang unik dari acara ini yaitu tema kegiatannya berupa inisiatif penyelenggaraan MUDIK GRATIS yang diadakan oleh Sido Muncul… wow gratis loh!  Siapa yang tidak mau dapat gratisan dan sekalian pulang kampung bertemu sanak keluarga, so pasti yang mau ikutan jadi membludak, jadi yuk simak ulasan kegiatan mudik gratis Sido Muncul ini.

 

Kiprah Mudik Gratis Sido Muncul

http://sidomuncul.id/
http://sidomuncul.id/

 

Kegiatan mudik bareng guyub rukun ini sudah dilakukan sejak tahun 1991 dan ide mudik gratis ini adalah ide  dari Jonatha Sofjan Hidajat yang sekarang menjabat sebagai Direktur Utama. Selama tiga tahun dari tahun 1991-1993, kegiatan mudik ini tidak ada seremonial khusus nan megah dihadiri oleh tokoh masyarakat maupun pejabat pemerintah yang melepas para pemudik, sehingga dilakukan dengan secara sederhana saja,

Ketika itu, ide brilian Sido Muncul tersebut  bisa dibilang cukup inovatif, dan memang merupakan salah satu pelopor dan perintis kegiatan seperti ini, namun seperti yang disampaikan oleh pihak Sido Muncul sendiri,  ketika tahun-tahun pertama kegiatan mudik gratis ini belum terkonsep dan terkelola rapi dalam pelaksanaanya, dan bahkan masih minimnya publikasi, sehingga baik gaung dan peserta yang ikut belum seriuh dan ramai dibandingkan penyelenggaraan di tahun-tahun selanjutnya.

Mudik Gratis Sido Muncul pertama kali dilaksanakan pada tahun 1991 di Lapangan Parkir Timur Senayan Jakarta dengan menggunakan 17 bus diikuti oleh 1.200 pedagang jamu. Lalu beberapa tahun terakhir peserta mudik bukan hanya para pedagang jamu ataupun mbok jamu gendong, tetapi juga para pedagang asongan, dan pembantu rumah tangga, jadi kegiatan ini juga termasuk kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh Sido Muncul, yaitu membantu masyarakat lapisan bawah yang mau pulang kampung dengan aman dan teratur. Selain itu, kegiatan mudik gratis ini pun membantu pemerintah dan pihak terkait dalam penyelenggaraan mudik yang lebih teratur dan tentunya lebih baik dan aman, karena mendapat bantuan dan dukungan pemerintah.

Jumpa Pers Sido Muncul (Ardika Percha)
Jumpa Pers Sido Muncul (Ardika Percha)

 

Dari penyelengaran semenjak tahun 1991, kegiatan Mudik Gratis  Sido Muncul ini telah memberangkatkan sebanyak kurang lebih 332.400 orang ke berbagai tempat di Indonesia. Dengan sejumlah pemudik tersebut, maka Sido Muncul pun mendapat pengakuan sekaligus dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah, dan secara langsung dan tidak langsung menginspirasi pihak lain baik pihak aparatur negara maupun pihak swasta lainnya untuk menyelenggarakan kegiatan positif sejenis.

 

Mudik Bareng Guyub Rukun 2017

Mudik Gratis Sido Muncul (Ardika Percha)
Mudik Gratis Sido Muncul (Ardika Percha)

 

Penyelenggaraan Mudik Bareng Guyub Rukun ini merupakan pelaksanaan ke 28 kalinya, dan dengan pengalaman sepanjang itu, Sido Muncul menyampaikan bahwa pelaksanaannya semakin baik, sehingga pihak perusahaan sendiri, pemudik, dan pihak terkait semakin bersemanggat setiap tahunnya menyelenggarakan kegiatan positif ini, yang telah menjadi  semacam tradisi tahunan.

Pada penyelenggaraan mudik ke-28 kalinya ini, Sido Muncul akan memberangkatkan 15.000 pemudik menggunakan dengan 260 bus ke tujuh kota tujuan, yaitu Cirebon, Kuningan, Tegal, Banjarnegara, Solo, Wonogiri, dan Jogjakarta. Sebanyak 160 bus akan diberangkatkan dari area Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur dan bus lainnya akan diberangkatkan dari Sukabumi, Bandung, Tangerang, Cilegon, Serang, Cikampek, Bogor, dan Cibinong.

 


Referensi :

  1. https://www.facebook.com/sidomunculcorp
  2. http://sidomuncul.id/
  3. #MudikGratisSidoMuncul2017
  4. #MudikBarengGuyubRukun

 

Pentingnya Belajar Mengelola Keuangan

Pengelolaan Keuangan Pribadi

Mengatur dan mengelola keuangan merupakan life skill yang seharusnya dipelajari dan diketahui semua orang, namun sayangnya sepanjang saya bersekolah, tidak satu pun secara jelas, gamblang, lengkap, dan benar mengajari kita untuk mengelola keuangan yang tepat semenjak usia dini, ketika sekolah, lalu menikah, memiliki anak, sampai pensiun nanti. Bagaimana dengan kamu?

Ardika Percha
Ardika Percha

 

Setelah belajar otodidak sekian lama dengan membaca dan berdiskusi dengan beberapa orang termasuk keluarga dan teman-teman, saya banyak mendapat masukan dalam pengelolaan keuangan tersebut. Salah satunya yang menjadi perhatian penting yaitu bagaimana kita menghabiskan uang dengan tepat, tidak lupa dalam menabung, berasuransi, dan terakhir berinvestasi kedepannya, dan hal ini seharusnya dan sebaiknya dilakukan semenjak dini dan mulai dari sekarang, yang dilakukan secara bertahap dan konsisten.

 

Fakta Penetrasi Asuransi Di Indonesia

Seperti yang dilansir dari Kompas.com, penetrasi asuransi di Indonesia hanya berkisar 1 hingga 2 % masih dibawah beberapa negara ASEAN seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia yang berkisar diatas 4 % sampai 7 %. Hal ini terjadi, karena masih kurangnya kesadaran dan minimnya akses informasi yang lengkap dan benar terkait fungsi asuransi tersebut, sehingga banyak yang tidak mengetahui asuransi dan salah kaprah memahami asuransi tersebut.

 

https://pixabay.com
https://pixabay.com

 

Dengan penetrasi asuransi yang sangat rendah tersebut, maka edukasi ke masyarakat pun menjadi poin perhatian seperti yang didorong oleh Otoritas Jasa Keuangan, agar wawasan keuangan termasuk pengetahuan dan fungsi serta produk-produk asuransi dan investasi diketahui dengan baik, sehingga dengan edukasi keuangan masyarakat pun dapat menentukan dengan tepat, apa tujuan keuangannya dengan jelas dan bagaimana mencapai tujuan keuangan tersebut.

 

Seminar Edukasi Keuangan

Salah satu cara untuk terus belajar keuangan yaitu ikut serta dan datang ke acara bertema edukasi keuangan, salah satunya seminar keuangan yang saya hadiri di pertengahan Oktober yang lalu. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan menghadiri seminar yang diselenggarakan Sinarmas MSIG yang bertajuk “Yuk, Atur Uangmu” dengan narasumber Mba Mike Rini Sutikno yang dikenal sebagai Financial Planner MRE.

 

Mba Mike menjelaskan bahwa pentingnya pengelolaan keuangan semenjak usia muda sesuai tujuan keuangan yang ingin dicapai. Dalam mencapai tujuan keuangan tersebut salah satunya yaitu dengan menabung, memiliki asuransi untuk memproteksi kita dari risiko yang menghadang, misalnya risiko kesehatan atau bahkan risiko jiwa, dibarengi melakukan alokasi investasi yang tepat. Dengan semakin dini kita mulai merencanakan, mengatur, lalu mengelola keuangan dengan berasuransi untuk minimalisir risiko dan investasi dilakukan jauh hari, maka kita punya kelebihan dalam hal periode waktu yang panjang dalam meraih kemandirian finansial dan mencapai tujuan keuangan kita.

 

Smart Money Game

Nah.. menariknya di acara ini, kita tidak hanya mengikuti talkshow yang menambah pengetahuan kita mengenai pengelolaan keuangan, namun kita diajak bermain game yang seru dan menantang dalam sebuah permainan semacam monopoli, yang disebut “Smart Money Game”.

Di permainan ini kita akan berperan menjadi profesi tertentu dan memiliki harta, hutang, dan pendapatan sesuai profesi pilihan tersebut, kemudian di sepanjang permainan akan dihadapi berbagai macam hal, seperti penawaran produk keuangan, mendapat gaji, memiliki aset tambahan, membayar pajak, melunasi hutang, hingga mempunyai passive income dari aset yang dimiliki, yang pada akhirnya, pemenang ditentukan perubahan nominal harta yang terbesar dibandingkan pemain lainnya.

 

Ardika Percha
Ardika Percha

 

Anyway saya ketagihan bermain macam board game seperti ini, dan sayangnya waktu jua yang memisahkan saya untuk bermain Smart Money Game ini. Dengan bermain game ini, kita bisa berlatih dan melakukan simulasi untuk mengelola keuangan, seperti bagaimana tetap mengeluarkan uang untuk biaya hidup dengan bijak, melunasi hutang, sekaligus berusaha menabung dan berinvestasi, serta tidak lupa berasuransi untuk proteksi risiko yang akan datang, sehingga mencapai tujuan keuangan kita.

 


 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Writing Competition dengan tema : “Yuk, Atur Uangmu“.

Blog Writing Competition
Blog Writing Competition

 


 

Referensi :

  1. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/06/10/211644126/penetrasi.asuransi.jiwa.indonesia.susah.meningkat
  2. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/10/20/09372620/dibanding.thailand.penetrasi.asuransi.di.indonesia.ketinggalan
  3. http://www.sinarmasmsiglife.co.id

 

Peluncuran DSLR Canon EOS 5D Mark IV

Awal Oktober yang lalu saya Alhamdulilah mendapat kehormatan diundang menghadiri peluncuran kamera DSLR terbarunya Canon EOS 5D Mark IV oleh pihak Datascript. Sebagai informasi, saya mendapat undangan karena kamera Canon saya terdaftar secara resmi garansinya dan terdaftar pula di klub fotografi Datascript Canon Indonesia.

Datascript dikenal sebagai distributor resmi beberapa merek barang dan peralatan perkantoran, termasuk produk kamera merek Canon selaku distributor resmi di Indonesia. Dan Canon di seri sebelumnya yaitu  5D Mark III merupakan kamera impian saya, dengan segala kecanggihan dan kepraktisan penggunaannya plus kepopuleran di seri sebelumnya, maka seri Mark IV terbaru patut untuk disimak apa saja kelebihan yang ditawarkan.

 

Penampakan Canon EOS 5D Mark IV

 

https://snapshot.canon-asia.com

 

EOS 5D Mark IV adalah kamera DSLR kelas profesional dan merupakan generasi keempat dari keluarga EOS 5D ini dilengkapi dengan sensor full-frame jenis baru dengan resolusi 30,4 megapiksel, dan salah fitur andalan EOS 5D Mark IV adalah Dual Pixel RAW (DPRAW), yaitu fitur yang bisa dipakai untuk mengatur posisi efek bokeh yang diinginkan.

Yang menjadi fitur unggulan EOS 5D Mark IV lainnya yaitu adanya fitur perekaman 4K frame yang memungkinkan fotografer mengambil foto-foto tunggal (still frame) dari hasil rekaman video 4K kamera ini dengan resolusi tinggi nan mumpuni. Dengan kemampuan merekam video 4K yang mumpuni, EOS 5D Mark IV ini sanggup merekam video full-HD dengan frame rate hingga 60 FPS, selain itu, kamera ini dipersenjatai sensor full frame 30,4 megapiksel dan dipasangkan dengan prosesor  Digic 6+ plus  teknologi Digital Lens Optimizer untuk memproses dan mengoptimalkan gambar JPEG dengan koreksi chromatic aberration, peripkeral illumination (vignetting), dan diffraction correction.

Selain itu, dengan rentang sensitivitas native sensornya dipatok di angka ISO 100 hingga 32.000, yang dapat ditingkatkan lagi (extended) hingga ISO 102.400, menjadikan EOS 5D Mark IV semacam monster dengan berbagai kecanggihan yang bisa dimanfaatkan maksimal oleh fotografer di segala medan.

Fitur yang dipaparkan diatas juga disertai sistem auto focus EOS 5D Mark IV terdiri dari 61 titik yang 41 di antaranya merupakan fokus bertipe cross-type, disertai fitur EOS iTRAF (intelligent Tracking & Recognition Auto Focus) yang canggih, plus disertai sistem auto focus berupa burst rate continuous shot sebesar 7 frame per detik.

Fitur lain yang sekarang menjadi fitur wajib terkait mobilitas fotografer, yaitu adanya fasilitas GPS serta koneksi nirkabel via Wi-Fi dan NFC untuk memudahkan koneksi ke gadget berbasis Android atau iOS.

 

https://snapshot.canon-asia.com
https://snapshot.canon-asia.com

 

Acara Peluncuran

Sebagai pengguna loyal gear kamera Canon yang menghadiri event Canon semacam ini, saya seperti bocah-bocah ABG yang hadir di pentas musik artis favoritnya 😀 senang kesana kemari melihat kumpulan die hard fans Canon dan melihat muka-muka fotografer pro maupu fotografer amatir yang passionate dengan fotografi, sekaligus berdiskusi dan melihat sekaligus mencoba beberapa produk Canon yang terbaru.

 

Acara tidak hanya disertai informasi formal peluncuran produk Canon, namun juga diisi dengan format seminar yang disampaikan oleh narasumber fotografer profesional, seperti Bung David Soong dengan bisnis weeding photography bersama Axioo, serta fotografer Michael Ori yang merupakan commercial video & photographer yang menghasilkan karya komersial untuk Canon dan beberapa brand lainnya.

Di format seminar tersebut, saya mendapat banyak masukan dari Bung David  bagaimana fotografi menjadi pilihan kariernya, disertai kisah hidupnya yang naik-turun bekerja sebagai fotografer di Indonesia hingga bisa go international. Dan yang menjadi poin penting penuturan Bung David, maka sebagai seorang wedding photographer maka tugas fotografer menjadi bagian penting dari kehidupan sepasang pengantin dalam merekam momen-momen yang ada, sehingga menghasilkan sebuah foto yang harus memuaskan semua pihak, termasuk kepuasan fotografer sendiri dalam berkarya.

Lalu dari Mr Ori, saya baru mengetahui teknik meng-grab sebuah foto dari footage format video 4K, disertai penjelasan detail mengenai workflow-nya, dari perencanaan dan persiapan, proses produksi termasuk pengambilan video, hingga proses editing sampai menghasilkan sebuah foto untuk kepentingan komersial, dan Mr Ori menyarankan mulai melakukan proses produksi hybrid yaitu melakukan perekaman video dengan resolusi tinggi (4K) dan dilakukan proses editing untuk menghasilkan materi video dan foto sekaligus.

 

 

Jadi apa kamu pengguna kamera Canon? bagaimana pendapat kamu mengenai seri kamera Canon yang terbaru ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar ya.


Mau punya kamera DSLR Canon bekas yang berkualitas? Yuk, simak di Gerai yang lagi SALE paket kamera, klik disini!


 

Referensi:

  1. http://www.canon.co.id/personal/products/interchangeable-lens-camera/dslr-eos/eos-5d-mark-iv-kit-ii?languageCode=EN
  2. https://snapshot.canon-asia.com

 

7 Layanan Baru JNE Yang Revolusioner

Untuk urusan pengiriman barang dan dokumen, maka tidak lain tidak bukan, kita butuh bantuan pihak pengirim ekspedisi logistik yang mengantar barang kita sampai tujuan. Salah satu pilihan utama untuk pengiriman barang tentunya JNE. Saya sudah beberapa kali menggunakan jasa JNE untuk pengiriman barang dan menerima kiriman paket barang via JNE dari relasi, kerabat, dan kadang meneriman pesanan paket online shopping :)

Nah…  akhir bulan lalu, saya diundang dan berkesempatan menghadiri peluncuran 7 layanan baru JNE yang katanya revolusioner!! Membaca tajuk acaranya, bikin saya penasaran, karena jarang perusahaan sejenis membuat  event seheboh ini, atau saya saja yang heboh sendiri 😀

So.. yuk simak apa saja tujuh layanan baru JNE yang revolusioner tersebut.

Peluncuran Layanan Baru JNE

7 Magnifivent JNE (Sumber: JNE)
7 Magnifivent JNE (Sumber: JNE)

 

Pada 29 Februari bertempat di D`Consulate, Epicentrum Rasuna Said, JNE meluncurkan tujuh program andalannya yang dinamakan “7 Magnificent” di awal tahun 2016 yang merupakan  fokus pengembangan JNE di bidang teknologi informasi dan infrastruktur perusahaan. Seperti yang disampaikan Pak Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, bahwa berbagai layanan tersebut bertujuan untuk memudahkan pelanggan dengan menciptakan layanan yang adaptif dan inovatif.

Acara yang dibawakan oleh MC Kemal tersebut diselingi oleh gurauan membuat acara menjadi lebih santai disertai dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara pihak JNE, partner, media, dan blogger . Seperti yang disampaikan Kemal, bahwa setiap acara seremonial JNE memiliki kekhasan, yaitu selalu melakukan aktivtias kepedulian sosial seperti CSR tersebut, dan kali ini adik-adik dari panti asuhan yang mendapat bingkisan menarik.

Pak Feriadi - PresDir JNE (Ardika Percha)
Pak Feriadi – PresDir JNE (Ardika Percha)

 

MC Kemal and crowd (Ardika Percha)
MC Kemal and crowd (Ardika Percha)

 

JNE CSR di 7 Magnificient (Ardika Percha)
JNE CSR di 7 Magnificient (Ardika Percha)

 

#JNE7Magnificent

Pemaparan tujuh layanan baru JNE pun menjadi perhatian utama di acara peluncuran tersebut, dan saya sendiri juga penasaran dengan informasi terkait #JNE7Magnificient tersebut. Yuk, simak apa saja sih ketujuh layanan revolusioner yang dikenalkan oleh JNE tersebut, yaitu sebagai berikut :

1. JNE PopBox

Layanan PopBox dikembangkan JNE yang diperuntukkan bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi, yaitu semacam kotak pos atau loker untuk pengiriman dan pengambilan paket. Seperti saya, terkadang beberapa barang yang dikirimkan ke rumah sering tidak sampai ke tangan saya, karena pengiriman dilakukan di jam kerja, maka kirimannya menjadi retur, karena ketidakhadiran saya di rumah ketika menerima paket kiriman.

Alur PopBox (JNE)
Alur PopBox (JNE)
2. JNE Trucking

Layanan JNE Trucking ini dikhususkan untuk pengiriman darat minimal 10 Kg dengan cakupan daerah saat ini di Sumatera, Jawa, dan Bali. Layanan ini memang khusus untuk barang-barang yang punya berat berlebih dan memerlukan pengriman dengan perhatian khusus.

JNE Trucking (JNE)
JNE Trucking (JNE)
3.  JNE International Shipment

Seperti yang dipaparkan oleh Pak M. Feriadi, layanan ini sebenarnya sudah ada sebelumnya, namun di peluncuran ini, JNE akantelah menjalin kemitraan strategis dengan partner global dengan pola dan layanan baru, sehingga meningkatkan pelayanan konsumen JNE.

4. Ad Box Pre-paid

Nah, kalau layanan ini dibuat untuk standarisasi kota/kardus dalam pengiriman JNE, sehingga menjadi lebih rapih dan aman. Untuk saat ini, pengiriman hanya berlaku untuk wilayah Jakarta, dan sudah termasuk biaya kirimnya.

Ad-box prep-paid (JNE)
Ad-box prep-paid (JNE)
5. Super Speed Service

Dalam peluncuran ini, JNE pun mengenalkan layanan kirim cepat khusus wilayah Jakarta dalam hari yang sama yaitu antara jam 8 pagi hingga jam 3 sore dengan batasan berat tertentu.

Super Speed (JNE)
Super Speed (JNE)
6.  CD Musik

Nah, kalau layanan JNE satu ini yang menurut saya unik, karena JNE masuk ke industri musik! Dengan ribuan kantor cabang di seluruh Indonesia, JNE memiliki jalur distribusi berbagai macam barang, dan seperti yang disampaikan di acara peluncuran tersebut, JNE mau turut berperan serta mendukung insan kreatif Indonesia dalam mendistribusikan karya mereka.

7. My JNE Mobile App
My JNE
My JNE

 

JNE pun akhirnya merilis secara resmi aplikasi mobile di platform Android, yaitu My JNE untuk memudahkan pelanggan setianya, termasuk saya dalam menggunakan berbagai layanan JNE. Fitur aplikasinya yaitu berupa tracking atas kiriman kita, lalu ada fitur pengecekan tarif kiriman JNE. Untuk fitur ini bakal sering saya gunakan dengan mudah, jadi kita bisa langsung akses melalui aplikasi, tanpa perlu cek lagi di situs JNE tersebut.

Kemudian adanya fitur unik My COD & COD Wallet, yang berperan sebagai virtual account untuk transaksi pembelian layaknya layanan rekening bersama yang terintegrasi dengan tracking kiriman barang kita, serta fitur terkait geolocation jaringan distribusi JNE.

 

 

Saya & JNE

Menurut saya, tujuh layanan baru JNE tersebut tergolong revousioner, khususnya layanan PopBox, CD musik, dan aplikasi My JNE yang semakin memudahkan serta membuka kesempatan baru bagi kita semua.

Bagaimana teman-teman menurut kalian tujuh layanan baru JNE yang magnificent tersebut? Yuk, share pendapat kalian di kolom komentar dibawah ya :)


Referensi :
  1. Situs JNE : http://jne.co.id/
  2. Situs  #7magnificent : http://7magnificent.jne.co.id/
  3. MyJNE – Google Play Store : http://bit.ly/AppMyJNE
  4. Update Video via JNE Youtube channel : https://www.youtube.com/channel/UCWu7IQte4MwQXsSXnN2vbaQ

Ngobrol Penuh Inspirasi Bareng Tiket

Setelah lelah beraktivitas sepanjang  hari, ada saatnya kita perlu jalan-jalan untuk liburan dan melepas penat. Salah satu “kenikmatan” ketika mau plesiran menurut saya yaitu di bagian perencanaan. Saya biasanya suka membayangkan tempat liburan dimana, kapan berangkatnya, seperti apa nanti acaranya, dan mau ngapain aja disana, serta tentunya soal tempat penginapan dan naik transportasi apa.

Seperti salah satu plesiran saya ke Cirebon  Dieng, dan ke Singapura tempo hari, maka saya kebanyakan merencanakan sebelumnya jauh hari, termasuk salah satunya mengenai akomodasi dan transportasi. Untuk urusan tiket dan penginapan, maka saya tentunya cari informasi melalui internet hingga pemesanan dan pembayaran dilakukan via internet.

Ngobrol Penuh Inspirasi bersama Tiket.com

#NgopiBarengTIket (Ardika Percha)
#NgopiBarengTIket (Ardika Percha)

Nah… di hari Sabtu lalu, saya berkesempatan datang ke acara seru bertajuk #NgopiBarengTiket yang membahas mengenai kiprah Tiket.com di industri travel sebagai penyedia berbagai macam kebutuhan kita untuk liburan, yaitu dari pemesanan tiket pesawat, kereta api, hotel dan bahkan tiket atraksi hiburan. Selain itu, saya pun mau mendengar sharing beberapa blogger yang sukses dalam dunia blogging dan yang sukses menjalankan bisnis travel online yang bekerja sama dengan penyedia tiket online.

Tren digital : Desktop Vs Mobile

Udarsa Tiket.com (Ardika Percha)
Udarsa Tiket.com (Ardika Percha)

Acara diawali kata pembuka mba Nuniek selaku MC disertai jamuan makan siang serta ramah tamah dari pihak Tiket.com, salah satunya Pak Gaery Undarsa mewakili tim Communication Tiket.com yang menjelaskan sepak terjang Tiket.com di ranah digital, serta menyampaikan fakta-fakta menarik terkait tren digital di Indonesia, seperti jumlah pengakses melaui perangkat mobile menunjukan tren naik, bahkan melebihi pengakses melalui perangkat desktop.

Pak Gaery pun menjelaskan apa dan bagaimana layanan Tiket.com, salah satunya mengenai mayoritas pengguna Tiket.com menggunakan mobile site, dan trennya pengguna Tiket.com sudah beranjak ke mobile apps, sehingga jumlah pengakses Tiket.com melalui desktop sudah dilewati oleh jumlah pengakses mobile. Dari fakta yang ada tersebut, di tahun 2016 Tiket.com akan fokus ke pengembangan di perangkat mobile, untuk menjangkau dan semakin memudahkan penggunanya.

Tips Sukses Blogger

Emak Blogger (Ardika Percha)
Emak Blogger (Ardika Percha)

Selain itu, di #NgopiBarengTiket juga hadir blogger mba Indah Juli yang membeberkan beberapa kisah dan tips mujarabnya selaku blogger, salah satu yang menarik perhatian saya soal menulis blog, sebaiknya menulis dengan gaya sendiri, bersifat original, dan lebih fokus kepada perencanaan seperti pepatah yang disampaikan, yaitu “think long, write short”

Hal lainnya yang menurut saya menarik disampaikan mba Indah Juli, yaitu jika kita menerima tawaran pekerjaan sebagai blogger, sebaiknya lebih kritis dalam menerima tugas menulis blog dalam hal membuat ulasan, dan sesuaikan dengan gaya menulis kita, sebaiknya bersifat soft selling, gunakan atau rasakan pengalaman dalam mencoba produk atau layanan yang akan diulas sesuai gaya kita, sehingga kita benar-benar mencoba dan memberikan ulasan yang benar. Hal ini pun mengarah dengan pemahaman brief yang disampaikan serta konfirmasi yang jelas, sehingga memudahkan kedepannya antara blogger dan pihak yang memberikan tugas tersebut.

Tiket.com & Blogger

Di acara tersebut, Tiket.com pun mengenalkan program kerjasama baik untuk blogger di ranah online dan untuk travel agent di ranah offline, dan pesan yang menurut saya disampaikan bahwa Tiket.com menjadi platform bagi pengguna dan partner yang memenuhi seluruh kebutuhan jalan-jalan kita, dan bisnis travel agent bisa dilakukan oleh siapa saja jika memenuhi beberapa syarat yang mudah.

Content is KING (Ardika Percha)
Content is KING (Ardika Percha)

Venue acara pun penuh sesak dengan para undangan yang terus menyimak sepanjang acara tesebut, dan overall berjalan lancar hingga akhir acara, disertai sesi tanya-jawab plus diskusi yang bisa memberikan pengetahuan mengenai dunia travel  dan blogging, sekaligus bersilaturahim dengan sesama blogger.

 

Bermalam dengan Mosquito catcher & Mite catcher di SHARP Blogger Camp

Akhir Oktober lalu, saya berkesempatan mengikuti Blogger Camp pertama kali bersama kawan-kawan blogger tentunya. Denger-denger dari kawan panitia bakal jadi saksi hidup produk yang revolusioner dan katanya bakal review bareng produk tersebut bro!

Blogger Camp

Blogger camp Sharp (Foto: Ardika Percha)
Blogger camp Sharp (Foto: Ardika Percha)

 

Setelah sekian lama saya tidak merasakan derasnya hujan, Alhamdulillah akhirnya saya bersama kawan-kawan dari ID Blog Network disambut hujan yang dirindukan dan dinantikan tersebut, ketika sudah sampai di Panjang Jiwo Resort, yang terletak tidak jauh dari Sentul Bogor. Resort ini merupakan tempat yang pas untuk berlibur dan melepaskan penat, jadi ketika diskusi plus review nanti jadi lancar 😀

 

Panjang Jiwo (Foto: Ardika Percha)
Panjang Jiwo (Foto: Ardika Percha)

 

Kabin Panjang Jiwo (Foto: Ardika Percha)
Kabin Panjang Jiwo (Foto: Ardika Percha)

 

Sharp Indonesia

Sharing session Sharp Blogger Camp (Foto: Ardika Percha)
Sharing session Sharp Blogger Camp (Foto: Ardika Percha)

 

Yuk, acara dimulai (Ardika Percha)
Yuk, acara dimulai (Ardika Percha)

 

Setelah santap malam, acara pun dimulai, diawali dengan sesi pengenalan sejarah Sharp di Indonesia, yang dimulai dari pendirian PT Yasonta di 1969, lalu akhirnya bekerja sama dengan Sharp Corporation setahun kemudian. Kerja sama straregis antara Yasonta dengan Sharp tersebut, membuat Sharp Indonesia menjadi pabrikan pertama di Indonesia yang memproduksi TV tabung hitam putih, ketika TVRI mengudara pertama kali!

Saya pribadi lebih suka ketika penjelasan mengenai fasilitas kantor yang canggih dan sekaligus ramah lingkungan, slaah satuntya yaitu pemanfaatan maksimal penggunaan panel surya menyeluruh di setiap bagian pabrik, dan dikendalikan dengan mekanisme mesin tersebut.. awesome!

Selain penjelasan mengenai pabrik yang go green tersebut, saya suka dengan konsep Takumi dalam implementasi dan proses produksi Sharp tersebut, yaitu pemanfaatan maksimal dan berkelanjutan dari pakarnya, sehingga Sharp mampu menghasilkan produk yang berteknologi canggih.

Mr Sano (Ardika Percha)
Mr Sano (Ardika Percha)

 

#mosquitocatcher

Sesi selanjutnya yaitu penjelasan dan demo produk air purifier yang fenomenal, yaitu menghisap dan menyaring semua debu, kuman, hingga partikel kecil, lalu bisa menjangkau seluruh ruangan, sehingga udaranya menjadi bersih serta tentunya sehat.

Air purifier ini dilengkapi dengan teknologi Plasmacluster, yaitu teknologi mampu menghasilkan ion-ion yang secara aktif menyebar ke seluruh ruangan untuk menon aktifkan virus, bakteri, jamur, serta bau tidak sedap, sehingga mampu membersihkan udara di sekitarnya.

Nah, selain teknologi Plasmacluster tersebut, maka rilisan produk terbaru ini juga dilengkapi fitur pembunuh nyamuk yang handal, sehingga produk tersebut bernama Plasmacluster #mosquitocatcher yang cocok sebagai penjaga kesehatan kita menjelang musim hujan kelak.

#mitecatcher

Kemudian sesi selanjutnya diisi dengan penjelasan dan demo produk #mitecatcher, yaitu pembasmi tungau dan kutu, yang biasanya ditemukan di kasur, karpet dkk.

Produk ini juga dilengkapi dengan penyembur panas, sehingga kutu, tungau, dkk. bisa terangkat dan terbunuh, plus dilengkapi dengan teknologi Plasmacluster, sehingga kebersihan dan kesehatan kita bisa tetap terjaga.

Nah, setelah sesi diskusi dan pengenalan produk tersebut, kita pun diberikan produk untuk mencoba langsung di kamar masing-masing, jadi semacam test drive produk, jadi keesokan harinya bisa memberikan semacam testimonial.

Bersih dan Sehat bersama Sharp

Produk unggulan (Ardika Percha)
Produk unggulan (Ardika Percha)

 

Menurut saya, acara blogger camp seperti ini memiliki konsep berbeda terkait dengan peluncuran produk, yaitu mengajak kawan-kawan blogger untuk melihat langsung demo produknya serta sekaligus fokus sampai diinapkan di resort tersebut untuk diskusi mengenai produk, dan akhirnya kita diajak untuk mencoba serta merasakan langsung produk tersebut.

Untuk saya pribadi, saya tertarik dengan produk air purifier yang bisa membantu penyaringan udara di Jakarta Depok ini yang sudah cukup kotor dan tidak sehat, plus ada fitur pembasmi nyamuk yang kadang mengganggu, yang saya sudah rasakan langsung.

Produk #mosquitocatcher dan #mitecatcher yang ini pun menurut saya bisa menjadi solusi kebersihan dan kesehatan kita dan keluarga.

Bogger Camp bersama Sharp (ID Blog Network)
Bogger Camp bersama Sharp (ID Blog Network)

 


 

Sumber:

  1. http://sharp-indonesia.com/

 

Mozilla Webmaker Party

Mozilla dan Firefox

Mozilla yang dikenal dengan peramban (baca: browser) Firefox-nya, merupakan salah satu aplikasi yang sering saya gunakan untuk berselancar internet dan menjadi peramban yang biasa saya gunakan.

Mozilla tidak hanya memiliki Firefox, namun memiliki produk lain yang dikembangkan, salah satunya pernah saya gunakan, yaitu Thunderbird sekitar 3-4 tahun lalu, sebagai alternatif dari Ms Outlook, berupa aplikasi email client yang gratis, lebih stabil, ringan, dan mudah digunakan menurut saya. Kali ini Mozilla meluncurkan produk terbarunya yang menurut saya memiliki tujuan akhir yang positif dan patut didukung, yaitu aplikasi Webmaker.

Webmaker Party

Pada 29 September 2015 yang lalu, saya berkesempatan menghadiri Mozilla Webmaker Party  di Artotel Thamrin, yang digagas oleh Komunitas Mozilla Indonesia. Acara ini merupakan rangkaian puncak dari kegiatan promosi peluncuran aplikasi baru Webmaker. Acara diisi dengan dinner & networking party, sesi pengenalan aplikasi, dan diskusi. Diacara ini tidak hanya dihadiri teman-teman dari beberapa komunitas, pemerhati teknologi, kawan media, penikmat internet, dan dihadiri langsung oleh Community Manager Bobby Richter dan Laura De Reynal dari Mozilla Foundation.

Sesi pengenalan Webmaker app (Foto: Ardika Percha)
Sesi pengenalan Webmaker app (Foto: Ardika Percha)

 

Sesi diskusi (Foto: Ardika Percha)
Sesi diskusi (Foto: Ardika Percha)

 

Temukan. Buat. Bagikan. (Foto: Ardika Percha)
Temukan. Buat. Bagikan. (Foto: Ardika Percha)

Apa itu Webmaker?

Dalam diskusi tersebut, disampaikan bahwa ada stigma di khalayak ramai, untuk membuat sebuah aplikasi mobile  atau sebuah website membutuhkan kemampuan teknis coding yang rumit dan hanya bisa dibuat oleh seorang programer, namun aplikasi Webmaker bisa membantu siapa pun untuk membangun aplikasi mobile  atau sebuah website dengan sederhana dan mudah.

Webmaker dikembangkan bertujuan agar kita bisa membuat sebuah situs, aplikasi dan akhirnya bisa menghasilkan sebuah konten. Dengan adanya aplikasi semacam ini, kita tidak hanya sebagai konsumen atas konten-konten di jagat internet, tetapi kita bisa menjadi produsen konten. Seperti yang disampaikan, yang menjadi tujuan akhir Webmaker, yaitu membantu jutaan orang dari yang awalnya menggunakan website, menjadi pembuat website. 

Bobby Richter dari Mozilla Foundation, menyatakan bahwa Webmaker khusus dikembangkan di perangkat mobile, karena kecenderungan pengguna usia muda yang lebih senang mengakses internet atau aplikasi melalui handphone, serta dari hasil riset internet Mozilla, juga menunjukkan tren penggunaan peramban lebih banyak diakses melalui gawai (baca: gadget).

Webmaker app (beta.webmaker.org)
Webmaker app (beta.webmaker.org)

 

Mencoba Webmaker app (Mozilla)
Mencoba Webmaker app (Mozilla)

 

Di akhir diskusi bersama peserta Webmaker party,  wakil dari Mozilla Foundation menyampaikan, bahwa dalam waktu kedepan, akan intens dalam pengembangan dan penyempurnaan Webmaker, serta berencana akan merilis aplikasi tidak hanya di platform Android saja, namun akan dirilis di platform iOS.

Selain itu, Mozilla bersama komunitasnya akan mendorong lokalisasi konten, serta memperhatikan dalam pengawasan konten, termasuk filter konten yang menjurus konten negatif, seperti pornografi, dalam Webmaker tersebut.

Acara ditutup dengan foto bersama, lalu menikmati hidangan penutup yang sudah disajikan, serta penayangan beberapa video terkait Mozilla.

Mozilian antarbangsa (Foto: Ardika Percha)
Mozilian antarbangsa (Foto: Ardika Percha)

 

@sayapercha di Webmaker party (Ardika Percha)
@sayapercha di Webmaker party (Ardika Percha)

 

Wall of Webmaker party (Foto: Ardika Percha)
Wall of Webmaker party (Foto: Ardika Percha)

 

Enjoy Webmaker party (Foto: Ardika Percha)
Enjoy Webmaker party (Foto: Ardika Percha)

 

Simak video pengenalan Webmaker berikut :

Yuk, berkreasi dengan Webmaker dan mulai  menjadi kreator, sehingga mampu mengisi internet dengan konten-konten yang positif, serta ikut mempromosikan kreativitas anak bangsa di panggung teknologi internasional!

Situs resmi Mozilla Webmaker bisa diakses di beta.webmaker.org dan saat ini Webmaker tersedia Google Play Store.


Sumber:

  1. https://blog.mozilla.org/blog/2015/08/17/mozilla-webmaker-meet-the-world-2/
  2. https://beta.webmaker.org/#/
  3. http://www.mozilla.or.id/

Baca juga artikel :

KitaBisa – Situs Crowdfunding asli Indonesia

Arisan Street Photography #ArisanSP2

Pada kesempatan kali ini, saya datang  ke acara bertajuk #ArisanSP (Arisan Street Photography). Acara arisan ini diadakan dengan konsep acara berupa ajang silaturahim antar komunitas dan penggiat street photography serta sekaligus ajang  diskusi mengenai perkembangan street photography di daerah Jakarta dan sekitarnya. Khusus untuk acara bertema street photography, acara ini merupakan kali kedua saya bisa datang. Acara yang pertama yaitu Jambore Street Photography yang pernah saya ulas di artikel blog saya. Acara jambore tersebut merupakan acara perdana di Indonesia yang mengumpulkan komunitas dan penggiat street photography di level nasional.

#ArisanSP yang diselenggarakan pada 23 Agustus 2014 yang lalu, bertempat di bilangan Tebet Jakarta merupakan arisan kedua (dikenal dengan hashtag #ArisanSP2) yang diselenggarakan oleh komunitas penggiat dan penikmat  fotografi dengan pendekatan street photography. Kali ini yang berkontribusi dan berkesempatan berbagi adalah komunitas Street Banditos. Arisan kali ini mengangkat topik mengenai bagaiman kita membaca sebuah foto dengan pendekatan visual literacy yang disampaikan oleh mas Halbet Cahyadi Putra yang setahu saya juga aktif di Komunitas street photography bi-Ru (bingkai ruang publik).

#ArisanSP2 - Street Banditos (Ardika Percha)
#ArisanSP2 – Street Banditos (Ardika Percha)

 

#ArisanSP2 - Silaturahim (Ardika Percha)
#ArisanSP2 – Silaturahim (Ardika Percha)

 

Di awal  acaran #ArisanSP dimulai dengan sesi perkenalan peserta yang telah hadir, yaitu salah satunya perwakilan dari komunitas bi-Ru (bingkai ruang publik), komunitas ISTRIE, komunitas Sidewalker Asia (SWA), serta hadir pula beberapa penggiat fotografi dari berbagai tempat. Kemudian dipaparkan mengenai latar belakang dari pelaksanaan acara #ArisanSP tersebut, dan selanjutnya dijelaskan mengenai profil dari komunitas Street Banditos sebagai host di #ArisanSP kali ini, yang disampaikan oleh mas Fahmi. Sesi perkenalan komunitas Street Banditos tersebut menceritakan proyek-proyek kreatif yang telah dibuat oleh Street Banditos, yang hingga saat ini telah menghasilkan 4 proyek, dari proyek “Dear Jakarta” yang perdana, hingga proyek “Geo Metro” terakhir yang menggambarkan bentuk-bentuk geometris Jakarta dalam bentuk fotografi.

Saya pribadi mengenal komunitas Street Banditos melalui penelusuran di dunia maya mengenai perkembangan fotografi beserta komunitas fotografi yang tumbuh di Indonesia. Ketika itu saya tertarik atas proyek fotografi yang mereka lakukan, yaitu proyek “Railways Runaway” di tahun 2012, yang mendokumentasikan serta menceritakan tentang realitas Jakarta  dan sekitarnya termasuk kehidupan urban perkotaan, lingkungan, dan kondisi  sosial masyarakat yang hidup disekitar rel kereta dari Manggarai hingga Bogor.

Street Banditos Project : Railways Runaway (http://streetbanditos.com/)
Street Banditos Project : Railways Runaway (http://streetbanditos.com/)

 

#ArisanSP2 - Visual Literacy (Ardika Percha)
#ArisanSP2 – Visual Literacy (Ardika Percha)

 

Kemudian acara pun dilanjutkan dengan sesi workshop, yaitu pemaparan dan diskusi mengenai visual literacy. Mas Halbet menyampaikan tujuan mengapa kita mempelajari dan membahas visual literacy untuk pendekatan membaca sebuah foto yaitu :

  1. dengan visual literacy kita dapat menceritakan melalui kata-kata apa yang kita lihat untuk diri sendiri
  2. dengan visual literacy kita dapat mengkomunikasikan apa yang kita lihat kepada orang lain dengan baik
  3. dengan visual literacy kita dapat membuat kritik dan inteprestasi terhadap sebuah gambar/foto dengan lebih akurat

Dan mas Halbet pun menyampaikan beberapa tahapan yang direkomendasikan dalam ber-visual literacy ria, yaitu dari tahap melihat foto tersebut (Look), selanjutnya memperhatikan secara keseluruhan foto tersebut dengan mendalam (See), lalu mencoba menjelaskan elemen apa saja yang ada di foto tersebut (Describe) seperti elemen garis, warna, kontras, bentuk, emosi, dsb.

Kemudian dari tahap selanjutnya masuk ke tahap menganalisis terkait elemen foto teresebut dengan konteks yang diketahui oleh kita selaku pembaca (Analyze), dan akhirnya mengintepretasikan pesan apa yang ingin disampaikan oleh foto tersebut, yang dibuat oleh fotografer bersangkutan  (Interpretation).

#ArisanSP2 - Pembahasan Visual Literacy  (Ardika Percha)
#ArisanSP2 – Pembahasan Visual Literacy (Ardika Percha)

 

Dalam pemaparan tersebut juga disertai diskusi interaktif bersama teman-teman peserta #ArisanSP, serta sekaligus mencoba membaca beberapa contoh foto bersama-sama. Menariknya dari diskusi bersama tersebut, antara satu orang dengan orang lainnya ternyata beberapa memiliki pendapat berbeda dalam membaca satu foto, sehingga memperkaya jalannya diskusi sekaligus sebagai ajang saling bertukar pikiran serta memperluas ilmu dan wawasan sesama penikmat dan penggiat street photography dalam acara #ArisanSP tersebut.

Terkait sesi workshop tersebut, mas Halbet juga menyampaikan bahwa bahasan visual literacy tidak cukup hanya dengan diskusi tersebut, namun apa yang disampaikan dan didiskusikan bersama bisa menjadi tahapan dan pijakan awal untuk mempelajari lebih dalam lagi bagaimana kita membaca sebuah foto dengan baik dan benar. Beliau juga menambahkan dan merekomendasikan untuk mempelajari lebih lanjut mengenai konsep Gestalt untuk alternatif membaca suatu karya foto terkait visual literacy.

Saya pribadi sangat mengapresisasi positif adanya acara diskusi fotografi seperti ini, terutama fotografi yang menggunakan pendekatan  street photography. Dengan adanya acara tersebut, dapat memperkaya dunia fotografi Indonesia apapun genre serta jenisnya, sehingga memiliki variasi kegiatan selain “hunting bareng” dan berkaitan dengan acara “turun ke jalan”, dan tidak selalu berkutat dengan diskusi teknik fotografi saja, namun kedepannya bagaimana kita bisa membaca dan mengkritisi sebuah foto dengan pendekatan serta metode yang baik dan tepat guna, sehingga secara tidak langsung kita sendiri bisa terus berlatih menghasilkan sebuah foto yang lebih baik, tidak hanya dari sisi keindahan foto saja, namun menjadi lebih khusus kearah pesan apa yang ingin disampaikan dari foto tersebut.

Semoga kedepannya fotografi indonesia semakin ramai, riuh, dan gaduh oleh acara-acara fotografi yang positif seperti ini. Maju terus fotografi Indonesia :)

Cekidot video liputan #ArisanSP2 oleh Riza Murtaza R via Youtube :

Tautan Luar :

  1. Situs Komunitas Street Banditos : http://streetbanditos.com/
  2. Grup Facebook Komunitas bi-Ru (bingkai ruang publik)
  3. Situs Komunitas Sidewalker Asia (SWA)
  4. Grup Facebook Komunitas ISTRIE
  5. Konsep Gestalt: http://en.wikipedia.org/wiki/Gestalt_psychology